Jangan Sampai Kekurangan, Vitamin D Ternyata Bisa Pengaruhi Mood

Silfa Humairah Utami, Fita Nofiana

Rabu, 06 Mei 2020 | 07:58 WIB
Jangan Sampai Kekurangan, Vitamin D Ternyata Bisa Pengaruhi Mood
mengatasi mood

Suara.com - Vitamin D memiliki banyak fungsi dalam tubuh, seperti menjaga kesehatan tulang, otak, dan jantung. Faktanya, ada bukti yang menunjukkan bahwa kadar vitamin D yang lebih rendah juga berhubungan suasana hati.

Melansir dari Insider, kekurangan vitamin D dapat menyebabkan depresi. Satu ulasan dari 13 studi dengan lebih dari 31.000 peserta menemukan bahwa mereka yang kekurangan vitamin D memiliki risiko lebih tinggi mengalami depresi daripada mereka yang memiliki tingkat vitamin D lebih tinggi.

"Kadar vitamin D yang rendah dikaitkan dengan depresi mayor dan minor, serta gangguan mood dan penurunan kognitif yang lebih cepat," kata Robin Foroutan, MS, RDN, HHC, ahli diet kedokteran integratif serta juru bicara Akademi Nutrisi dan Diet.

Kadar vitamin D yang rendah dapat merusak fungsi kognitif. Hal ini disebabkan adanya reseptor vitamin D di area otak yang bertanggung jawab untuk suasana hati dan perilaku, termasuk depresi.

Rata-rata orang dewasa membutuhkan sekitar 600 hingga 800 unit internasional (IU) vitamin D sehari. Sebagai referensi, satu porsi salmon mengandung sekitar 400 IU. Namun, beberapa makanan secara alami memiliki cukup Vitamin D untuk mendapatkan dosis harian Anda.

Ilustrasi Vitamin D. [Shutterstock]
Ilustrasi Vitamin D. [Shutterstock]

Cara paling umum untuk mendapatkan vitamin D adalah melalui sinar matahari. Vitamin D disintesis oleh kulit sebagai respons terhadap sinar ultraviolet.

Anda harus mencoba berjemut sekitar 15 menit antara pukul 10 pagi dan 3 sore. Setidaknya lakukan tiga kali dalam seminggu untuk memenuhi kebutuhan vitamin D.

Meningkatkan kadar Vitamin D dapat membantu meningkatkan kesehatan secara umum. Tetapi penelitian belum membuktikan bahwa mendapatkan lebih banyak vitamin D bisa mengobati depresi.

Sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism menemukan tidak ada efek ketika vitamin D ditambahkan sebanyak 4.000 IU pada orang depresi.

baca juga

Pada injauan 2019, pasien dengan depresi yang ditangani dengan 70 mikrogram sekitar 2.800 IU vitamin D3 juga tidak menemukan perubahan setelah suplementasi.

Meskipun Vitamin D tidak akan memperbaiki depresi, namun masih penting untuk memasukkan lebih banyak Vitamin D ke dalam makanan untuk mengurangi risiko depresi.

Vitamin D ditemukan dalam beberapa makanan secara alami, seperti jamur, kuning telur, salmon dan ikan berlemak lainnya. Begitupun dengan susu, yogurt, sereal sarapan, dan jus jeruk.

Selain itu, jika Anda tertarik untuk mengonsumsi suplemen vitamin D maka konsultasikan pada dokter untuk menetapkan dosisnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duh! Orang Kekurangan Vitamin D Lebih Berisiko Meninggal Akibat Covid-19

Duh! Orang Kekurangan Vitamin D Lebih Berisiko Meninggal Akibat Covid-19

Tekno | Minggu, 03 Mei 2020 | 06:00 WIB

5 Cara Sederhana Agar Tidak Stres & Depresi Hadapi Pandemi Corona Covid-19

5 Cara Sederhana Agar Tidak Stres & Depresi Hadapi Pandemi Corona Covid-19

Health | Minggu, 03 Mei 2020 | 14:05 WIB

Data Psikiater: 1.522 Orang Indonesia Depresi Akibat Corona

Data Psikiater: 1.522 Orang Indonesia Depresi Akibat Corona

News | Jum'at, 01 Mei 2020 | 12:52 WIB

Terkini

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

×