Virus Corona Wuhan: Ancaman dari Pasar Ikan yang Bahayakan Kesehatan Dunia?

Sabtu, 25 Januari 2020 | 08:05 WIB
Virus Corona Wuhan: Ancaman dari Pasar Ikan yang Bahayakan Kesehatan Dunia?
Ilustrasi wabah virus corona wuhan (coronavirus). (Shutterstock)

Suara.com - Virus Corona Wuhan: Ancaman dari Pasar Ikan yang Berbahaya Bagi Kesehatan Dunia?

Wabah virus corona baru dari Wuhan, China menjadi ancaman baru bagi kesehatan penduduk dunia. Dalam waktu tak sampai satu bulan, ada 800 orang terinfeksi penyakit ini, dengan sedikitnya 25 orang meninggal dunia.

Pertama kali muncul di Wuhan, Provinsi Hubei, China bagian tengah, virus corona baru ini sempat disebut sebagai penyakit pneumonia misterius. Sebab meski gejalanya mirip pneumonia pada umumnya, penyebab penyakit ini masih belum diketahui dengan, bahkan hingga saat ini.

Kantor berita resmi China, Xinhua, melaporkan gelombang pertama pasien dicurigai adalah orang-orang yang berinteraksi di pasar ikan Wuhan. Selain menjual makanan dan hewan dari laut, pasar ini juga diketahui menjual daging hewan eksotik seperti rakun, ular, hingga kelelawar.

Bahkan baru-baru ini, beredar foto yang memperlihatkan bagaimana sup kelelawar dijual dengan bebas di pasar ikan Wuhan. Para ilmuwan menyebut, kelelawar bisa saja menjadi pembawa virus alami ini sebelum akhirnya menginfeksi manusia.

Video wanita makan sup kelelawar viral dan dikaitkan dengan virus corona (Douyin / 77maggie77)
Video wanita makan sup kelelawar viral dan dikaitkan dengan virus corona wuhan. (Douyin / 77maggie77)

"Pembawa alami virus corona Wuhan kemungkinan adalah kelelawar. Tetapi antara kelelawar dan manusia mungkin ada perantara yang tidak diketahui," tulis para peneliti dari Komite Kesehatan China.

Di sisi lain, ilmuwan di Universitas Peking juga mengklaim bahwa virus corona wuhan ditularkan ke manusia dari kelelawar melalui ular. Diduga, ular memakan kelelawar yang merupakan pembawa virus. Setelah itu, manusia memakan ular yang memang jadi sajian tradisional di China.

Bukan Lagi Pneumonia Misterius

Sebelum mendunia, corona virus baru dari Wuhan disebut sebagai pneumonia misterius. Namun kekinian, novel coronavirus dan 2019-nCoV menjadi nama resmi penyakit yang menyerang saluran pernapasan ini.

Baca Juga: Ruang Isolasi 1 Pasien Suspect Virus Corona di RSPI Jakarta Dijaga Ketat

Virus Corona (coronavirus). (Shutterstock)
Virus Corona wuhan. (coronavirus). (Shutterstock)

Secara karakteristik, virus corona ini mirip dengan SARS dan Ebola yang juga diyakini berasal dari kelelawar. Penelitian kerjasama antara Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, People's Liberation Army (PLA) dan Institut Pasteur Shanghai menemukan virus ini memiliki ikatan kuat yang mengikat dengan protein manusia yang disebut ACE2.

Para peneliti mengatakan bahwa protein pengikat ini memiliki kemiripan yang tinggi dengan virus SARS yang membunuh hampir 800 orang dan menginfeksi 8.000 orang di seluruh dunia pada tahun 2002-2003.

Ingin tahu lebih dalam tentang virus corona wuhan, simak di halaman selanjutnya ya!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI