Kurangnya Sentuhan Membuat Isolasi Akibat Covid-19 Semakin Sulit

Rauhanda Riyantama | Fita Nofiana | Suara.com

Minggu, 05 April 2020 | 15:25 WIB
Kurangnya Sentuhan Membuat Isolasi Akibat Covid-19 Semakin Sulit
Ilustrasi tangan bersentuhan. (Shutterstock)

Suara.com - Manusia menyukai kontak fisik yang konsensual dengan orang lain pun soal kebersaaman secara langsung. Hal itu yang disebut para peneliti membuat karantina akibat Covid-19 menjadi hal yang menyulitkan bagi banyak orang.

"Tidak semua orang menyukai situasi ini, beberapa orang memang membenci berada di sekitar orang banyak. Tetapi kebanyakan orang, bersama dengan banyak orang lain menciptakan kesenangan fisiologis, endorfin, dan lain-lain," kata Michael Muthukrishna, asisten profesor Psikologi Ekonomi di London School of Economics and Political Sciece pada CNN.

Menurut Muthukrishna, kebersamaan secara langsung bisa meningkatkan hormon di otak dan tubuh, seperti endorfin, serotonin, dan oksitosin. Beberapa hormon tersebut pada dasarnya akan memberi perasaan bahagia dan cinta.

Sayangnya wabah virus corona malah membuat saling menjauh secara fisik sebagai bentuk kasih sayang. Memang konektivitas dengan orang lain masih bisa dilakukan via online, namun kualitasnya tetap tidak sama saat bertemu secara langsung.

Mengalihbahasakan dari CNN, Tiffany Field, pendiri dan direktur Touch Research Institute, Universitas Miami menyatakan bahwa sentuhan langsung bermanfaat bagi kesehatan.

"Kontak kulit ke kulit antara ibu dan bayi bisa mengontrol detak jantung dan pernapasan bayi, merangsang pencernaan, membantu menangkis infeksi, dan baik untuk kekebalan tubuh," kata Field.

"Manfaat kesehatan dari sentuhan manusia terus berlanjut hingga masa kanak-kanak, remaja, dan dewasa," imbuhnya.

Field mengkhawatirkan kesehatan manusia karena semakin mengisolasi diri secara fisik dan menjadi asyik berkomunikasi melalui teknologi.

Ilustrasi isolasi atau karantina COVID-19 - (Pixabay/Alexey_Hulsov)
Ilustrasi isolasi atau karantina COVID-19 - (Pixabay/Alexey_Hulsov)

Meskipun bermanfaat, selama pandemi ini kontak manusia secara harfiah adalah ancaman terbesar. Tetapi para ahli sepakat bahwa manfaat jarak sosial jauh lebih besar daripada risiko bersosialisasi.

Field berharap bahwa meskipun tinggal di rumah orang-orang sebaiknya perbanyak saling menyentuh. "Gosok punggung orang yang Anda cintai dan jika Anda hidup sendiri selama periode ini, maka sentuhlah diri Anda sendiri," saran Field.

"Kita tahu bahwa saling menyentuh sangat penting untuk alasan kesehatan. Menggerakkan kulit membuat tubuh menjadi lebih santai. Aktivitas vagal di otak meningkat, memperlambat detak jantung dan menurunkan hormon stres," tambahnya.

"Jika Anda hidup sendirian, lakukan pijatan untuk diri sendiri," kata Field pada CNN.

Sementara di sisi sosial, orang-orang dalam karantina penting untuk tetap terhubung dengan cara non-fisik.

"Periode jarak sosial ini kemungkinan paling sulit bagi orang dewasa yang lebih tua yang tidak memiliki pasangan dan dukungan sosial yang merawat mereka," kata Bianca Suanet, seorang sosiolog dari Vrije Universiteit Amsterdam.

Untuk itu, Bianca Suanet merekomendasikan agar tetap terhubung secara online dan sesering mungkin berkomunikasi dengan orangtua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah China Akhirnya Berikan Penghargaan pada Dokter Li Wenliang

Pemerintah China Akhirnya Berikan Penghargaan pada Dokter Li Wenliang

Health | Minggu, 05 April 2020 | 14:47 WIB

Pabrik Lockdown, Antrean Panjang Pemudik Pulang Kampung Terjadi di Merak

Pabrik Lockdown, Antrean Panjang Pemudik Pulang Kampung Terjadi di Merak

Banten | Minggu, 05 April 2020 | 13:20 WIB

Karena Corona TKI di Malaysia Kelaparan, Makan Daun dengan 2 Anaknya

Karena Corona TKI di Malaysia Kelaparan, Makan Daun dengan 2 Anaknya

News | Minggu, 05 April 2020 | 13:18 WIB

Makan Indomie Goreng Pakai Kopi Serbuk, Berani Coba di Rumah?

Makan Indomie Goreng Pakai Kopi Serbuk, Berani Coba di Rumah?

Lifestyle | Minggu, 05 April 2020 | 13:07 WIB

Terkini

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB