Bronkitis Akut dan Bronkitis Kronis, Apa Perbedaan dari Keduanya?

Rauhanda Riyantama, Rosiana Chozanah

Senin, 20 Januari 2020 | 17:23 WIB
Bronkitis Akut dan Bronkitis Kronis, Apa Perbedaan dari Keduanya?
Ilustrasi batuk. (Shutterstock)

Suara.com - Penyakit bronkitis menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada saluran bronkus, yang merupakan saluran udara menuju paru-paru.

Bronkitis terbagi menjadi dua jenis, yaitu akut dan kronis. Lamanya seseorang pulih dari bronkitis tergantung pada jenis yang dimilikinya.

Berdasarkan American Lung Association, bronkitis akut umumnya berlangsung antara tiga hingga 10 hari. Tetapi beberapa gejalanya, seperti batuk, dapat bertahan lebih lama.

Sedangkan bronkitis kronis berlangsung lebih lama dari bronkitis akut. Gejalanya bertahan setidaknya tiga bulan, namun dalam banyak kasus bisa berlagsung lebih lama.

Baik bronkitis akut maupun kronis menyebabkan peradangan saluran udara dan gejalanya pun sama. Namun, kedua penyakit ini memiliki beberapa perbedaan.

Ilustrasi batuk. (Shutterstock)
Ilustrasi  bronkitis (Shutterstock)

Bronkitis akut

Umumnya bronkitis akut terjadi secara tiba-tiba karena infeksi virus. Pada kasus yang lebih jarang (kurang dari 10%), bronkitis ini disebabkan oleh bakteri.

Gejalanya dapat berlangsung satu hingga dua minggu, dan kondisinya bersifat sementara. Bronkitis ini biasanya tidak menyebabkan masalah pernapasan permanen, tetapi pada orang yang memiliki asma atau sistem kekebalan tubuh lemah, berisiko terkena komplikasi.

Bronkitis kronis

baca juga

'Kronis' berarti kondisinya berlangsung lama. Dokter akan menganggap bronkitis sebagai kronis jika seseorang batuk dan menghasilkan lendir setidaknya selama tiga bulan dalam setahun dan terjadi lagi pada tahun berikutnya.

Ilustrasi menderita flu, pilek dan batuk. (Shutterstock)
Ilustrasi  bronkitis (Shutterstock)

Bronkitis kronis termasuk dalam penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), yang pada 2013 dialami oleh 4,8 juta pasien di Indonesia.

Penyebab umum dari bronkitis kronis adalah rokok. Merokok dapat merusak saluran udara dan menyebabkan lebih berlebih pada paru-paru.

Peningkatan lendir ini dapat menyebabkan aliran udara tersumbat.

Dilansir Medical News Today, seiring waktu bronkitis kronis dapat menyebabkan kerusakan permanen pada paru-paru, salah satunya adalah penurunan fungsi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Asap Picu ISPA, Ruang Rawat RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh Penuh

Asap Picu ISPA, Ruang Rawat RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh Penuh

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 14:17 WIB

Kabut Asap Karhutla Picu Ribuan Kasus ISPA di Palembang

Kabut Asap Karhutla Picu Ribuan Kasus ISPA di Palembang

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Picu 52.483 Kasus ISPA di Sumsel

Kabut Asap Karhutla Picu 52.483 Kasus ISPA di Sumsel

Foto | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Epidemiolog: Bukan Berarti Influenza A Melonjak

Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Epidemiolog: Bukan Berarti Influenza A Melonjak

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:40 WIB

Karhutla Picu 151 Ribu Kasus ISPA, Kemenkes Kerahkan 1.898 Tenaga Kesehatan

Karhutla Picu 151 Ribu Kasus ISPA, Kemenkes Kerahkan 1.898 Tenaga Kesehatan

News | Senin, 21 September 2026 | 15:32 WIB

Diam-Diam Mengintai, Infeksi TORCH Bisa Berdampak Sejak Dini pada Janin

Diam-Diam Mengintai, Infeksi TORCH Bisa Berdampak Sejak Dini pada Janin

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 12:55 WIB

Media Asing Sorot Penyakit Ini Melonjak karena Kebakaran Hutan Kalimantan

Media Asing Sorot Penyakit Ini Melonjak karena Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Jum'at, 11 September 2026 | 10:24 WIB

Apa Itu Silikosis? Waspada, Abu Vulkanik Tingkatkan Risiko Penyakit Paru dengan Gejala Ini

Apa Itu Silikosis? Waspada, Abu Vulkanik Tingkatkan Risiko Penyakit Paru dengan Gejala Ini

Health | Senin, 07 September 2026 | 11:51 WIB

Mencekam Hantavirus di Kapal MV Hondius, dari Pasien Kritis Sempat Didiagnosis Cuma Mengalami Stres

Mencekam Hantavirus di Kapal MV Hondius, dari Pasien Kritis Sempat Didiagnosis Cuma Mengalami Stres

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:08 WIB

Lula Lahfah Ungkap Derita ISK Sebelum Meninggal: Kenali Gejala dan Penyebab Infeksi Saluran Kemih

Lula Lahfah Ungkap Derita ISK Sebelum Meninggal: Kenali Gejala dan Penyebab Infeksi Saluran Kemih

Lifestyle | Sabtu, 24 Januari 2026 | 16:26 WIB

Terkini

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Entertainment | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:01 WIB

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:55 WIB

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:44 WIB

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:30 WIB

×