Jangan Mengonsumsi Makanan yang Sama Setiap Hari, Ini 5 Bahayanya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 28 Februari 2020 | 15:57 WIB
Jangan Mengonsumsi Makanan yang Sama Setiap Hari, Ini 5 Bahayanya!
Ilustrasi Makanan. (Pixabay/changupn)

Suara.com - Setiap orang pasti memiliki satu makanan kesukaan. Beberapa orang mungkin rela mengonsumsi makanan yang sama setiap hari karena sangat menyukainya.

Sayangnya, mengonsumsi makanan yang sama setiap hari bukan pilihan terbaik. Karena, pola makanan seperti ini justru buruk bagi kesehatan Anda.

Menurut Monica Auslander Moreno, konsultas nutrisi untuk RSP Nutrisi dilansir dari The Healthy, manusia seharusnya mengonsumsi makanan yang bervariasi sepanjang hari, minggu dan bulan. Sehingga mereka mendapat berbagai macam nutrisi dari makanan yang berbeda-beda.

Berikut ini alasan manusia tak seharusnya mengonsumsi makanan yang sama setiap harinya.

1. Bisa menyebabkan kekurangan nutrisi

Tubuh manusia membutuhkan berbagai macam makanan, terutama buah dan sayuran untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Wesley Delbridge. Juru bicara Akademi Nutrisi dan Diet pun menyarankan manusia untuk mengonsumsi makanan yang bermacam-macam setiap harinya.

Ilustrasi Makan Buah dan Sayur untuk Jaga Kesehatan Usus. (Shutterstock)
Ilustrasi Makan Buah dan Sayur untuk Jaga Kesehatan Usus. (Shutterstock)

2. Merusak kesehatan usus

Konsumsi berbagai macam makanan yang dibutuhkan usus bisa membantu menumbuhkan bakteri sehat, yang berfungsi meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan pencernaan.

Dalam hal ini, makanan fermentasi seperti yogurt dan kefir yang menyediakan probiotik serta buah atau sayuran yang menyediakan prebiotik bisa membuat usus lebih sehat.

3. Menghambat penurunan berat badan

Sebuah studi baru menemukan, bahwa orang yang mengonsumsi makanan sehat lebih besar mampu menurunkan berat badan lebih cepat, daripada mereka yang makanan makanannya tidak bervariasi.

4. Merusak metabolisme tubuh

Sebuah studi dalam Journal of Nutrition menemukan bahwa makanan yang bervariasi memiliki risiko penyakit metabolik jauh lebih rendah. Kondisi ini bisa menyebabkan penyakit jantung dan diabetes. Karena itu, manusia disarankan mengonsumsi makanan yang bervariasi.

5. Mengisolasi sumber gizi

Banyak orang hanya fokus pada satu nutrisi dari makanan tertentu. Padahal Anda perlu memperhatikan asupan nutrisi dari makanan lainnya untuk memenuhi gizi harian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Bunga Ini Ternyata Bisa Dimakan, Punya Manfaat Kesehatan Juga lho!

5 Bunga Ini Ternyata Bisa Dimakan, Punya Manfaat Kesehatan Juga lho!

Health | Rabu, 12 Februari 2020 | 20:35 WIB

Satu Anak Kim Kardashian Lakukan Diet Pescatarian, Apakah Ada Manfaatnya?

Satu Anak Kim Kardashian Lakukan Diet Pescatarian, Apakah Ada Manfaatnya?

Health | Minggu, 09 Februari 2020 | 18:27 WIB

Kapan Waktu Terbaik untuk Memberi Nutrisi Bagi Tubuh?

Kapan Waktu Terbaik untuk Memberi Nutrisi Bagi Tubuh?

Video | Minggu, 19 Januari 2020 | 08:00 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB