Ketimbang SARS, Virus Penyebab Covid-19 Disebut Menyebar 3 Kali Lebih Cepat

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana | Suara.com

Senin, 13 April 2020 | 07:35 WIB
Ketimbang SARS, Virus Penyebab Covid-19 Disebut Menyebar 3 Kali Lebih Cepat
Novel Coronavirus (nCoV). (Shutterstock)

Suara.com - Peneliti dari Universitas Hong Kong (HKU) menyatakan bahwa virus corona penyebab Covid-19 dapat menghasilkan pantogen lebih dari 3 kali lipat ketimbang virus corona penyebab Sars.

Mengalihbahasakan dari South China Morning Post (SCMP), temuan dari penelitian yang dipimpin oleh ahli mikrobiologi terkemuka Hong Kong, Yuen Kwok-yung ini merupakan penelitian dari tes yang dilakukan pada jaringan paru yang diambil dari pasien.

Hasilnya menggarisbawahi viralitas penyakit, serta kesulitan bagi otoritas kesehatan di seluruh dunia untuk mendeteksinya dibandingkan dengan Sars.

"Butuh sekitar enam bulan untuk mengatasi epidemi Sars. Tetapi ini adalah tantangan yang jauh lebih besar untuk pandemi Covid-19, yang telah menginfeksi lebih dari 1,6 juta orang di seluruh dunia dan menyebabkan lebih dari 100.000 kematian dalam empat bulan," kata Yuen, dari HKU yang memimpin penelitian dalam jurnal ilmiah Clinical Infectious Diseases.

Ilustrasi virus Corona Covid-19 - (Pixabay/geralt)
Ilustrasi virus Corona Covid-19 - (Pixabay/geralt)

"Hampir tidak ada kemungkinan menyelesaikan persebaran virus sebelum Juli," tambahnya.

Yuen dan timnya menemukan virus corona baru yang secara resmi dikenal sebagai Sars-CoV-2 (penyebab Covid-19), menghasilkan 3,2 kali lipat partikel virus menular daripada Sars dalam waktu 48 jam.

"Dalam beberapa kasus, Sars-CoV-2 dapat bereplikasi sekitar 100 kali dalam waktu 48 jam, sementara virus Sars mungkin memuncak sekitar 10 hingga 20 kali replikasi," Dr Chu Hin, asisten profesor penelitian HKU.

Coronavirus, penyebab MERS (shutterstock)
Coronavirus, penyebab MERS (shutterstock)

Meskipun bereproduksi lebih efisien, virus penyebab Covid-19 menginduksi respons kekebalan dan peradangan yang lebih lambat. Tidak seperti virus Sars, Sars-CoV-2 hampir tidak menginduksi interferon protein dalam waktu 48 jam.

"Virus itu seperti ninja, mereplikasi di dalam tubuh dengan interferon yang lebih rendah dan respons peradangan," kata Dr Jasper Chan Fok-woo, asisten profesor klinis di sekolah kedokteran.

Dengan fakta 90 persen populasi tidak kebal, Yuen memperingatkan bahwa virus itu dapat terus menyebar bahkan setelah musim panas. Oleh karena itu, jarak sosial dan penggunaan masker harus tetap dilakukan.

"Anda harus terus mengenakan masker, terus menjaga kebersihan pribadi yang sangat baik sebelum Anda memasuki sekolah atau kantor. Anda juga harus diuji terlebih dahulu untuk memastikan Anda tidak memiliki virus," kata Yuen.

"Gelombang infeksi kedua sudah turun, tetapi kita tidak bisa begitu yakin, jika orang pergi keluar dan berkumpul, virus bisa kembali. Jadi, patuhi peraturan dan jangan berkumpul kecuali jika perlu," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiga Alasan Pemerintah Setujui Penerapan PSBB di Tangerang Raya

Tiga Alasan Pemerintah Setujui Penerapan PSBB di Tangerang Raya

Banten | Minggu, 12 April 2020 | 20:26 WIB

15 Jenazah Positif Corona di Bandung Dimakamkan di TPU Cikadut

15 Jenazah Positif Corona di Bandung Dimakamkan di TPU Cikadut

Jabar | Minggu, 12 April 2020 | 20:25 WIB

Waduh! 3,5 Juta Alat Tes Covid-19 Inggris dari China Tidak Berfungsi

Waduh! 3,5 Juta Alat Tes Covid-19 Inggris dari China Tidak Berfungsi

Health | Minggu, 12 April 2020 | 20:15 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB