Bukan Hanya Covid-19, Jubir Yurianto Ingatkan Bahaya Demam Berdarah

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi
Bukan Hanya Covid-19, Jubir Yurianto Ingatkan Bahaya Demam Berdarah
Petugas melakukan pangasapan (fogging) di Kecamatan Kramat Jati, Jakarta, Kamis (17/11).

"Demam berdarah dan Covid adalah sesuatu yang rawan terjadi dan memiliki angka kematian yang cukup tinggi," papar Yurianto.

Suara.com - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto kembali mengingatkan masyarakat pentingnya untuk bekerja, belajar dan berkegiatan di rumah, sekaligus menjaga kebersihan rumah terutama memberantas sarang nyamuk aedes aegypty penyebab sakit demam berdarah dengue.

"Periode pancaroba yang secara klasik akan disertai dengan kasus demam berdarah cukup banyak," kata Yurianto di Graha BNPB, Jakarta Timur, Selasa (7/4/2020).

Ia mengatakan bukan hanya virus corona Covid-19 yang mengintai Indonesia, tapi juga demam berdarah yang diakibatkan oleh yang bersarang di rumah dan di lingkungan.

"Demam berdarah dan Covid adalah sesuatu yang rawan terjadi dan memiliki angka kematian yang cukup tinggi," papar Yurianto.

Meski demikian, Yurianto mengakui bahwa tenaga kesehatan saat itu lebih berkonsentrasi mencegah penularan Covid-19. Mengingat penyakit demam berdarah sudah ditemukan obatnya sementara Covid-19 belum.

Pada Selasa, 7 April 2020 ini, pemerintah telah memeriksa sebanyak 14.354 spesimen dari 300 RS di seluruh Indonesia.

Dari spesimen itu didapati sebanyak 2.738 kasus konfirmasi positif Covid-19 dengan 204 orang dinyatakan sembuh, dan 221 orang meninggal dunia.

"Data ini menunjukkan masih ada orang sakit mengandung virus, tapi tidak merasakan dirinya sakit berada di tengah-tengah masyarakat. Mari patuh dan disiplin cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, pakai masker, jaga jarak aman, patuh dan disiplin tinghap di rumah," tutupnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS