Pandemi dan Epidemi Terburuk di Dunia yang Tercatat Sejarah: Bagian 4

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 16 Mei 2020 | 17:00 WIB
Pandemi dan Epidemi Terburuk di Dunia yang Tercatat Sejarah: Bagian 4
Ilustrasi pandemi ebola. (Shutterstock)

18. Pandemi flu babi H1N1 2009 - 2010

Pandemik flu babi 2009 ini disebabkan oleh strain baru virus H1N1 yang berasal dari Meksiko pada musim semi 2009, sebelum akhirnya menyebar ke seluruh dunia. Dalam satu tahun, virus itu sudah menginfeksi sebanyak 1,4 miliar orang di seluruh dunia dan menewaskan sebanyak 151.700 dan 575.400 orang, menurut data CDC AS.

Pandemi flu 2009 umumnya menyerang anak-anak dan orang dewasa muda, dengan tingkat kematian 80 persen pada orang berusia kurang dari 65 tahun. Ini jadi penyakit yang tidak biasa, mengingat sebagian besar virus flu biasanya memiliki risiko kematian pada orang di atas 65 tahun. Namun dalam kasus flu babi, lansia nampaknya memiliki kekebalan terhadap virus H1N1, sehingga tidak begitu terpengaruh.

19. Epidemi Ebola Afrika Barat 2014 -2016

Ebola berhasil meluluhlantakkan Afrika Barat antara pada 2014 hingga 2016, dengan 28.600 kasus yang dilaporkan dan ada 11.325 kematian. Kasus pertama yang dilaporkan terjadi di Guinea pada Desember 2013.

Kemudian penyakit ini dengan cepat menyebar ke Liberia dan Sierra Leone. Sebagian besar kasus, ada di tiga negara tersebut, yang menjadi tiga negara dengan jumlah kematian tertinggi. Sejumlah kecil kasus terjadi di Nigeria, Mali, Senegal, Amerika Serikat, dan Eropa, demikian menurut data Centers for Disease Control and Prevention.

Hingga kini tidak ada obat untuk Ebola, upaya menemukan vaksin juga masih dilakukan. Kasus Ebola diketahui pertama kali terjadi di Sudan dan Republik Demokratik Kongo pada tahun 1976, dan virus itu kemungkinan berasal dari kelelawar.

20. Epidemi virus Zika 2015 - sekarang

Dampak epidemi Zika di Amerika Selatan dan Amerika Tengah hingga kini belum diketahui selama beberapa tahun. Sementara itu, para ilmuwan masih berpacu melawan waktu mengendalikan virus. Virus Zika biasanya menyebar melalui nyamuk dari genus Aedes, meski begitu ada juga yang ditularkan secara seksual pada manusia.

baca juga

Meskipun Zika biasanya tidak berbahaya bagi orang dewasa atau anak-anak, Zika bisa menyerang bayi yang masih ada di dalam kandungan dan menyebabkan cacat saat lahir. Jenis nyamuk yang membawa virus Zika tumbuh subur di iklim yang hangat dan lembab, membuat Amerika Selatan, Amerika Tengah, dan bagian dari wilayah selatan Amerika Serikat menjadi tempat favorit berkembangnya virus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandemi COVID-19 dan Keamanan Internasional

Pandemi COVID-19 dan Keamanan Internasional

Your Say | Kamis, 14 Mei 2020 | 13:10 WIB

WHO Sebut Corona akan Jadi Endemik, Apa Bedanya dengan Pandemi?

WHO Sebut Corona akan Jadi Endemik, Apa Bedanya dengan Pandemi?

Health | Kamis, 14 Mei 2020 | 12:40 WIB

Imbas Pandemi, Pedagang Kaki Lima New York Menjerit

Imbas Pandemi, Pedagang Kaki Lima New York Menjerit

Video | Kamis, 14 Mei 2020 | 12:00 WIB

Terkini

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:54 WIB

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Bekaci | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:32 WIB

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:23 WIB

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Warisan Resep Dapur Ibu

Warisan Resep Dapur Ibu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

×