Budaya Ini Jadi Penyebab Kasus Antraks Kerap Muncul di Gunungkidul

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Senin, 20 Januari 2020 | 17:47 WIB
Budaya Ini Jadi Penyebab Kasus Antraks Kerap Muncul di Gunungkidul
Ilustrasi bakteri antraks. (Shutterstock)

Suara.com - Budaya Ini Jadi Penyebab Kasus Antraks Kerap Muncul di Gunungkidul

Kasus antraks di Gunungkidul terjadi hampir setiap tahun. Dikatakan Kementerian Kesehatan RI, hal ini terjadi akibat budaya pemilik hewan ternak di sana.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes RI, dr Anung Sugihantono, MKes, mengatakan pemilik hewan ternak kerap memotong hewan yang terlihat sakit. Daging hewan tersebut lalu dibagikan atau dijual secara murah kepada masyarakat di sekitarnya.

"Mereka tidak mau kehilangan. Jadi kalau ada yang sakit, cepat-cepat dipotong untuk segera dibagikan. Bagi mereka itu kan amalan, makanya ini yang sedang jadi perhatian pemerintah Gunungkidul, supaya hewan sakit tidak dipotong sembarangan dan dibagikan," tutur dr Anung, dalam temu media di Kemenkes, Senin (20/1/2020).

Untuk itu, Kemenkes meminta pemerintah daerah agar memberikan pendidikan dan pembekalan kepada pemilik hewan ternak. Jangan sampai hewan ternak yang sakit malah dibagikan, ataupun dijual dengan harga murah.

"Jadi sapi itu bisa dijual dengan harga hanya 3 juta gitu ya, pada saat sakit dan itu kemudian dipotong oleh jagal, atau pemotong hewan yang memang spesialis orang sakit itu memang ada yang memotong di sana, nah ini yang harus kita lakukan di samping tadi (faktor) transportasi dari hewan, pakan hewan, dan pupuk yang jadi persoalan-persoalan di Gunungkidul," tambahnya.

Kekinian, Anung mengatakan sudah tidak ada kasus antraks baru di Gunungkidul. Ia juga menyampaikan kasus antraks bukan berarti daging-daging sapi dan kambing dari Gunungkidul tidak aman.

"Mau makan sate boleh, asal pastikan dagingnya bersertifikat dari hewan ternak sehat," tuturnya.

Ia juga meminta masyarakat agar tidak panik terhadap kabar antraks di Gunungkidul.

"Inilah yang sekarang harus kita lakukan makanya semua bergerak, pemerintah Gunungkidul sudah memanggil semua kepala desa, camat, dan tokoh masyarakat, untuk menyebarluaskan hal ini karena kekhawatirannya adalah posisi Gunungkidul sebagai gudang ternak, ini jangan sampai kemudian timbul pesan yang tidak baik terhadap Gunungkidul," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenali, Perbedaan Pneumonia Biasa dengan Pneumonia Virus Korona dari China

Kenali, Perbedaan Pneumonia Biasa dengan Pneumonia Virus Korona dari China

Health | Senin, 20 Januari 2020 | 15:59 WIB

Dana DAK Disunat, Penanganan Kasus Antraks di Gunungkidul Tersendat

Dana DAK Disunat, Penanganan Kasus Antraks di Gunungkidul Tersendat

Jogja | Minggu, 19 Januari 2020 | 17:51 WIB

Cegah Persebaran Antraks, Warga Diimbau Bakar Hewan yang Mati Mendadak

Cegah Persebaran Antraks, Warga Diimbau Bakar Hewan yang Mati Mendadak

Jogja | Sabtu, 18 Januari 2020 | 19:43 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB