Duh, Indonesia Peringkat ke-2 Kasus Covid-19 Terbanyak di Asia Tenggara

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Senin, 25 Mei 2020 | 10:15 WIB
Duh, Indonesia Peringkat ke-2 Kasus Covid-19 Terbanyak di Asia Tenggara
Ilustrasi virus corona atau Covid-19 yang dengan kasus yang masih meningkat. (Shutterstock)

Suara.com - Duh, Indonesia Peringkat ke-2 Kasus Covid-19 Terbanyak di Asia Tenggara.

Jumlah kasus Coronavirus Covid-19 secara global belum menunjukan penurunan. Data dari worldometers.info pada Selasa (24/5/2020) pukul 08.30 WIB menunjukkan kasus Covid-19 di dunia sebanyak 5.401.612.

Jumlah bertambah 3.728 kasus dari data sebelumnya pada 23 Mei 2020. Grafik naik juga terjadi pada angka kematian. Total terdapat 343.804 orang meninggal dalam Covid-19, naik 196 kasus.

Petugas medis melakukan tes diagnostik cepat (rapid test) COVID-19 terhadap seorang pedagang di Pasar Ikan Rejomulyo (Pasar Kobong), Semarang, Jawa Tengah, Jumat (22/5/2020). [ANTARA FOTO/Aji Styawan]
Petugas medis melakukan tes diagnostik cepat (rapid test) COVID-19 terhadap seorang pedagang di Pasar Ikan Rejomulyo (Pasar Kobong), Semarang, Jawa Tengah, Jumat (22/5/2020). [ANTARA FOTO/Aji Styawan]

Meski begitu angka kesembuhan di dunia sebanyak 2.247.151 kasus atau 87 persen dari total kasus Covid-19.

Amerika Serikat masih menjadi negara dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak, yaitu 1.666.828 dengan angka kematian 98.683 dan sembuh sebanyak 446.914 orang.

Disusul Brasil dengan jumlah 347.398 kasus, meninggal 22.013 dan sembuh 142.587 orang.

Secara global Indonesia ada diperingkat 31 dengan jumlah kasus 21.745 orang.

Namun, mengutip dati situs ASEAN Briefing, di antara negara Asia Tenggara Indonesia merupakan negara kedua yang memiliki kasus Covid-19 terbanyak.

Jumlah kasus melonjak pada Kamis (21/5) dengan penambahan terbanyak 973 dalam satu hari.

Sementara itu, Singapura jadi negara ASEAN dengan jumlah kasus terbanyak yaitu, 31.068, dan disusul Filipina jadi negara ketiga kasus Covid-19 terbanyak dengan jumlah 13.597.

Malaysia sendiri berada di peringkat ke empat dengan 7.185 kasus. Kemudian Thailand 3.040 kasus, Vietnam 324 kasus, Myanmar memiliki 201 kasus, Brunei Darussalam 141 kasus.

Kamboja memiliki 124 kasus dan Laos jadi negara dengan kasus paling sedikit yaitu 19 orang.

Di Indonesia, penambahan jumlah kasus masih terjadi cukup pesat. Hal tersebut diakui oleh juru bicara Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Achmad Yurianto.

Ia menyampaikan dengan kenaikan jumlah kasus itu masyarakat harus tetap melaksanakan protokol kesehatan yang disampaikan pemerintah

"Gambaran inilah yang kita dapatkan bahwa penularan masih terus terjadi, oleh karena itu, pesan pemerintah, pesan tentang Covid-19 diikuti dengan baik," ujarnya, Sabtu (23/5/2020).

Sementeran itu, hingga saat ini pemerintah masih mengawasi 49.958 orang yang masuk ke dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 11.495 Pasien Dalam Pengawasan(PDP).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Covid-19 Global 25 Mei: Total Kesembuhan Capai 87 Persen

Update Covid-19 Global 25 Mei: Total Kesembuhan Capai 87 Persen

Health | Senin, 25 Mei 2020 | 09:23 WIB

Kampanye Diet Vegan PETA: Tahu Tidak Pernah Sebabkan Pandemi, Tuai Kritikan

Kampanye Diet Vegan PETA: Tahu Tidak Pernah Sebabkan Pandemi, Tuai Kritikan

Lifestyle | Senin, 25 Mei 2020 | 09:33 WIB

Studi di AS: Plasma Darah Pasien Sembuh Bisa Ringankan Gejala Covid-19

Studi di AS: Plasma Darah Pasien Sembuh Bisa Ringankan Gejala Covid-19

Health | Sabtu, 23 Mei 2020 | 19:52 WIB

Terkini

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Health | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:57 WIB

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB