Khawatir Terinfeksi Corona Covid-19, Rusia Larang Kunjungan WN China

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Rabu, 19 Februari 2020 | 17:49 WIB
Khawatir Terinfeksi Corona Covid-19, Rusia Larang Kunjungan WN China
Sejumlah penumpang maskapai China Eastern tujuan Shanghai China menunggu untuk boarding di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (5/2). [ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal]

Suara.com - Khawatir Terinfeksi Corona Covid-19, Rusia Larang Kunjungan WN China

Wabah virus Corona Covid-19 hingga kini masih menjadi keadaan darurat global yang wajib diperhatian negara-negara di dunia.

Sebagai salah satu negara dengan wilayah terluas, Rusia pun mulai melakukan antisipasi dan pencegahan infeksi virus Corona Covid-19. Caranya, dengan melarang warga negara China masuk ke wilayahnya.

Dilansir Anadolu Agency, keputusan itu diambil sehubungan dengan meningkatnya jumlah kematian akibat wabah virus Corona Covid-19 di China, yang telah menembus angka 2.000 pada Rabu (19/2/2020).

Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin pada Selasa (18/2) menandatangani perintah yang melarang penerbitan visa kerja, turis dan pelajar kepada warga negara China.

Warga China juga dilarang mengajukan visa sejak Rabu. Namun, larangan ini tidak berlaku untuk para penumpang transit.

Awal bulan ini, Rusia menutup perbatasannya dengan China dan Mongolia, dan untuk sementara waktu melarang penerbitan visa kelompok, turis dan kerja kepada warga negara tirai bambu.

Moskow juga menempatkan virus Corona Covid-19 dalam daftar penyakit yang sangat menular dan memungkinkan tindakan keras terhadap warga asing yang diduga terinfeksi, termasuk dengan melakukan karantina dan pengusiran.

Sebelumnya diberitakan, Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan jumlah kematian akibat virus korona di negara itu mencapai 2.005 dan 136 kematian dilaporkan dalam 24 jam terakhir.

Virus Corona Covid-19 masih menjadi momok di China, dengan jumlah korban terus mengalami peningkatan. (Shutterstock)
Virus Corona Covid-19 masih menjadi momok di China, dengan jumlah korban terus mengalami peningkatan. (Shutterstock)

Lebih dari 75.000 kasus telah dikonfirmasi di China dan negara-negara lain, termasuk AS, Inggris, Singapura, Prancis, Rusia, Spanyol dan India.

Jumlah pasien yang menjalani pengawasan medis akibat virus itu telah melebihi 135.000 orang dan hampir 12.000 di antaranya dalam kondisi serius.

Sejumlah negara juga sudah mengevakuasi warganya dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, di mana virus itu pertama kali diidentifikasi.

Bulan lalu, WHO mendeklarasikan wabah virus korona sebagai darurat kesehatan global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Covid-19 di Indonesia: 112 Spesimen Masuk, Mayoritas Positif H1N1

Update Covid-19 di Indonesia: 112 Spesimen Masuk, Mayoritas Positif H1N1

Health | Rabu, 19 Februari 2020 | 17:05 WIB

WNI Positif Corona di Kapal Diamond Princess Bertambah, Jadi 4 Orang

WNI Positif Corona di Kapal Diamond Princess Bertambah, Jadi 4 Orang

News | Rabu, 19 Februari 2020 | 16:52 WIB

Curi 5.500 Masker saat Wabah Virus Corona, TKI di Hong Kong Dipenjara

Curi 5.500 Masker saat Wabah Virus Corona, TKI di Hong Kong Dipenjara

News | Rabu, 19 Februari 2020 | 16:51 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB