Kasus Diabetes di Indonesia Semakin Meningkat, Ini Dia Biang Keladinya

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Kamis, 27 Februari 2020 | 21:43 WIB
Kasus Diabetes di Indonesia Semakin Meningkat, Ini Dia Biang Keladinya
Ilustrasi pengidap diabetes. (Shutterstock)

Suara.com - Kasus Diabetes di Indonesia Semakin Meningkat, Ini Dia Biang Keladinya

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang berbahaya. Bahayanya, jumlah pengidap penyakit ini di Indonesia selalu naik setiap tahun. Apa ya sebabnya?

Pakar gizi sekaligus dosen Poltekkes Jakarta, Dr. Marudut Sitompul, B.Sc., MPS, mengatakan berdasarkan data WHO, Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai negara dengan jumlah pasien diabetes terbanyak di Asia.

"Indonesia tuh nomor dua setelah India. Itu data WHO, jumlah penderita diabetes," kata ujarnya di Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Berdasarkan data WHO pula, Marudut mengatakan bahwa jumlah pasien diabetes di Indonesia pada tahun 2000 sekitar 8.426.000 jiwa. Angka ini diprediksi akan semakin meningkat pada tahun 2030, dan diprediksi mencapai 21.257.000 jiwa.

"Dan tahun 2030 diprediksi WHO tetap ranking dua. Bukan terbaik, tapi terburuk. Jadi ini serius sekali dan mengancam," katanya.

Marudut menjelaskan, 90 persen pengidap diabetes adalah pasien diabetes melitus tipe 2. Diabetes tipe 2 dikatakannya lebih berat daripada diabetes tipe 1, yang umumnya disebabkan karena genetik.

"Tipe 2 itu kadang-kadang gak jelas. Malah kadang kita gak sadar kalau sebetulnya udah diabetes," ucap Marudut.

Ilustrasi perempuan mengalami obesitas. (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan mengalami obesitas. (Shutterstock)

Ia mengatakan penyakit diabetes melitus sebenarnya sederhana. Tubuh tidak bisa menggunakan insulin dengan efektif sehingga terjadi penumpukan gula pada darah.

baca juga

Berat badan berlebih adalah biang keladi tingginya gula darah, yang berujung pada diabetes. Ditambah lagi, kurangnya aktivitas fisik dan asupan energi yang tinggi tapi rendah gizi, membuat kalori menumpuk di tubuh dan berubah menjadi lemak.

Karena itu ia menyarankan agar masyarakat mulai makan makanan gizi seimbang.

"Kedua mempertahankan berat badan normal, bukan berarti tidak mengonsumsi karbohidrat. Makanya saya katakan diet keto itu sangat berbahaya. Yang sehat itu low karbohidrat, low sugar," papar Marudut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Semakin Gemuk, Paru-Paru Semakin Cepat Menua

Studi: Semakin Gemuk, Paru-Paru Semakin Cepat Menua

Health | Kamis, 27 Februari 2020 | 19:15 WIB

Ketahui 5 Manfaat Kesehatan Daun Kari, Baik untuk Penderita Diabetes

Ketahui 5 Manfaat Kesehatan Daun Kari, Baik untuk Penderita Diabetes

Health | Minggu, 23 Februari 2020 | 08:00 WIB

Kakek dan Nenek Mungkin Berkontribusi pada Obesitas Anak, Ketahui Sebabnya!

Kakek dan Nenek Mungkin Berkontribusi pada Obesitas Anak, Ketahui Sebabnya!

Health | Rabu, 19 Februari 2020 | 07:30 WIB

Terkini

Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras

Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Jawa Tengah | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:13 WIB

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:50 WIB

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:44 WIB

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:33 WIB

×