Tak Mampu Beli Daging, Masyarakat Miskin Rentan Mengalami Stunting

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Jum'at, 28 Februari 2020 | 17:32 WIB
Tak Mampu Beli Daging, Masyarakat Miskin Rentan Mengalami Stunting
Ilustrasi daging dan susu. (Shutterstock)

Suara.com - Tak Mampu Beli Daging, Masyarakat Miskin Rentan Mengalami Stunting

Angka stunting di Indonesia berhasil turun dari 30,8 persen di 2018, menjadi 27,67 persen di 2019. Angka ini memang membuat gembira, tapi masih kurang dari harapan angka WHO dengan batasan 20 persen, artinya perjuangan belum usai.

Peneliti Institute For Demographic and Poverty Studies (IDEAS), Fajri Azhari melihat kendala besar pemberantasan stunting masih disebabkan oleh kemiskinan, dan tingkat kemampuan masyarakat membeli pangan.

"Masyarakat miskin menghadapi harga pangan yang mahal. Strategi yang ditempuh keluarga miskin yaitu beralih untuk mengkonsumsi pangan yang murah dan bisa diawetkan," ujar Fajri dalam diskusi publik Dompet Dhuafa di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (28/2/2020).

Penelitian Fajri juga mengungkap kelompok masyarakat termiskin, yakni 1 persen dari total penduduk Indonesia secara rata-rata hanya mengonsumsi 74,4 kilogram beras per kapita dalam setahun. Angka itu lebih banyak dari kelompok terkaya, 1 persen dari total penduduk Indonesia yakni 60,89 kilogram beras per kapita dalam setahun.

Itu artinya nasi lebih banyak dimakan, dibanding dengan lauk pauk lainnya yang bisa memenuhi gizi seimbang. Mengingat apa yang dimakan keluarga, juga akan diberikan pada anak.

"Dengan harga daging sapi, ikan segar, susu, daging ayam, telur, buah-buahan dan sayur segar yang tinggi, keluarga miskin dipaksa untuk memfokuskan konsumsinya pada pangan pokok terjangkau dan mengenyangkan seperti beras," ungkap Fajri.

Stunting berkaitan erat dengan ketahanan pangan dan faktor kemiskinan. (Suara.com/Dini Afrianti)
Stunting berkaitan erat dengan ketahanan pangan dan faktor kemiskinan. (Suara.com/Dini Afrianti)

Ketimpangan pada komsumsi pangan juga ditemukan sangat tinggi, khususnya pada jenis pangan penting harganya juga cukup mahal. Seperti kesenjangan mengonsumsi daging sapi dan susu.

"Sebagian besar penduduk tidak mampu mengakses daging sapi dan susu. Dua jenis pangan sumber protein terpenting untuk pertumbuhan fisik dan ketahanan tubuh," terangnya.

"Akses pangan yang merata bagi semua penduduk hanya terjadi pada konsumsi beras, minyak goreng dan kelapa, serta sayur-sayuran, yang diindikasikan oleh nilai koefisien gini yang rendah, di kisaran 0,2 hungga 0,3," sambung Fajri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buntut Wabah Virus Corona, Wacana Larangan Makan Anjing Heboh di China

Buntut Wabah Virus Corona, Wacana Larangan Makan Anjing Heboh di China

News | Kamis, 27 Februari 2020 | 18:33 WIB

Berkaca dari Simalungun, Ini Tiga Bahaya Mengonsumsi Daging Anjing

Berkaca dari Simalungun, Ini Tiga Bahaya Mengonsumsi Daging Anjing

Health | Selasa, 25 Februari 2020 | 13:35 WIB

Kronologi Puluhan Warga Simalungun Dilarikan ke Puskesmas Usai Makan Anjing

Kronologi Puluhan Warga Simalungun Dilarikan ke Puskesmas Usai Makan Anjing

News | Senin, 24 Februari 2020 | 08:42 WIB

Terkini

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:04 WIB