Mengapa Beberapa Orang dapat Menjadi Pembawa Corona Tanpa Gejala?

Angga Roni Priambodo | Rosiana Chozanah | Suara.com

Selasa, 24 Maret 2020 | 19:49 WIB
Mengapa Beberapa Orang dapat Menjadi Pembawa Corona Tanpa Gejala?
Petugas menunjukan suhu tubuh seorang calon penumpang sebelum memasuki Stasiun LRT Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (3/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Kasus virus corona baru semakin meningkat di Indonesia. Hingga Selasa (24/3/2020) pagi diketahui kasus bertambah menjadi 579 dengan kesembuhan 30 orang, dan sebanyak 49 orang telah dinyatakan meninggal dunia.

Bertambahnya kasus ini membuat masyarakat takut. Terlebih penularan dapat terjadi oleh orang yang tidak memiliki gejala namun terinfeksi.

Menurut pakar Dr. William Schaffner, seorang profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Vanderbilt dan penasihat lama untuk CDC, penularan dari seseorang tanpa gejala (asimptomatik) merupakan faktor utama penyebaran di masyarakat.

Mengapa sebagian orang menjadi pembawa tanpa gejala?

Menurut seorang profesor virofisika di Ryerson University, Catherine Beauchemin, alasannya berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh orang yang terinfeksi.

Dalam beberapa kasus, gejala yang dialami orang adalah akibat dari virus, sementara yang lain disebabkan oleh respons sistem imun tubuh terhadap virus ketika mencoba melawannya, jadi, bukan karena virus itu sendiri.

Masker yang Direkomendasikan WHO. [Shutterstock]
Ilsutrasi pembawa virus tanpa gejala [Shutterstock]

"Dalam kasus Covid-19, virus corona baru menginfeksi sel yang terlibat dalam sirkulasi oksigen, dikenal sebagai sel alveolar," jelasnya pada Inverse.

Ia melanjutkan, reseptor pada permukaan sel membuatnya menjadi inang yang ideal untuk virus. Artinya, ini dapat memengaruhi kemampuan dalam mengambil oksigen.

"Inilah sebabnya salah satu gejala paling umum dari virus corona saat ini adalah sesak napas, dan mengapa dokter menguji kadar oksigen dalam darah pasien untuk memastikan adanya infeksi," sambungnya.

Di sisi lain, batuk dan demam yang berhubungan dengan SARS-CoV-2 ini adalah tanda bahwa sistem kekebalan tubuh sedang berusaha melawan virus.

"Jadi begitu infeksi terdeteksi, respons kekebalan Anda muncul, seperti sejumlah besar tentara muncul dan ada kombinasi sel-sel inflamasi dan pensinyalan sel. Dan ini semua adalah respons imunmu," tambah Beauchemin lagi.

Jika Anda adalah pembawa asimptomatik, maka virus telah menginfeksi sel-sel Anda, kecuali:

- Reaksi sistem imun terlalu lama (dan gejala akan muncul terlambat).
- Sistem imun telah melawan infeksi sehingga tidak menunjukkan gejala.
- Infeksi sangat ringan dan tidak cukup untuk melibatkan respons sistem imun yang kuat.

"Bayangkan virus sebagai penjajah yang mengulur serangan mereka. Jika penjajah muncul dalam satu waktu, dan Anda muncul lebih awal saat hanya ada satu atau dua orang penjajah, Anda dapat mengalahkan mereka."

"Tetapi ketika gagal memerhatikan Anda sedang diserang dan kemudian saat Anda muncul sudah ada 2000 penjajah, Anda harus membawa pasukan lebih banyak untuk mendorong mereka semua mundur, dan dengan ini, Anda kemungkinan akan bergejala," tandasnya.

Catatan Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, sila hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:24 WIB

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Entertainment | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:49 WIB

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:07 WIB

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:05 WIB

Darurat Tsunami Digital, KPAI: 5 Juta Anak RI Akses Pornografi, 80 Ribu Terjerat Judi Online!

Darurat Tsunami Digital, KPAI: 5 Juta Anak RI Akses Pornografi, 80 Ribu Terjerat Judi Online!

News | Rabu, 22 April 2026 | 09:22 WIB

Pandemi Senyap 2026: Mengapa Anak Indonesia Kembali Diserang Campak?

Pandemi Senyap 2026: Mengapa Anak Indonesia Kembali Diserang Campak?

News | Selasa, 14 April 2026 | 08:49 WIB

Viral Pasien Lansia Sesak Napas Tak Segera Ditangani, Petugas Klinik Asyik Main Gim

Viral Pasien Lansia Sesak Napas Tak Segera Ditangani, Petugas Klinik Asyik Main Gim

Entertainment | Rabu, 01 April 2026 | 11:43 WIB

Cerita Marshel Widianto Nyaris Meninggal, Sesak Napas di Mobil Berujung di Meja Operasi

Cerita Marshel Widianto Nyaris Meninggal, Sesak Napas di Mobil Berujung di Meja Operasi

Entertainment | Rabu, 01 April 2026 | 08:30 WIB

WFH demi Hemat BBM: Solusi Visioner atau Sekadar Geser Beban ke Rakyat?

WFH demi Hemat BBM: Solusi Visioner atau Sekadar Geser Beban ke Rakyat?

Your Say | Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:45 WIB

Terkini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:56 WIB

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:13 WIB

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:47 WIB

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:25 WIB

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:46 WIB

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:00 WIB

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:13 WIB

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB