Dari China, Begini Awal Penyebaran Virus Corona ke Seluruh Dunia

Yasinta Rahmawati

Sabtu, 04 April 2020 | 18:36 WIB
Dari China, Begini Awal Penyebaran Virus Corona ke Seluruh Dunia
Pandemi Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Virus corona baru atau Covid-19 telah menyebar ke hampir setiap negara di dunia sejak pertama kali muncul di China pada awal tahun 2020.

Penyakit ini sudah mulai menyerang di Eropa, Amerika Serikat dan Asia Tenggara dan mulai menimbulkan kekacauan di Afrika dan Amerika Selatan.

Bagaimana virus corona baru, SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19 dari China bisa hingga kini menyebar di hampir ke seluruh negara di dunia?

Dari Pasar Hewan

Dirangkum dari Telegraph, penyebaran virus corona ke seluruh dunia diyakini bermula dari "pasar basah" di Wuhan, China yang menjual hewan hidup dan mati, termasuk ikan dan burung.

Pasar-pasar seperti itu menimbulkan risiko yang lebih tinggi dari virus yang berpindah dari hewan ke manusia karena standar kebersihan sulit dipertahankan jika hewan hidup dipelihara dan disembelih di lokasi.

Biasanya, pasar tersebut juga sangat padat sehingga penyakit dapat menyebar dari satu spesies ke spesies lainnya.

Sumber hewan Covid-19 belum diidentifikasi, tetapi inang aslinya adalah kelelawar. Kelelawar tidak dijual di pasar Wuhan tetapi mungkin telah menginfeksi ayam hidup atau hewan lain yang dijual di sana.

Kelelawar memiliki banyak virus zoonosis termasuk Ebola, HIV dan rabies.

baca juga
Ilustrasi kelelawar (Shutterstock)
Ilustrasi kelelawar (Shutterstock)

Sulit Dikendalikan

Covid-19 terkait erat dengan sindrom pernafasan akut yang parah (SARS) yang melanda seluruh dunia pada tahun 2002 hingga 2003. Virus itu menginfeksi sekitar 8.000 orang dan membunuh sekitar 800.

Namun penyebaran SARS dapat segera dihentikan, sebab sebagian besar mereka yang terinfeksi menunjukkan sakit parah sehingga jadi lebih mudah dideteksi, cepat ditangani dan akhirnya dapat dikendalikan.

Wabah lain dari virus corona adalah Middle East Respiratory Syndrome (Mers), kasus yang telah terjadi secara sporadis sejak pertama kali muncul pada tahun 2012. Ada sekitar 2.500 kasus dan hampir 900 kematian.

Sayangnya, Covid-19 berbeda dengan SARS dan MERS karena spektrum penyakitnya luas, dengan sekitar 80 persen kasus mengarah pada infeksi ringan.

Pada banyak kasus, banyak orang yang membawa penyakit dan tidak menunjukkan gejala. Inilah yang membuat Covid-19 lebih sulit untuk dikendalikan.

Sebab tiap orang yang melakukan perjalanan ke Wuhan, China dan negara lainnya sangat mungkin membawa virus tersebut dan menularkannya pada orang lain meski ia sendiri tidak merasa sakit. 

Perlu diingat pula mengenai masa inkubasi, sejumlah penelitian menyatakan masa inkubasi virus corona baru adalah 2-14 hari. Sementara, gejalanya, menurut beberapa penelitian, baru akan terlihat pada hari ke-5.

Gejala awal Covid-19 termasuk demam, batuk kering, kelelahan, dan perasaan tidak sehat secara umum. Gejala lain muncul seperti hilangnya rasa dan bau serta masalah perut.

Batuk merupakan gejala infeksi pneumonia misterius di China. (Shutterstock)
Batuk merupakan gejala infeksi pneumonia misterius di China. (Shutterstock)

Selain itu para ilmuwan di China percaya bahwa Covid-19 telah bermutasi menjadi dua jenis, satu lebih agresif daripada yang lain, yang dapat membuat pengembangan vaksin menjadi lebih rumit.

Menyebar Lewat Droplets

Seperti virus flu dan pilek, virus corona Covid-19 ini menyebar melalui tetesan (droplets) ketika seseorang batuk atau bersin. Tetesan mendarat di permukaan benda dan menempel di tangan orang lain kemudian menyebar lebih jauh.

Orang-orang akan tertular virus ketika mereka menyentuh tangan mereka yang terinfeksi ke mulut, hidung atau mata mereka. Virus pun lalu akan dengan mudah masuk ke saluran pernapasan.

Oleh karena itu, salah satu hal terpenting yang dapat Anda lakukan untuk melindungi diri adalah menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci dengan sabun dan air atau gel pembersih tangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Turnamen Setop karena Virus Corona, Pelatih PBSI Dituntut Lebih Kreatif

Turnamen Setop karena Virus Corona, Pelatih PBSI Dituntut Lebih Kreatif

Sport | Sabtu, 04 April 2020 | 17:22 WIB

Update Corona 4 April 2020 di Jogja: 34 Positif, 6 Sembuh

Update Corona 4 April 2020 di Jogja: 34 Positif, 6 Sembuh

Jogja | Sabtu, 04 April 2020 | 17:21 WIB

Koma 10 Hari akibat Corona Covid-19, Pria Ini Tak Ingat Istri dan Anaknya!

Koma 10 Hari akibat Corona Covid-19, Pria Ini Tak Ingat Istri dan Anaknya!

Health | Sabtu, 04 April 2020 | 17:50 WIB

13 Jam Tangani Pasien Corona Covid-19, Perawat Ini sampai Alami Dehidrasi

13 Jam Tangani Pasien Corona Covid-19, Perawat Ini sampai Alami Dehidrasi

Health | Sabtu, 04 April 2020 | 15:41 WIB

Terkini

Dilema Perempuan Modern: Tuntutan Harus Mandiri dan Beban untuk Selalu Terlihat 'Proper'

Dilema Perempuan Modern: Tuntutan Harus Mandiri dan Beban untuk Selalu Terlihat 'Proper'

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 17:52 WIB

4 Calming Sunscreen Korea Lawan Kemerahan dan Dehidrasi pada Kulit Sensitif

4 Calming Sunscreen Korea Lawan Kemerahan dan Dehidrasi pada Kulit Sensitif

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 17:50 WIB

Dilema Atlet Pelajar: Saat Generasi Emas Dipaksa Memilih Antara Lapangan atau Kelas

Dilema Atlet Pelajar: Saat Generasi Emas Dipaksa Memilih Antara Lapangan atau Kelas

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 17:39 WIB

Boni Hargens Soroti Polri di Era Digital: Citizen Journalism Bisa Jadi Early Warning System

Boni Hargens Soroti Polri di Era Digital: Citizen Journalism Bisa Jadi Early Warning System

News | Minggu, 20 September 2026 | 17:33 WIB

Presiden Prabowo Perintahkan Kapolri Usut 95 Korporasi Terindikasi Karhutla: Jangan Ragu

Presiden Prabowo Perintahkan Kapolri Usut 95 Korporasi Terindikasi Karhutla: Jangan Ragu

News | Minggu, 20 September 2026 | 17:32 WIB

Mengapa Nasi di Rice Cooker Cepat Lembek dan Menguning Padahal Baru Dimasak Beberapa Jam?

Mengapa Nasi di Rice Cooker Cepat Lembek dan Menguning Padahal Baru Dimasak Beberapa Jam?

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 17:25 WIB

Gajian Tiap Bulan, tapi Takut Kehabisan Uang: Inikah Realitas Dunia Kerja?

Gajian Tiap Bulan, tapi Takut Kehabisan Uang: Inikah Realitas Dunia Kerja?

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 17:20 WIB

Karhutla di Poso Meluas ke Permukiman, 15 Hektare Lahan dan 2 Rumah Terbakar

Karhutla di Poso Meluas ke Permukiman, 15 Hektare Lahan dan 2 Rumah Terbakar

News | Minggu, 20 September 2026 | 17:05 WIB

Tampil Gagah ala Harley-Davidson, Motor Cruiser Yamaha V Star 250 Dibanderol Cuma Rp80 Jutaan

Tampil Gagah ala Harley-Davidson, Motor Cruiser Yamaha V Star 250 Dibanderol Cuma Rp80 Jutaan

Otomotif | Minggu, 20 September 2026 | 17:03 WIB

Panas Bumi Jadi Andalan Energi Bersih, Indonesia Bidik 7,5 GW pada 2034

Panas Bumi Jadi Andalan Energi Bersih, Indonesia Bidik 7,5 GW pada 2034

Bisnis | Minggu, 20 September 2026 | 17:00 WIB

×