Beda Nyeri Dada akibat Covid-19, Kecemasan dan Penyakit Jantung

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Kamis, 09 April 2020 | 15:09 WIB
Beda Nyeri Dada akibat Covid-19, Kecemasan dan Penyakit Jantung
Ilustrasi nyeri dada. (Shutterstock)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, orang yang positif Covid-19 akan merasa dadanya kencang atau merasa seolah-olah tidak bisa bernapas dengan baik. Sayangnya perbedaan nyeri dada akibat Covid-19, kecemasan, hingga penyakit jantung hampir mirip.

Melansir dari WebMD, seorang dokter penyakit dalam berlisensi, Michael W. Smith, MD dari Amerika Serikat membagikan beberapa perbedaan nyeri dada, baik bagi orang positif Covid-19, sakit jantung, hingga akibat rasa cemas atau panik.

"Pertama, Anda tidak boleh mengabaikan nyeri dada apapun penyebabnya. Jika Anda mengalami nyeri dada yang mendadak, hubungi 911. Nyeri dada akibat serangan jantung biasanya dada terasa diremas," tulis Smith di WebMD.

Menurut Smith, nyeri dada karena kecemasan biasanya muncul tiba-tiba. "Anda kemungkinan juga akan mengalami detak jantung berdetak. Anda bahkan mungkin merasa sulit bernapas," tambah Smith.

Sifat tiba-tiba dari nyeri dada menjadi ciri utama kecemasan. Namun, gejala yang sama dapat terjadi pada sakit jantung.

Ilustrasi perempuan mengalami nyeri dada. (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan mengalami nyeri dada. (Shutterstock)

"Nyeri dada mendadak yang berlangsung lebih dari satu menit, sebaiknya Anda langsung ke dokter. Biarkan dokter Anda mencari tahu apakah itu terkait kecemasan atau jantung," tambahnya.

Sementara nyeri dada sebagai gejala Covid-19 biasanya tidak muncul secara tiba-tiba. Smith menyatakan, bahwa gejala infeksi virus corona biasanya akan berkembang selama beberapa hari.

"Jadi jika Anda merasa baik-baik saja dan tiba-tiba dada nyeri maka itu bukan gejala infeksi virus corona," tulis Smith.

"Tetapi jika Anda sakit selama beberapa hari dan merasa benar-benar buruk, sakit dada Anda mungkin gejala Covid-19. Jika napas Anda pendek, segera hubungi dokter," imbuhnya.

Smith kembali menegaskan, apabila nyeri dada terjadi menetap dan berulang maka sebaiknya segera datang ke dokter. Ia juga menyerankan agar orang-orang mulai melakukan meditasi sederhana untuk melepas kecemasan di tengah pandemi corona.

"Ambil napas dalam-dalam secara perlahan, isi paru-paru Anda sepenuhnya tahan selama beberapa detik, lalu lepaskan. Tarik napas selama 4 detik, tahan selama 2 detik, lalu buang napas selama 4 detik lakukan beberapa kali," tulis Smith menyarankan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisakah Virus Corona Covid-19 Tahan Hidup di Air, Ini Faktanya!

Bisakah Virus Corona Covid-19 Tahan Hidup di Air, Ini Faktanya!

Health | Kamis, 09 April 2020 | 14:23 WIB

Wali Kota: Takut Bawa Corona, PNS Depok Jangan Mudik!

Wali Kota: Takut Bawa Corona, PNS Depok Jangan Mudik!

Jabar | Kamis, 09 April 2020 | 13:34 WIB

PSBB di Jakarta Berlaku Besok, Pedagang Warteg Diminta Tidak Mudik

PSBB di Jakarta Berlaku Besok, Pedagang Warteg Diminta Tidak Mudik

News | Kamis, 09 April 2020 | 13:29 WIB

Terkini

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB