Temuan Baru: Pemberian ASI Mampu Menekan Populasi Virus pada Bayi

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Jum'at, 17 April 2020 | 08:00 WIB
Temuan Baru: Pemberian ASI Mampu Menekan Populasi Virus pada Bayi
Ilustrasi ibu menyusui. (Shutterstock)

Suara.com - Air Susu Ibu (ASI) dikenal memiliki banyak manfaat untuk tumbuh kembang sang bayi. Dalam temuan terbaru, sejumlah kecil ASI bahkan sangat memengaruhi akumulasi populasi virus dalam usus bayi.

Hal ini pun memberikan efek perlindungan terhadap virus yang berpotensi patogen pada bayi. Demikian menurut para peneliti yang memeriksa ratusan bayi dalam sebuah studi dari Perelman School of Medicine di University of Pennsylvania, dilansir dari Medical Express.

Temuan ini berkembang setelah penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa menyusui memainkan peran penting dalam interaksi antara bayi dan lingkungan mikroba.

Penelitian terbaru ini dapat memengaruhi strategi untuk pencegahan gangguan pencernaan dini, dan mendorong ibu untuk memberi ASI bayi bahkan ketika dicampur dengan susu formula.

Temuan yang dipublikasikan di Nature ini mengukur jumlah dan jenis virus dalam tinja pertama dan tinja berikutnya bayi baru lahir di Amerika Serikat dan Botswana, menggunakan pengurutan genom tingkat lanjut dan metode lain.

Ilustrasi ibu menyusui. (pexels)
Ilustrasi ibu menyusui. (pexels)

Setelah melahirkan, bayi memiliki sedikit atau tidak ada kolonisasi. Tetapi dalam satu bulan populasi virus dan bakteri berkembang dengan baik, dengan jumlah virus mencapai satu miliar per gram isi usus.

Sebagian besar gelombang pertama virus ternyata adalah predator yang tumbuh pada bakteri pertama yang menjajah usus bayi. Kemudian, pada empat bulan, virus yang dapat bereplikasi di sel manusia dan berpotensi membuat manusia sakit lebih menonjol pada tinja bayi.

Efek perlindungan yang kuat terlihat pada menyusui, yang menekan akumulasi virus yang berpotensi patogen ini. Hasil serupa terlihat untuk bayi dari Amerika dan Botswana. Kesimpulan lain dari karya ini adalah bahwa ASI bisa menjadi pelindung bahkan jika kadang-kadang dicampur dengan susu formula, dibandingkan dengan diet dengan susu formula saja.

"Temuan ini dapat membantu kita lebih memahami mengapa beberapa bayi jatuh sakit dan mengembangkan infeksi yang mengancam jiwa pada bulan-bulan pertama kehidupan mereka," kata penulis senior Frederic Bushman, Ph.D., ketua departemen Mikrobiologi.

"Lokasi ibu dan bayi tampaknya berperan, mungkin karena jenis dan jumlah mikroorganisme yang terpapar bayi terhadap lingkungan," kata penulis pertama Guanxiang Liang, Ph.D., seorang peneliti pascadoktoral di departemen Mikrobiologi. "Namun demikian, bayi yang lahir di Botswana tampaknya masih mendapat manfaat dari menyusui, baik secara eksklusif maupun tambahan dari konsumsi susu formula."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Deteksi 1.125 Hoaks Virus Corona di Indonesia

Pemerintah Deteksi 1.125 Hoaks Virus Corona di Indonesia

Tekno | Kamis, 16 April 2020 | 21:28 WIB

Tak Percaya Rapid Test, Anies Akan Tambah 4.000 Kapasitas PCR Corona

Tak Percaya Rapid Test, Anies Akan Tambah 4.000 Kapasitas PCR Corona

News | Kamis, 16 April 2020 | 20:59 WIB

Romantis, Pasangan Pasien Covid-19 Rayakan Hari Jadi ke-50 Saat Dirawat

Romantis, Pasangan Pasien Covid-19 Rayakan Hari Jadi ke-50 Saat Dirawat

Lifestyle | Kamis, 16 April 2020 | 21:35 WIB

Terkini

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB