Wafat Setelah Terinfeksi Corona, Pelatih Liga Spanyol Pernah Sakit Leukemia

Selasa, 17 Maret 2020 | 10:31 WIB
Wafat Setelah Terinfeksi Corona, Pelatih Liga Spanyol Pernah Sakit Leukemia
Pelatih Infantil A Atletico Portada Alta, Francisco Garcia. (Instagram/@atlportadaalta).

Suara.com - Seorang pelatih sepak bola asal Spanyol berusia 21 tahun, Francisco Garcia, meninggal dunia setelah dinyatakan positif virus corona baru alias Covid-19, pada Minggu (15/3/2020).

Talk Sport melaporkan, pelatih Atletico Portada Alta ini memiliki riwayat leukemia sebelum terinfeksi SARS-CoV-2. Kondisi inilah yang membuatnya rentan terhadap virus.

"Rumah sakit menelepon saya pada minggu malam pukul 19.00. Mereka mengatakan kondisinya sudah stabil, tetapi satu jam kemudian karena virus corona dan (leukemia)… Saya tidak percaya," kata Presiden Atletico Portada Alta, Pep Bueno.

Menurut seorang peneliti penyakit klinis dan infeksi Fred Hutchinson Cancer Research Center, Dr. Steve Pergam, pasien kanker secara umum memang lebih beresiko mengalami komplikasi besar ketika terinfeksi Covid-19.

"Data awal dari China dan laporan dari Italia dan tempat penularan lokal lainnya adalah bahwa pasien kanker akan berada pada risiko yang meningkat," jelas Dr. Steve Pergam.

Kanker darah (Shutterstock)
Kanker darah (Shutterstock)

Ia menambahkan, pasien dengan kondisi kelainan darah yang ganas seperti limfoma non-Hodgkin, leukemia limfositik kronis, leukemia myeloid akut, leukemia limfoblastik akut, dan multiple myeloma adalah yang paling berisiko.

Mereka yang dalam perawatan aktif untuk semua jenis kanker dan mereka yang telah menjalani transplantasi sumsum tulang juga berisiko tinggi.

Perawatan aktif yang dimaksud termasuk operasi, radiasi, kemoterapi, dan perawatan lain seperti imunoterapi.

Gary Lyman, ahli onkologi dan pakar kebijakan kesehatan di Hutch menambahkan, bahkan mereka yang tidak dirawat mungkin harus ekstra hati-hati.

Baca Juga: Pelatih di Liga Spanyol Meninggal Dunia setelah Positif Virus Corona

"Risiko ini melampaui periode perawatan aktif. Efek setelah pengobatan tidak berakhir ketika orang menyelesaikan terapi terakhir atau meninggalkan rumah sakit setelah operasi. Efek setelah kanker dan efek imunosupresif dari pengobatan dapat bersifat jangka panjang," jelasnya, dikutip dari FredHutch.org.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI