Hasil Tes Negatif, 3 Suspect Virus Corona Wuhan di Bali Dipulangkan

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi
Hasil Tes Negatif, 3 Suspect Virus Corona Wuhan di Bali Dipulangkan
Virus corona Wuhan berpotensi mengancam kesehatan global. (shutterstock)

Meski sudah dipulangkan dari rumah sakit, 3 pasien ini tetap mendapat pemantauan dari Dinas Kesehatan setempat.

Suara.com - Hasil Tes Negatif, 3 Suspect Virus Corona Wuhan di Bali Dipulangkan

Mewabahnya virus corona dari Wuhan, China, membuat masyarakat dunia ikut menjadi resah. Bahkan keresahan di Indonesia semakin menjadi setelah kemarin dilaporkan ada 4 orang suspect atau dicurigai terinfeksi virus corona, dengan 3 orang dirawat di RSUP Sanglah Bali dan 1 orang di RSPI Sulianti Saroso Jakarta.

Kabar terbaru, 3 orang warga negara asing (WNA) yang menjadi suspect virus corona di Bali baru saja dinyatakan negatif tidak terinfeksi.

"Negatif semuanya, (dapat kabar) barusan siang tadi," ujar Dr. I Ketut Agus Somia, SpPD-KPTI, Dokter Pendidik Klinis, Staf Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi RSUP Sanglah Denpasar, Bali saat dihubungi Suara.com, Sabtu (25/1/2020).

Karena hasil yang negatif maka 2 pasien ini diperbolehkan pulang oleh rumah sakit dan tidak lagi diisolasi. Meski begitu, mereka masih dalam tahap pemantauan oleh dinas Kesehatan kota Denpasar.

"Ya kan dinas kesehatan yang mengontrol di tingkat pemerintah, kan ada pembagian tugas masing-masing. Kalau kita dari rumah sakit sudah negatif berarti kita tidak merawat seperti corona, kalau dia pulang berarti dinas kesehatan yang memantau, kan perawatan tetap dipantau juga. Artinya perkembangan negatif, penyakit secara umum," papar Dr. Agus.

Infografis menunjukkan persebaran virus corona sudah dideteksi di 8 negara dunia, dengan jumlah korban hampir 600 orang. (Dok. Infografis Suara.com)
Infografis menunjukkan persebaran virus corona sudah dideteksi di 8 negara dunia, dengan jumlah korban hampir 600 orang. (Dok. Infografis Suara.com)

Meski begitu di Bali sendiri Dr. Agus menyebut pemerintah daerah sudah melakukan kewaspadaan melalui kerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk menskrining pelabuhan dan bandara. Sementara rumah sakit tempatnya bekerja, akan melakukan langkah investigasi saat mendapati pendatang dari China yang mengalami pneumonia.

"Kalau pasien curiga kita rawat kita investigasi lebih lanjut, kalau negatif kita pulangkan. (Pasien) pneumonia ada, tapi bukan karena corona virus. Pneumonia kan infeksi paru biasa, di kita cuma antisipasi kemungkinan corona virus," papar Dr. Agus.

Sebelumnya, di Sanglah sendiri sempat mencurigai 3 pasien yang teridentifikasi corona virus. Pertama yakni turis dewasa asal Meksiko yang sebelumnya pergi ke Wuhan, lalu mengalami gejala pneumonia.

Virus corona baru dari China (2019-nCoV) berpotensi mengancam kesehatan global. (Shutterstock)
Virus corona baru dari Wuhan (2019-nCoV) berpotensi mengancam kesehatan global. (Shutterstock)

Sedangkan 2 orang lainnya, adalah pasien anak-anak yang berasal dari China dan mengalami pneumonia lalu diisolasi. Kini ketiganya dipastikan negatif dari virus corona.

"Mudah-mudahaan di Bali dan Indonesia tidak ada, walaupun kita waspada. Jadi begitu ada, kita isolasi, kita investigasi kita periksa, kita rawat," tutup Dr. Agus.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS