Peneliti Kembangkan Obat Kanker dari Virus, Begini Cara Kerjanya

Angga Roni Priambodo | Shevinna Putti Anggraeni
Peneliti Kembangkan Obat Kanker dari Virus, Begini Cara Kerjanya
Ilustrasi seorang lelaki di laboratorium. [Shutterstock]

Peneliti menemukan ada virus yang tidak menyebabkan kematian, tetapi justru mampu melawan kanker.

Suara.com - Kanker salah satu penyakit kronis yang bisa menyebabkan kematian bila tak ditangani dan dideteksi lebih cepat. Pengobatan medis untuk pasien kanker pun ada beberapa macam.

Tapi, penelitian baru menemukan bahwa ada virus yang justru berpotensi melawan kanker. Mereka juga menegaskan bahwa tidak semua virus bersifat mematikan dan mewabah.

Para peneliti dari Universitas Hokkaido di Jepang telah merekayasa gen adenovirus, yakni keluarga virus yang menyebabkan gejala ringan untuk mereplikasi sel kanker di dalam tubuh dan membunuhnya.

Fumihiro Higashino, seorang ahli onkologi molekuler dan timnya memasukkan unsur-unsur yang kaya adenilat-uridilat (AREs) dari dua gen manusia ke dalam 2 jenis virus. Langkah itu digunakan untuk membantu menyerang sel kanker secara spesifik.

Adenilat-uridilat (AREs) dari gen manusia adalah suatu unsur penstabil yang ditemukan dalam jenis makromolekul di semua sel biologis.

Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)

Unsur adenilat-uridilat (AREs) itulah yang nantinya membantu menstabilkan sel dan membantu membunuh sel kanker dalam tubuh manusia.

"Gagasan dalam peneilitian ini bahwa AREs akan mengstabilkan adenovirus pembunuh, yang memungkinkan mereka mereplikasi hanya di dalam sel kanker, tatpi tidak pada sel sehat normal," kata Higashino dikutip dari New York Post.

Para peneliti lantas memasukkan sel kanker manusia di bawah kulit tikus yang berkembang menjadi tumor guna menguji virus yang dimodifikasi tersebut.

Kemudian, peneliti menyuntikkan adenovirus ke dalam tumor yang mengakibatkan penyusutan sel kanker yang signifikan.

Higashino mengatakan temuan peneliti ini tergolong cukup menjanjikan. Bukan hanya kaitannya dalam mengobati kanker, tetapi juga sejumlah penyakit lainnya.

"Kami pikir virus yang kami rekayasa juga memiliki potensi untuk mengobati penyakit lain berkaitan dengan radang, infeksi virus, hipoksia dan iradiasi ultraviolet," kata Higashino.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS