Viral Cuci Buah dan Sayur Pakai Sabun, Hoaks Minum Metanol Cegah Corona

Risna Halidi
Viral Cuci Buah dan Sayur Pakai Sabun, Hoaks Minum Metanol Cegah Corona

Lima berita kesehatan paling populer di Suara.com.

Suara.com - Lewat sebuah video yang viral di media sosial, seorang dokter keluarga AS menyarankan masyarakat untuk mencuci buah dan sayur menggunakan sabun. Namun menurut ilmuwan lain, cara tersebut dianggap tak baik. Apa penjelasannya?

Berdasarkan laporan media Iran, ratusan orang meninggal dunia di sana akibat keracunan alkohol metanol yang diklaim dapat mengobati virus corona Covid-19. Berita mengenai mencuci buah dan sayur dengan sabun serta hoaks konsumsi alkohol metanol menjadi berita paling populer di kanal Health Suara.com.

1. Viral Video Cuci Buah dan Sayur Pakai Sabun, Ilmuwan: Ini Bukan Ide Bagus

Ilustrasi mencuci buah dan sayur (shutterstock)
Ilustrasi mencuci buah dan sayur (shutterstock)

Seorang dokter keluarga di Grand Rapids, Michigan, AS, Jeffrey VanWigen, mengunggah sebuah video tutorial membersihkan buah atau sayuran selama pandemi virus corona baru ini ke kanal YouTube-nya pada Selasa (24/3/2020) lalu.

Dalam video tersebut VanWingen menyarankan untuk membersihkan buah menggunakan sabun.

Baca selengkapnya

2. Minum Metanol Demi Cegah Corona Covid-19, 300 Orang Justru Meninggal Dunia!

Ilustrasi minuman alkohol [shutterstock]
Ilustrasi minuman alkohol [shutterstock]

Kasus kematian akibat virus corona Covid-19 di Iran telah mencapai 2.378 orang dan total orang yang positif terinfeksi pun mencapai lebih dari 32 ribu orang.

Situasi ini pastinya cukup meresahkan masyarakat sehingga mereka mencari cara untuk melindungi dirinya. Sayangnya, cara pencegahan dan pengobatan infeksi virus corona Covid-19 dengan minum metanol justru menewaskan ratusan orang.

Baca selengkapnya

3. Virus Corona Covid-19 Tak Tahan Panas, Kapan Waktu Terbaik Keluar Rumah?

Virus corona penyebab Covid-19 disebut tak tahan panas [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]
Virus corona penyebab Covid-19 disebut tak tahan panas [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]

Seorang ahli virus atau virologi Indonesia, drh. Indro Cahyono mengungkapkan bahwa daya tahan virus sangat terpengaruh suhu. Semakin panas suhu, maka kemampuan virus untuk bertahan akan semakin kecil.

"Jadi kalau misalnya dia (virus) di suhu 10-15 (derajat) mungkin dia bisa bertahan di lingkungan sampai 3 jam. Di suhu 20-25, dia hanya bertahan selama 3 menit. Sekarang suhu di Indonesia 26-30 derajat, gak sampai 1 menit itu virusnya sudah hilang," jelas Indro saat dihubungi Suara.com.

Baca selengkapnya

4. Pakar Virus: Harusnya Corona Lebih Cepat Mati di Indonesia daripada Wuhan

Suasana Car Free Day atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. [Suara.com/Oke Atmaja]
Suasana Car Free Day atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. [Suara.com/Oke Atmaja]

Seorang ahli virus atau virolog Tanah Air, drh. Moh Indro Cahyono mengatakan seharusnya Indonesia bisa menangani virus corona Covid-19 lebih cepat dari kota Wuhan, Hubei, China.

Wuhan sendiri dikenal sebagai episentrum penyebaran virus corona jenis baru dan memerlukan waktu setidaknya tiga bulan untuk dapat benar-benar mengurangi penyebaran virus tersebut.

Baca selengkapnya

5. Perlukah Semprot Bahan Makanan Pakai Disinfektan setelah Belanja?

Ilustrasi belanja bahan makanan (shutterstock)
Ilustrasi belanja bahan makanan (shutterstock)

Saat ini banyak orang memiliki mendisinfektan rumah, lingkungan sekitar rumah dan badan setiap kali keluar masuk demi mencegah penyebaran virus corona Covid-19.

Banyak pula yang selalu mendisinfektan barang-barang atau paketan sebelum masuk ke dalam rumah. Tak terkecuali gadget, laptop dan barang-barang elektronik yang selalu dibawa ke mana pun.

Baca selengkapnya

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS