Ini 'Perang' yang Terjadi saat Sistem Imun Bertemu Virus Corona

Rendy Adrikni Sadikin | Rosiana Chozanah | Suara.com

Kamis, 26 Maret 2020 | 20:04 WIB
Ini 'Perang' yang Terjadi saat Sistem Imun Bertemu Virus Corona
Sel T, sistem kekebalan tubuh (Pixabay)

Suara.com - Anda tentu tahu bahwa kesembuhan suatu penyakit bergantung pada bagaimana sistem kekebalan tubuh melawan infeksi tersebut, tak terkecuali infeksi yang disebabkan oleh virus corona baru atau SARS-CoV-2.

Sistem kekebalan sendiri terdiri dari berbagai jenis sel dan molekul, seperti antibodi. Apa yang kita sebut sebagai 'garis pertahanan pertama' adalah apa yang dikenal sebagai sistem kekebalan tubuh bawaan.

Setiap sel di dalam tubuh dipersiapkan untuk membuat interferon, sebuah molekul antivirus, ketika mereka mendeteksi adanya 'penyusup'.

"Sel-sel ini akan mulai membuat molekul antivirus bawaan mereka sendiri yang akan mencoba dan menghentikan, misalnya, virus bereplikasi," jelas Marc Pellegrini, pakar penyakit menular di Walter and Eliza Hall Institute, Australia.

Nah, respon alami ini akan menghasilkan zat yang disebut dengan sitokin. Zat ini akan menyebabkan tubuh mengalami demam dan peradangan jaringan ketika sel-sel mulai mati.

Virus corona (COVID-19) muncul dari permukaan sel manusia, credit: NIAID-RML
Virus corona (COVID-19) muncul dari permukaan sel manusia, credit: NIAID-RML

"Itu mekanisme alami bagi mereka untuk mencoba dan 'bunuh diri' jika mereka (sel) tahu sudah terinfeksi," lanjutnya, dilansir abc.net.au.

Selain semua hal di atas, tubuh masih memiliki sel darah putih. Ini dikenal sebagai pembunuh alami, yang mendeteksi sel terinfeksi dan membunuhnya.

Lalu, garis pertahanan kedua terjadi pada spektrum sel darah putih lainnya, seperti monosit, makrofag, dan neutrofil yang akan mencari dan mengenali infeksi.

Mereka ini akan melepaskan hormon kekebalan tubuh untuk mempersiapkan sel-sel lain ketika ada kemungkinan rinfeksi.

Baris pertahanan ketiga adalah sistem imun adaptif, yang memakan waktu beberapa hari untuk melawan. Ini adalah sel darah putih seperti T-sel yang bertugas membunuh sel yang terinfeksi, dan B-sel yang menghasilkan antibodi.

Permasalahan dalam melawan virus corona baru adalah tubuh kita belum memiliki antibodi atau sistem imun adaptif. Jika sistem imun tidak dapat mengentikan virus bereplikasi, patogen ini akan 'overdrive' dan meningkatkan peradangan, terutama di paru-paru. Inilah yang menyebabkan pneumonia.

Catatan Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, sila hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?

Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?

Health | Senin, 23 Februari 2026 | 07:05 WIB

Dharma Pongrekun: Virus Nipah Datang dengan Kepentingan!

Dharma Pongrekun: Virus Nipah Datang dengan Kepentingan!

Video | Selasa, 10 Februari 2026 | 16:50 WIB

Dharma Pongrekun Kritik Respons Pemerintah soal Virus Nipah: Hanya Mengikuti Alarm Global!

Dharma Pongrekun Kritik Respons Pemerintah soal Virus Nipah: Hanya Mengikuti Alarm Global!

News | Selasa, 10 Februari 2026 | 08:51 WIB

Dharma Pongrekun Soal Virus Nipah: Setiap Wabah Baru Selalu Datang dengan Kepentingan

Dharma Pongrekun Soal Virus Nipah: Setiap Wabah Baru Selalu Datang dengan Kepentingan

News | Senin, 09 Februari 2026 | 23:22 WIB

Mengenal Virus Nipah (NiV): Bahaya Buah Terkontaminasi dan Cara Mencegah Infeksinya

Mengenal Virus Nipah (NiV): Bahaya Buah Terkontaminasi dan Cara Mencegah Infeksinya

Your Say | Selasa, 03 Februari 2026 | 19:10 WIB

Virus dan Akhir Dunia

Virus dan Akhir Dunia

Your Say | Selasa, 03 Februari 2026 | 12:15 WIB

Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan

Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan

News | Senin, 02 Februari 2026 | 20:47 WIB

Waspada Virus Nipah Mengintai! Kemenkes Ingatkan Jangan Konsumsi Nira Aren Segar dari Pohon

Waspada Virus Nipah Mengintai! Kemenkes Ingatkan Jangan Konsumsi Nira Aren Segar dari Pohon

News | Minggu, 01 Februari 2026 | 16:58 WIB

Mengalami Peningkatan, Begini Cara Melindungi Diri dari Virus Nipah

Mengalami Peningkatan, Begini Cara Melindungi Diri dari Virus Nipah

Lifestyle | Kamis, 29 Januari 2026 | 07:17 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB