Jangan Lakukan! Memaksa Anak Menghabiskan Makanan Ternyata Berisiko Buruk

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Rabu, 27 Mei 2020 | 13:42 WIB
Jangan Lakukan! Memaksa Anak Menghabiskan Makanan Ternyata Berisiko Buruk
ilustrasi anak makan

Suara.com - Melihat anak menghabiskan makanan memang menyenangkan, tetapi orangtua terkadang suka memaksa. Padahal memaksa menghabiskan makanan memiliki dampak buruk bagi anak.

Melansir dari Hello Sehat, memaksa anak menghabiskan makanan bisa menjadi berakibat buruk. Pasalnya, dengan memaksa anak menghabiskan makanannya saat kenyang akan membuat anak bingung dengan konsep lapar dalam tubuhnya.

“Ketika anak tidak bisa mengenali rasa laparnya, ia bisa kehilangan sinyal untuk rasa kenyang. Efek buruknya, rentan makan berlebihan dan obesitas,” jelas Katja Rowell, M.D, seorang spesialis makanan anak.

Rowell menambahkan, orangtua bisa mengatur jadwal makan anak agar anak mengingat waktu makan dan rasa laparnya sendiri. Berikut adalah beberapa dampak memaksa anak untuk menghabiskan makanan.

1. Tidak efektif untuk nafsu makan anak

Melansir dari Parents, memaksa anak menghabiskan makanan atau atau Controlling Feeding Practices (CFP) sangat buruk untuk psikologis anak. Hal itu dinyatakan langung dalam Journal of Academy of Nutrition and Dietetics.

Menekan anak untuk makan disebut membuat anak memberontak dan sulit dikendalikan.

2. Anak makan ketika sudah waktunya

Pemberian asupan makanan pada anak yang tepat bukan dengan memaksanya menghabiskan makanan, tapi mengenal waktu makan.

baca juga

Dalam istilah medis, Healthful Feeding Practices (HFP) adalah cara yang paling ideal dengan membiarkan anak memutuskan waktu makan dan menu makanan apa yang akan disantap tanpa tekanan dan paksaan.

ilustrasi anak makan
ilustrasi anak makan

3. Ajari anak mengenal rasa lapar dan kenyang

Melansir dari Health Children, Anda bisa mengajari anak mengenal rasa lapar dan kenyang dengan membiarkannya makan lahap pada waktunya. Anda juga disarankan untuk tidak memberikan makan berlebihan saat bukan waktunya makan meski anak merengek.

Mempertahankan kebiasaan untuk makan ketika lapar dan berhenti ketika kenyang sangat bermanfaat untuk anak ketika dewasa nanti.

4. Membuat anak trauma

Memaksa anak untuk menghabiskan makanan bisa membuat trauma dan tidak ingin makan. Hal ini malah membuat anak akan meminta makanan yang cenderung tidak sehat dan pasti tidak diperbolehkan oleh Anda.

Memaksa anak menghabiskan makanan bisa membuat anak tidak menyukai makanan bergizi yang biasa Anda sajikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Boleh Ditiru, Tips Farah Quinn Agar Anak Terbiasa Makan Sayur dan Buah

Boleh Ditiru, Tips Farah Quinn Agar Anak Terbiasa Makan Sayur dan Buah

Health | Senin, 20 April 2020 | 16:35 WIB

Waspada, 6 Kebiasaan Makan yang Bisa Menurunkan Daya Tahan Tubuh

Waspada, 6 Kebiasaan Makan yang Bisa Menurunkan Daya Tahan Tubuh

Health | Rabu, 08 April 2020 | 12:41 WIB

Selama 32 Tahun Lelaki Ini Hanya Makan Kentang Goreng, Sehat?

Selama 32 Tahun Lelaki Ini Hanya Makan Kentang Goreng, Sehat?

Lifestyle | Senin, 24 Februari 2020 | 17:55 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×