Berisiko Pembuluh Darah Pecah, Bolehkah Penderita Hipertensi Olahraga?

Vania Rossa | Frieda Isyana Putri | Suara.com

Jum'at, 21 Februari 2020 | 11:17 WIB
Berisiko Pembuluh Darah Pecah, Bolehkah Penderita Hipertensi Olahraga?
Ilustrasi hipertensi. (Shutterstock)

Suara.com - Agar tekanan darahnya terkendali, penderita hipertensi harus bisa menjalani gaya hidup sehat. Salah satunya dengan melakukan olahraga.

Namun, ahli jantung dan pembuluh darah dari Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, dr. Ario Suryo Kuncoro, SpJP, mengatakan bahwa tekanan darah penderita hipertensi yang bisa mencapai 260 mmHg sangat berisiko menyebabkan pembuluh darah pecah. Dan pecahnya pembuluh darah pada pasien hipertensi ini tentu bisa menyebabkan kematian mendadak. Lalu, apakah boleh pengidap hipertensi berolahraga?

"Bukan berarti mereka yang hipertensi nggak boleh olahraga, mereka tetap harus olahraga, tapi dengan porsinya yang dikontrol. Olahraga tidak disarankan jika sudah melebihi 200 tekanan darahnya," kata dr. Ario saat ditemui di kawasan Bendungan Hilir, Kamis (20/2/2020).

Dalam kesempatan yang sama, dokter spesialis saraf, dr. Amanda Tiksnadi, SpS (K), menyarankan olahraga yang bisa dilakukan oleh penderita hipertensi adalah aktivitas fisik motorik, di mana seluruh tubuh bergerak secara berkelanjutan selama minimal setengah jam.

Ia mencontohkan misal dengan berjalan kaki terlebih dahulu, tak masalah bila dengan kecepatan lambat dan santai. Lakukan terus selama setengah jam tanpa berhenti.

Nantinya, tubuh akan bisa beradaptasi, pelan-pelan akan menjadi mudah. Misalnya, dalam setengah jam awalnya hanya dapat 5 putaran, lama-lama menjadi 7 putaran, maka artinya aktivitas fisik dapat ditingkatkan.

Akan tetapi, jenis olahraga juga perlu diperhatikan. Menurut dr. Amanda, penderita hipertensi sebaiknya menghindari olahraga high impact, apalagi bila sebelumnya tak biasa berolahraga.

"Biasanya yang meningkatkan tekanan darah itu yang high impact. Dan apabila ini dilakukan secara tiba-tiba pada orang yang resistensinya atau kemampuan dari pembuluh darahnya belum terbiasa, ini yang bisa menimbulkan efek berbahaya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hipertensi di Dunia 9,4 Juta Kasus per Tahun, Lebih Gawat dari Covid-19?

Hipertensi di Dunia 9,4 Juta Kasus per Tahun, Lebih Gawat dari Covid-19?

Health | Kamis, 20 Februari 2020 | 21:03 WIB

Dilakukan Ashraf Sinclair sebelum Meninggal, Ini Risiko Crossfit Malam Hari

Dilakukan Ashraf Sinclair sebelum Meninggal, Ini Risiko Crossfit Malam Hari

Health | Rabu, 19 Februari 2020 | 16:02 WIB

Bukan EMS, Olahraga Masih Jadi Cara Terbaik Dapatkan Tubuh Ideal

Bukan EMS, Olahraga Masih Jadi Cara Terbaik Dapatkan Tubuh Ideal

Health | Rabu, 19 Februari 2020 | 11:10 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB