Kabar Baik Perkembangan Virus Corona di Australia Melambat, Ini Kuncinya

Bimo Aria Fundrika | Frieda Isyana Putri | Suara.com

Jum'at, 24 April 2020 | 16:07 WIB
Kabar Baik Perkembangan Virus Corona di Australia Melambat, Ini Kuncinya
Petugas medis di Asutralia menjemput warga yang terinfeksi virus corona. [AFP]

Suara.com - kabar Baik Perkembangan Virus Corona di Australia Melambat, Ternyata Ini Kuncinya

Kabar baik datang dari Asutralia. Per Jumat (24/4/2020) data total kasus di Australia tercatat pada angka 6.675 menurut laman Worldometers. Sejumlah 5.126 pasien telah dilaporkan mengalami kesembuhan, dan 78 kematian terjadi.

Dikutip dari The Guardian, beberapa ahli menyebut perkembangan virus corona di Australia mulai melambat. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh penurunan kasus-kasus terkait dengan perjalanan atau travel. Lantas, apa yang sebenarnya dilakukan pemerintah Australia.

Pertama ialah dengan menutup datangnya pengunjung dari China, menyusul kemudian Iran, Korea Selatan, dan Italia. Mereka lalu membatasi perkumpulan di luar ruangan pada 500 orang saja.

Seorang pembeli hendak mengembalikan belanjaan senilai Rp 100 juta ke Supermarket Drakes di Adelaide, Australia Selatan. (ABC News: Michael Clements)
Seorang pembeli hendak mengembalikan belanjaan senilai Rp 100 juta ke Supermarket Drakes di Adelaide, Australia Selatan. (ABC News: Michael Clements)

Kemudian juga mengimbau isolasi diri pada para pengunjung yang baru datang dari luar negeri, dan menolak datangnya kapal pesiar selama 30 hari.

Perkumpulan dalam ruangan dibatasi hanya 100 orang. Kemudian Australia menaikkan batasannya pada orang yang bukan warga dan residen negara tersebut. Ruang publik seperti pub dan club ditutup, restoran hanya menyediakan pesan antar saja.

Pada pertengahan bulan Maret, Australia mengeluarkan larangan bepergian ke luar negeri untuk warganya. Lalu memperluas kriteria tes, isolasi wajib di hotel bagi para pengunjung, dan akhirnya membatasi perkumpulan hanya untuk dua orang saja.

Hanya empat negara bagian yang melaporkan adanya kasus, yakni New South Wales, Victoria, Queensland, dan Australia Bagian Barat.

Di New South Wales, kasus terbanyak berada di sekitar Sydney, sementara di Victoria, kasus terbanyak berada di Melbourne.

Di Queensland, kasus terbanyak berada di Brisbane, dan di Australia Bagian Barat kasus terbanyak terjadi di Perth. Secara nasional, rata-rata 18.100 tes virus corona telah dilaksanakan di seluruh bagian Australia.

Di New South Wales, terdapat 34 kematian terjadi dan 230 pasien berada di rumah sakit. Sejumlah 19 pasien di antaranya berada di ICU, dan 15 lagi memerlukan penggunaan ventilator.

Teritori bagian utara merupakan satu-satunya negara bagian yang tidak memiliki pasien meninggal dunia. Akan tetapi, ada 22 pasien yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Bikin Heboh Lagi, Sarankan Disinfektan dan Sinar UV Jadi Obat Corona

Trump Bikin Heboh Lagi, Sarankan Disinfektan dan Sinar UV Jadi Obat Corona

News | Jum'at, 24 April 2020 | 13:34 WIB

Tarawih Perdana Masjidil Haram dan Nabawi, Cuma Dihadiri Syeikh dan Staf

Tarawih Perdana Masjidil Haram dan Nabawi, Cuma Dihadiri Syeikh dan Staf

News | Jum'at, 24 April 2020 | 11:30 WIB

Update Corona Covid-19 Global 24 April: Total Kasus Sembuh Nyaris 750 Ribu

Update Corona Covid-19 Global 24 April: Total Kasus Sembuh Nyaris 750 Ribu

Health | Jum'at, 24 April 2020 | 10:50 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB