Meningkatnya Tekanan Darah Selama dan Setelah Olahraga Jadi Tanda Penyakit?

Silfa Humairah Utami | Fita Nofiana | Suara.com

Kamis, 21 Mei 2020 | 17:27 WIB
Meningkatnya Tekanan Darah Selama dan Setelah Olahraga Jadi Tanda Penyakit?
Ilustrasi olahraga jogging. (Shutterstock)

Suara.com - Tekanan darah yang meningkat selama dan setelah olahraga bisa menandakan penyakit. Kondisi tersebut dikaitkan dengan risiko hipertensi, penyakit kardiovaskular praklinis dan klinis yang lebih tinggi.

Melansir dari Medicalxpress, respon tekanan darah saat berolahraga adalah tanda signifikan penyakit kardiovaskular dan risiko kematian pada orang dewasa muda hingga setengah baya.

Tetapi, beberapa penelitian telah meneliti hubungan antara respon tekanan darah setengah baya pada olahraga submaksimal dengan risiko kardiovaskular dan mortalitas di kemudian hari.

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Boston (BUSM) mengevaluasi hubungan perubahan tekanan darah dan pemulihan dengan indikator penyakit praklinis di antara peserta dari Framingham Heart Study (usia rata-rata 58 tahun, 53 persen wanita).

Mereka kemudian mengikuti peserta ini untuk menilai apakah perubahan tekanan darah ini dikaitkan dengan risiko hipertensi atau penyakit kardiovaskular.

Mereka mengamati bahwa kedua tekanan darah sistolik olahraga (SBP) yang lebih tinggi dan tekanan darah diastolik olahraga (DBP) dikaitkan dengan risiko lebih besar terkena hipertensi.

Selain itu, baik pemulihan SBP dan DBP yang tertunda setelah berolahraga dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian yang lebih tinggi.

"Cara perubahan tekanan darah kita selama dan setelah berolahraga memberikan informasi penting tentang apakah kita akan mengembangkan penyakit di masa depan," kata Vanessa Xanthakis, Ph.D., asisten profesor kedokteran dan biostatistik di BUSM dan Peneliti untuk Framingham Heart Study.

Ilustrasi tekanan darah tinggi [pixabay]
Ilustrasi tekanan darah tinggi [pixabay]

"Ini dapat membantu peneliti mengevaluasi apakah informasi ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi lebih baik orang-orang yang berisiko lebih tinggi terkena hipertensi dan CVD," tambahnya.

Xanthakis merekomendasikan agar orang mengetahui angka tekanan darah mereka. Selain itu konsultasikan dengan dokter mengenai perubahan tekanan darah selama dan setelah berolahraga.

Serta mengikuti gaya hidup sehat (termasuk jadwal aktivitas fisik rutin) untuk membantu menurunkan risiko penyakit di kemudian hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ingin Menaikkan Berat Badan, Ini Pola Makan dan Jenis Olahraga yang Tepat

Ingin Menaikkan Berat Badan, Ini Pola Makan dan Jenis Olahraga yang Tepat

Health | Kamis, 21 Mei 2020 | 13:20 WIB

Kelas Olahraga Tari Intensitas Tinggi Berisiko Menularkan Covid-19

Kelas Olahraga Tari Intensitas Tinggi Berisiko Menularkan Covid-19

Health | Rabu, 20 Mei 2020 | 12:24 WIB

Bikin Deg-degan, Pose Gemas Tante Ernie yang Giat Olahraga

Bikin Deg-degan, Pose Gemas Tante Ernie yang Giat Olahraga

Video | Rabu, 20 Mei 2020 | 12:23 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB