Rawat Bayi 5 Bulan, Pengasuh Tega Campur Susu dengan 10 Jenis Obat Berbeda

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 19 Februari 2020 | 18:24 WIB
Rawat Bayi 5 Bulan, Pengasuh Tega Campur Susu dengan 10 Jenis Obat Berbeda
Ilustrasi bayi sakit (Pexels)

Suara.com - Seorang pengasuh berusia 38 tahun ditangkap atas tuduhan telah meracuni dua bayi dengan beberapa janis obat-obatan, seperti obat tidur, obat kecemasan dan antihistamin.

Dilaporkan Today Online, Sa'adiah Jamari diadili pada Selasa (18/2/2020) atau dua tuduhan meracuni bayi berusia 5 bulan dan seorang anak berusia 11 bulan pada 2016 silam.

Sa'adiah sebenarnya terdaftar sebagai perawat lepas sejak 2002. Ia bekerja pada seorang ibu di Singapura yang pernah memasang iklan lowongan pekerjaan pengasuh Muslim untuk kedua putrinya, yang berusia lima tahun dan lima bulan.

Namun, sejak Sa'adiah mulai bekerja pada 2016, sang ibu mulai memerhatikan ada keanehan pada putrinya.

Putrinya yang berusia lima bulan menjadi sangat rewel dan sering berguling-guling di tempat tidur. Putrinya juga tidak menanggapi senyum seperti biasanya.

Ilustrasi pengasuh anak. (Shutterstock)
Ilustrasi pengasuh anak. (Shutterstock)

Sang ibu pun mulai memerhatikan satu pola, putrinya selalu sangat mengantuk setiap kali dia menjemputnya dari rumah Sa'adiah.

"Beberapa kali pertama dia seperti mengantuk, jadi kupikir dia baru saja bangun dari tidurnya. Jadi aku tidak terlalu memikirkannya. Tetapi ketika aku menidurkannya, dia tampak lebih mengantuk. Matanya akan sedikit bengkak, bagian kelopak atas matanya... seperti terkulai ke bawah," sambungnya.

Keadaan menjadi lebih buruk dalam satu bulan berikutnya ketika anak putrinya akan membuang botol setiap kali diberi susu dan merasa bingung tidak dapat mendeteksi suara saat ibunya mencoba berbicara dengan bayi malang tersebut.

Pada 9 Desember 2016, ibunya melihat buah hatinya itu sangat mengantuk dan tidak dapat membuka matanya setelah mengangkatnya.

Kelopak mata sang bayi terlihat bengkak dan rasa kantuknya tampak berbeda karena matanya merah. Ia juga terlihat seperti tidak dapat mengendalikan gerakan tangannya.

Akhirnya sang nenek mendesak sang ibu untuk memeriksakan bayinya.

"Aku memberitahu dokter bahwa dia tampak sangat mengantuk, seolah-olah dia telah diberi obat bius. Kepalanya ke belakang, seperti tidak memiliki kekuatan," kata sang Ibu.

Dokter pun melakukan beberapa tes dan menemukan kadar glukosa sang bayi sangat rendah. Bayi itu kemudian dirawat selama sekitar lima hari dan ibunya berhenti membiarkan Sa'adiah merawat putrinya.

ilustrasi obat-obatan terlarang. (Shutterstock)
ilustrasi obat-obatan (Shutterstock)

Belakangan, sang ibu menerima laporan dari dokter yang mengatakan putrinya yang berusia lima bulan telah diberi 10 jenis obat yang berbeda.

Obat-obat itu termasuk Xanax, Orphenadrine, Zolpidem, Oxazepam, diazepam, benzodiazepine.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tips Ibu Milenial Angkie Yudistia Mencari Pengasuh Anak yang Baik

Tips Ibu Milenial Angkie Yudistia Mencari Pengasuh Anak yang Baik

Video | Kamis, 13 Februari 2020 | 07:30 WIB

196 Orang Keracunan di Banyumas, Diduga Usai Makan Tumpeng Acara 7 Bulanan

196 Orang Keracunan di Banyumas, Diduga Usai Makan Tumpeng Acara 7 Bulanan

Jawa Tengah | Minggu, 09 Februari 2020 | 12:42 WIB

Baru Hari Pertama Dititipkan ke Pengasuh, Bayi Umur Setahun Meninggal Dunia

Baru Hari Pertama Dititipkan ke Pengasuh, Bayi Umur Setahun Meninggal Dunia

Health | Kamis, 06 Februari 2020 | 14:44 WIB

Terkini

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB