Peneliti: Strain Virus Corona Prancis Bukan dari China, Bisa Eropa atau AS

Angga Roni Priambodo, Fita Nofiana

Rabu, 29 April 2020 | 12:18 WIB
Peneliti: Strain Virus Corona Prancis Bukan dari China, Bisa Eropa atau AS
Warga Prancis tampak sedang melakukan jogging di sekitar jembatan Bir-Hakeim dekat Menara Eiffel, Paris, di hari ke-11 pemberlakuan aturan lockdown di Prancis, Jumat (27/3/2020). [AFP/Joel Saget]

Suara.com - Wabah virus corona yang sejauh ini telah membunuh lebih dari 23 ribu orang di Prancis disebut bukan berasal langsung dari China. Hal tersebut dilaporkan oleh sebuah studi imuwan Prancis di Institut Pasteur Paris.

Melansir dari South China Morning Post (SCMP), analisis genetika menunjukkan bahwa jenis dominan dari strain virus di Prancis adalah jenis clade yang tidak berasal dari China atau Italia, namun secara luas dari Eropa.

"Wabah Prancis terutama diunggulkan oleh satu atau beberapa varian dari clade ini, kita dapat menyimpulkan bahwa virus itu beredar secara diam-diam di Prancis pada bulan Februari," kata para peneliti yang dipimpin oleh Dr Sylvie van der Werf dan Etienne Simon-Loriere pada makalah yang dirilis di bioRxiv.org.

Prancis mendeteksi virus pada akhir Januari, sebelum negara lain di Eropa. Beberapa pasien yang diriwayat telah melakukan perjalanan dari provinsi Hubei China pada 24 Januari dan dinyatakan positif.

Pemerintah Prancis mengambil langkah cepat dan tegas untuk melacak kontak orang yang terinfeksi dan menutup kemungkinan infeksi lebih lanjut.

Institut Pasteur mengumpulkan sampel dari lebih dari 90 pasien lain di Prancis dan menemukan bahwa semua strain berasal dari satu garis genetik. Jenis ini mengikuti jalur evolusi unik yang hanya terdeteksi di Eropa dan Amerika.

Sampel paling awal dalam clade Prancis dikumpulkan pada 19 Februari dari seorang pasien yang tidak memiliki riwayat perjalanan dan tidak ada kontak dengan orang yang melakukan perjalanan.

Beberapa pasien sebelumnya melakukan perjalanan ke negara-negara Eropa lainnya, seperti Uni Emirat Arab, Madagaskar, dan Mesir tetapi tidak ada bukti langsung bahwa mereka tertular penyakit di negara-negara tersebut.

Yang mengejutkan para peneliti, beberapa strain yang terkumpul secara genetis lebih tua dibandingkan sampel pertama (dari China) dalam clade ini. Penjelasan yang mungkin, menurut penulis adalah bahwa penularan lokal telah terjadi di Prancis selama beberapa waktu tanpa terdeteksi oleh otoritas kesehatan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peserta Tabligh Akbar di Jakarta Asal Bantul Dinyatakan Positif Corona

Peserta Tabligh Akbar di Jakarta Asal Bantul Dinyatakan Positif Corona

Jogja | Rabu, 29 April 2020 | 11:32 WIB

Mengenal Sindrom Kawasaki, Bisa Muncul Akibat Komplikasi Covid-19 pada Anak

Mengenal Sindrom Kawasaki, Bisa Muncul Akibat Komplikasi Covid-19 pada Anak

Health | Rabu, 29 April 2020 | 11:28 WIB

Kenapa Ada Orang Percaya Teori Konspirasi? Berikut Penjelasan Psikologisnya

Kenapa Ada Orang Percaya Teori Konspirasi? Berikut Penjelasan Psikologisnya

Health | Rabu, 29 April 2020 | 03:20 WIB

Terkini

Paling Kuat di Asia, Rupiah Pukul Mundur Dolar AS ke Level Rp17.810

Paling Kuat di Asia, Rupiah Pukul Mundur Dolar AS ke Level Rp17.810

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:27 WIB

Rekam Jejak Saepul Pelaku Mutilasi Depok: Mantan Guru Matematika hingga Peserta Dangdut TV

Rekam Jejak Saepul Pelaku Mutilasi Depok: Mantan Guru Matematika hingga Peserta Dangdut TV

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:26 WIB

IHSG Betah di Level 6.400 Pagi Ini, Pantau Saham DSSA

IHSG Betah di Level 6.400 Pagi Ini, Pantau Saham DSSA

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:16 WIB

Intip Teaser Bad Lieutenant: Tokyo, Dibintangi Shun Oguri dan Lily James

Intip Teaser Bad Lieutenant: Tokyo, Dibintangi Shun Oguri dan Lily James

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:15 WIB

Tablet Murah Harga Rp1 Jutaan: Lenovo Lecoo P900A Hadir dengan RAM 8GB dan OS Tanpa Iklan

Tablet Murah Harga Rp1 Jutaan: Lenovo Lecoo P900A Hadir dengan RAM 8GB dan OS Tanpa Iklan

Tekno | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:08 WIB

Yayasan Harapan Ibu: Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Murni Urusan Hukum, Bukan Konflik Internal

Yayasan Harapan Ibu: Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Murni Urusan Hukum, Bukan Konflik Internal

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Pengusaha Masih Nakal, Ratusan Truk Obesitas Masih Ada di Jalan

Pengusaha Masih Nakal, Ratusan Truk Obesitas Masih Ada di Jalan

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:04 WIB

UMKM Nelayan Makin Cuan Berkat Diversifikasi Hasil Laut, Pendapatan Tembus Rp68,45 Juta

UMKM Nelayan Makin Cuan Berkat Diversifikasi Hasil Laut, Pendapatan Tembus Rp68,45 Juta

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Dukung UMKM, ShopeePay dan SPayLater Gelar Kompetisi Desain Batik "Corak Cerita Nusantara"

Dukung UMKM, ShopeePay dan SPayLater Gelar Kompetisi Desain Batik "Corak Cerita Nusantara"

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Niat Minta Minum, Suami di Bandar Lampung Malah Pulang Bersimbah Darah

Niat Minta Minum, Suami di Bandar Lampung Malah Pulang Bersimbah Darah

Lampung | Senin, 10 Agustus 2026 | 08:51 WIB

×