Diare dan Hilang Nafsu Makan Bisa Jadi Gejala Awal Corona Covid-19

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Senin, 23 Maret 2020 | 14:12 WIB
Diare dan Hilang Nafsu Makan Bisa Jadi Gejala Awal Corona Covid-19
Ilustrasi sakit perut. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi menemukan, masalah pencernaan seperti diare, muntah dan kehilangan nafsu makan bisa menjadi gejala virus corona.

Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti China, telah diteliti oleh akademisi lain dan diterbitkan minggu ini di American Journal of Gastroenterology, demikian dilansir dari Daily Mail.

Para peneliti mempelajari 107 pria dan 94 wanita dengan usia rata-rata 55 tahun yang semuanya dinyatakan positif Covid-19 antara 18 Januari dan 28 Februari.

Sebanyak 99 orang memiliki gejala pencernaan dan 92 di antaranya juga menderita masalah pernapasan akibat infeksi. Para peneliti menambahkan di antara 105 pasien tanpa gejala pencernaan, 85 hanya mengalami gejala pernapasan, dan 20 tidak memiliki gejala pernapasan atau pencernaan sebagai keluhan utama mereka.

Studi ini juga menemukan masalah pencernaan memburuk saat keparahan penyakit meningkat. Pasien tanpa masalah pencernaan dalam penelitian ini lebih mungkin untuk disembuhkan dan dipulangkan daripada pasien dengan masalah pencernaan, kata para ilmuwan.

Sekitar sepertiga (34,3 persen) pasien yang mengalami masalah pencernaan dikeluarkan pada 5 Maret, ketika penelitian berhenti mengumpulkan data.

Angka untuk perawatan yang berhasil ini naik menjadi 60 persen untuk orang-orang yang tidak mengalami gejala-gejala pencernaan.

Para peneliti menulis dalam penelitian mereka bahwa gejala-gejala pencernaan adalah keluhan yang umum muncul pada pasien dengan Covid-19.

Dr. Brennan Spiegel, Profesor Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat di UCLA dan co-editor jurnal penelitian ini diterbitkan, mengatakan bahwa pasien dengan gejala pencernaan memiliki hasil klinis yang lebih buruk dan risiko kematian lebih tinggi dibanding mereka yang tidak memiliki gejala pencernaan.

Ia pun menekankan pentingnya memasukkan gejala seperti diare untuk dicurigai Covid-19 di awal perjalanan penyakit sebelum gejala pernapasan berkembang.

"Ini dapat mengarah pada diagnosis Covid-19 yang lebih dini, yang dapat mengarah pada perawatan lebih dini dan karantina yang lebih cepat untuk meminimalkan penularan dari orang-orang yang jika tidak tetap tidak terdiagnosis," jelasnya.

Namun alasan pasti virus mempengaruhi sistem pencernaan masih belum diketahui, meski para akademisi percaya itu bisa mirip dengan bagaimana SARS merusak sistem.

Virus ini berikatan dengan reseptor pada sel manusia yang disebut ACE dan dapat memicu tubuh untuk membuat terlalu banyak sel hati yang disebut hepatosit.

Ini dapat menyebabkan cedera jaringan hati. Diperkirakan juga SARS-CoV-2 secara tidak langsung atau langsung merusak sistem pencernaan melalui respons peradangan yang merusak sistem pencernaan.

Para peneliti memperingatkan diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami bagaimana coronavirus baru memengaruhi tubuh manusia dan diperlukan penelitian dengan ukuran sampel yang lebih besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terima Bantuan 40 Ribu APD, Anies Salurkan ke Puskesmas dan RS di Jakarta

Terima Bantuan 40 Ribu APD, Anies Salurkan ke Puskesmas dan RS di Jakarta

News | Senin, 23 Maret 2020 | 14:00 WIB

Antisipasi Corona, Gedung Ini Dilengkapi Tusuk Gigi untuk Pencet Lift

Antisipasi Corona, Gedung Ini Dilengkapi Tusuk Gigi untuk Pencet Lift

News | Senin, 23 Maret 2020 | 14:04 WIB

Haru, Begini Janji Andrea Dian ke Suami Setelah Dinyatakan Positif Corona

Haru, Begini Janji Andrea Dian ke Suami Setelah Dinyatakan Positif Corona

Entertainment | Senin, 23 Maret 2020 | 14:05 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB