Dapatkah Virus Corona Bertahan Lama pada Kain atau Pakaian?

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Selasa, 07 April 2020 | 15:04 WIB
Dapatkah Virus Corona Bertahan Lama pada Kain atau Pakaian?
Ilustrasi pakaian (Instagram/@nickdepartee)

Suara.com - Banyak orang yang khawatir akan penyebaran virus corona jenis baru. Bahkan, para tenaga medis di ruang UGD akan langsung melepas pakaian mereka segera setelah tiba di rumah, beberapa bahkan sebelum mereka masuk ke rumah.

Apakah ini artinya kita harus cemas dengan transmisi atau penularan SARS-CoV-2 dari pakaian, handuk, dan bahan tekstil lainnya?

Sebelumnya sudah ada peneliti yang menemukan bahwa virus dapat bertahan di permukaan hingga 72 jam, namun studi ini tidak termasuk pada kain.

"Sejauh ini, bukti menunjukkan bahwa lebih sulit untuk 'memerangkap' virus di permukaan lunak (seperti kain) daripada di permukaan yang keras dan sering disentuh," tulis direktur senior pencegahan infeksi di Sistem Kesehatan John Hopkins, Lisa Maragakis, MD.

Namun, ada satu hal diketahui para ahli pada titik sekarang ini, bahwa sebagian besar penularan terjadi melalui kontak dekat, bukan dari menyentuh permukaan keras atau pakaian.

Ilustrasi Produk Fesyen yang Akan Ditinggalkan di Tahun 2020. (Shutterstock)
Ilustrasi wanita bertanya-tanya apakah ada virus corona di pakaiannya (Shutterstock)

Jadi, dilansir WebMD, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah tetap berada di rumah. Dan jika keluar, praktikkan jarak fisik dengan orang lain.

"Ini adalah senjata yang sangat kuat," tutur direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Robert Redfield, MD.

"Virus ini tidak dapat berpindah dari orang ke orang secara mudah. Itu perlu kontak dekat. Membutuhkan kita berada dalam jarak enam kaki (1,8 meter)," sambungnya.

Ilustrasi Pakaian dengan Tulisan (Pixabay/milivanily)
Ilustrasi Pakaian  (Pixabay/milivanily)

Jika Anda menduga terlalu dekat dalam waktu lama atau ada seseorang yang batuk di dekat Anda, tidak ada salahnya untuk mengganti pakaian dan segera mencucinya, terutama jika ada permukaan keras seperti kancing dan resleting di mana virus mungkin tertinggal.

Kemudian keringkan pakaian dalam suhu tinggi, yaitu di atas 56 derajat Celcius, agar virus mati.

Jangan lupa untuk mencuci tangan segera setelah memasukkan pakaian ke dalam mesin cuci.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jakarta Berstatus Pembatasan Sosial Berskala Besar

Jakarta Berstatus Pembatasan Sosial Berskala Besar

Foto | Selasa, 07 April 2020 | 14:55 WIB

CEK FAKTA: Makan Pisang Bisa Mencegah Virus Corona Covid-19?

CEK FAKTA: Makan Pisang Bisa Mencegah Virus Corona Covid-19?

Health | Selasa, 07 April 2020 | 14:51 WIB

Kasihan, Kucing Terjebak 40 Hari di Apartemen Saat Tuannya Sakit Covid-19

Kasihan, Kucing Terjebak 40 Hari di Apartemen Saat Tuannya Sakit Covid-19

Lifestyle | Selasa, 07 April 2020 | 15:00 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB