Peneliti Kembangkan Obat Kanker dari Virus, Begini Cara Kerjanya

Jum'at, 29 Mei 2020 | 10:03 WIB
Peneliti Kembangkan Obat Kanker dari Virus, Begini Cara Kerjanya
Ilustrasi seorang lelaki di laboratorium. [Shutterstock]

Suara.com - Kanker salah satu penyakit kronis yang bisa menyebabkan kematian bila tak ditangani dan dideteksi lebih cepat. Pengobatan medis untuk pasien kanker pun ada beberapa macam.

Tapi, penelitian baru menemukan bahwa ada virus yang justru berpotensi melawan kanker. Mereka juga menegaskan bahwa tidak semua virus bersifat mematikan dan mewabah.

Para peneliti dari Universitas Hokkaido di Jepang telah merekayasa gen adenovirus, yakni keluarga virus yang menyebabkan gejala ringan untuk mereplikasi sel kanker di dalam tubuh dan membunuhnya.

Fumihiro Higashino, seorang ahli onkologi molekuler dan timnya memasukkan unsur-unsur yang kaya adenilat-uridilat (AREs) dari dua gen manusia ke dalam 2 jenis virus. Langkah itu digunakan untuk membantu menyerang sel kanker secara spesifik.

Adenilat-uridilat (AREs) dari gen manusia adalah suatu unsur penstabil yang ditemukan dalam jenis makromolekul di semua sel biologis.

Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)

Unsur adenilat-uridilat (AREs) itulah yang nantinya membantu menstabilkan sel dan membantu membunuh sel kanker dalam tubuh manusia.

"Gagasan dalam peneilitian ini bahwa AREs akan mengstabilkan adenovirus pembunuh, yang memungkinkan mereka mereplikasi hanya di dalam sel kanker, tatpi tidak pada sel sehat normal," kata Higashino dikutip dari New York Post.

Para peneliti lantas memasukkan sel kanker manusia di bawah kulit tikus yang berkembang menjadi tumor guna menguji virus yang dimodifikasi tersebut.

Kemudian, peneliti menyuntikkan adenovirus ke dalam tumor yang mengakibatkan penyusutan sel kanker yang signifikan.

Baca Juga: Inggris Bersiap New Normal, Seperti ini Aturan Bertamu dan Berkumpul!

Higashino mengatakan temuan peneliti ini tergolong cukup menjanjikan. Bukan hanya kaitannya dalam mengobati kanker, tetapi juga sejumlah penyakit lainnya.

"Kami pikir virus yang kami rekayasa juga memiliki potensi untuk mengobati penyakit lain berkaitan dengan radang, infeksi virus, hipoksia dan iradiasi ultraviolet," kata Higashino.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Bagaimana Prediksimu untuk Tahun 2026? Lebih Baik atau Lebih Suram?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Trivia Natal: Uji Pengetahuan Anda Tentang Tradisi Natal di Berbagai Negara
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Kepribadian: Siapa Karakter Ikonik Natal dalam Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mitos vs Fakta Sampah: Cara Cerdas Jadi Pahlawan Kebersihan Lingkungan
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Sejarah Otomotif: Siapa Penemu Mobil Pertama di Dunia?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI