facebook

Menkes Terawan Sebut Kasus Deman Berdarah di NTT Sudah Serius

Risna Halidi
Menkes Terawan Sebut Kasus Deman Berdarah di NTT Sudah Serius
Menteri Kesehatan Republik Indonesia Terawan Agus Putranto (tengah) memberikan keterangan pers terkait dua WNI yang positif terkena virus Corona di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Senin (2/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Kasus demam berdarah di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur mencapai 2.116 orang.

Suara.com - Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Terawan Agus Putranto mengatakan kasus demam berdarah di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur mencapai 2.116 orang.

"Ini sangat serius," kata Menkes usai memimpin acara pelantikan dr. Achmad Yurianto sebagai Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) yang baru, menggantikan dr. Anung Sugihantono di Kemenkes, Jakarta, Senin (9/3/2020).

Dilansir Suara.com dari Antara, Menkes Terawan mengatakan selain wabah virus SARS-COV-2 atau Covid-19 yang banyak menyita perhatian banyak pihak, kasus deman berdarah yang semakin merenggut banyak korban juga perlu menjadi fokus penanganan pemerintah.

"Inilah yang justru lebih mematikan. Bayangin, hanya dalam hitungan bulan sama hari," katanya.

Baca Juga: Penjual Aduk Kuah Pakai Tangan Kosong, Warganet: Tidak Kenal Sendok Sayur?

Dari 2.116 kasus yang ia sebutkan, 31 pasien di antaranya meninggal dunia dengan kasus kematian terbanyak tercatat di Kabupaten Sikka yaitu sebanyak 13 kasus.

Menkes mengatakan akan langsung menuju ke kabupaten Sikka untuk memeriksa situasi dan mencoba mengendalikan deman berdarah.

"Saya harus terbang saat ini ke NTT untuk mengecek supaya jangan ada kematian lagi," kata Menkes Terawan.

Ia mengatakan dirinya masih belum mengetahui secara pasti faktor lingkungan seperti apa yang meningkatkan jumlah kasus di Kabupaten Sikka. "Nanti saya akan lihat, saya kan belum pernah menginjakkan kaki di Sikka" katanya.

Melihat kasus deman berdarah yang terus meningkat, Menkes Terawan mengimbau seluruh masyarakat untuk melaksanakan imbauan tiga M yaitu menguras dan menyikat kamar mandi, menutup tempat-tempat penampungan air atau genangan yang dapat dijadikan sebagai tempat bertelur, serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas sehingga tidak terabaikan dan menjadi sumber penularan penyakit.

Baca Juga: Makanan dan Minuman yang Perlu Dihindari Agar Asam Lambung Tidak Naik

"3 M itu dilakukan, termasuk membersihkan lingkungan dan sebagainya. Jangan sampai ada air tergenang di sekitar rumah," tutup Menkes Terawan.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar