Ilmuwan Temukan Virus Baru yang 90% Gen-nya Belum Pernah Diketahui

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 12 Februari 2020 | 15:58 WIB
Ilmuwan Temukan Virus Baru yang 90% Gen-nya Belum Pernah Diketahui
Ilustrasi virus. [Shutterstock]

Suara.com - Virus merupakan organisme terkecil di dunia. Hingga kini, peneliti pun masih belum mengetahui apakah virus merupakan bentuk dari kehidupan, sebab mereka tidak dapat hidup atau berkembang biak di luar organisme inang.

Di tengah maraknya virus corona COVID-19, masih ada penemuan virus lain yang bahkan belum pernah diketahui oleh para ilmuwan. Gen dari organisme ini hampir tidak dapat dikenali.

Virus yang masih misterius ini, yang dikumpulkan dari amuba di danau buatan di Brazil, memiliki ukuran jauh lebih kecil dari virus yang biasanya diketahui menginfeksi amuba.

Peneliti dari Brasil pun menamainya sebagai 'Yaravirus'. Kata Yara, juga dikenal sebagai 'Iara', yang berarti 'ibu dari semua air' dan mewakili sosok seperti putri duyung cantik dari mitologi Brasil.

Putri duyung ini diketahui dapat memikat pelaut di bawah air untuk hidup bersamanya selamanya.

Virus baru yang ditemukan ilmuwan Brasil (YouTube/Independent)
Virus baru yang ditemukan ilmuwan Brasil (YouTube/Independent)

Para ilmuwan pun mengurutkan genom dari yaravirus, sebuah proses penentuan urutan DNA lengkap yang membentuk suatu organisme.

Setelah melakukannya, mereka telah menemukan lebih dari 90 persen genom yaravirus terbentuk dari gen yang belum pernah ditemukan sebelumnya, lapor Independent.

"Di sini kami melaporkan penemuan Yaravirus, garis keturunan baru virus amuba dengan asal dan filogeni yang membingungkan," tulis penemu dalam situs web terbuka untuk ilmu biologi, bioRxiv.

Jônatas Abrahão, seorang ahli virologi di Universitas Federal Minas Gerais, di Brazil, mengatakan hasil penemuan ini mengindikasikan seberapa banyak kita masih perlu memahami tentang virus tersebut.

Beberapa gen Yaravirus terlihat seperti gen yang berada dalam virus yang ukurannya lebih besar tetapi masih belum bagaimana jelas keduanya terkait, kata Prof Abraho kepada ScienceMag.org.

Seorang ilmuwan lain yang tidak tergabung dalam penelitian ini mengatakan penemuan tersebut mewakili 'sebuah peti harta karun baru dari proses biokimia yang sebelumnya tidak terlihat'.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diisolasi karena Corona Covid-19, Perawat Ajak Pasien di Wuhan Joget Bareng

Diisolasi karena Corona Covid-19, Perawat Ajak Pasien di Wuhan Joget Bareng

Health | Rabu, 12 Februari 2020 | 15:55 WIB

Aplikasi Ini Bisa Deteksi Virus Corona

Aplikasi Ini Bisa Deteksi Virus Corona

Tekno | Rabu, 12 Februari 2020 | 14:25 WIB

Hadapi Virus Corona Covid-19, Singapura dan Malaysia Sepakat Kerja Sama

Hadapi Virus Corona Covid-19, Singapura dan Malaysia Sepakat Kerja Sama

Health | Rabu, 12 Februari 2020 | 13:33 WIB

Terkini

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB