Isolasi Virus Corona dari Tinja, Peneliti Minta Personil RS Berhati-hati

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Isolasi Virus Corona dari Tinja, Peneliti Minta Personil RS Berhati-hati
Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]

Para peneliti dari China mengisolasi virus corona hidup dari tinja pasien Covid-19.

Suara.com - Peneliti China telah mengisolasi virus corona hidup dari kotoran pasien yang meninggal karena  Covid-19. Studi tersebut dilaporkan dalam jurnal Emerging Infectious Diseases.

Melansir dari Medical Xpress, para peneliti menggambarkan kasus seorang pasien Covid-19 berusia 78 tahun yang bepergian ke Wuhan, China dan dirawat di rumah sakit di Guangzhou, pada 17 Januari. Pria itu menderita batuk, demam dan temuan-temuan tomografi komputer yang dikomputasi tidak normal.

Pada 22 Januari, pasien diberikan ventilator setelah kondisinya memburuk. Reverse transcription-polymerase chain reaction (RT-PCR) mendeteksi SARS-CoV-2 RNA dalam empat spesimen tinja yang dikumpulkan dari 27 Januari hingga 7 Februari.

Antigen terhadap virus juga ditemukan pada sel permukaan gastrointestinal yang dikumpulkan dari sampel biopsi. Pasien meninggal pada 20 Februari.

Ilustrasi virus Corona - (Pixabay/TheDigitalArtist)
Ilustrasi virus Corona - (Pixabay/TheDigitalArtist)

Sampel tinja mengandung viral load DNA yang lebih tinggi daripada spesimen pernapasan yang dikumpulkan 17 hingga 28 hari setelah timbulnya gejala.

Para peneliti tidak dapat mengisolasi virus hidup dari sampel tinja yang dikumpulkan, meskipun RT-PCR terus mendeteksi viral load.

Ketika para peneliti menodai residu negatif dari suatu kultur dan memvisualisasikannya menggunakan mikroskop elektron transmisi, mereka melihat partikel virus berbentuk bola dengan karakteristik protein lonjakan SARS-CoV-2.

Mereka juga mengumpulkan spesimen tinja dari 27 pasien lain, 11 di antaranya dinyatakan positif virus setidaknya sekali. Mereka mampu mengisolasi SARS-CoV-2 hidup.

Novel Coronavirus (nCoV) alias virus corona yang sedang mewabah di China. (Shutterstock)
Novel Coronavirus (nCoV) alias virus corona yang sedang mewabah di China. (Shutterstock)

"Menunjukkan bahwa virus menular dalam tinja adalah manifestasi umum Covid-19," kata mereka.

Para penulis mengatakan bahwa temuan mereka menunjukkan perlunya personil rumah sakit untuk membersihkan permukaan dengan hati-hati setelah pelepasan atau kematian pasien dengan penyakit parah untuk menghindari kemungkinan penyebaran virus dari tinja.

Mereka mencatat sebuah penelitian pada tahun 2004 yang menunjukkan saluran air limbah rusak menyebabkan aerosolisasi tinja yang terkontaminasi dengan SARS-CoV-1, virus yang menyebabkan sindrom pernafasan akut akut (SARS) di sebuah bangunan perumahan di Hong Kong selama wabah penyakit 2003.

Kejadian itu membuat 329 warga yang terinfeksi dengan 42 meninggal.

"Isolasi SARS-CoV-2 yang menular dalam tinja menunjukkan kemungkinan penularan tinja-oral atau tinja-pernapasan melalui tinja aerosol," catat para peneliti.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS