6 Bayi Terinfeksi Virus Corona setelah Lahir, Ini Hasil Penelitiannya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
6 Bayi Terinfeksi Virus Corona setelah Lahir, Ini Hasil Penelitiannya!
Ilustrasi bayi terinfeksi virus corona (Pexels)

Sebanyak 6 bayi baru lahir terinfeksi virus corona Covid-19, tapi belum diketahui proses penularan virusnya.

Suara.com - Sebanyak 6 bayi terinfeksi virus corona Covid-19 beberapa jam setelah lahir. Ibu dari keenam bayi itu juga terinfeksi virus corona Covid-19 sebelum melahirkan anaknya.

Sebuah studi yang menilai hasil untuk ibu dan bayi selama pandemi telah mengamati 427 wanita yang dirawat di rumah sakit akibat virus corona Covud-19 antara 1 Maret hingga 14 April 2020.

Berdasarkan 427 koresponden, sebanyak 60 persen melahirkan di rumah sakit dan 6 bayi dites positif virus corona Covid-19 dalam 12 jam pertama setelah kelahiran.

Nadine Dorries, menteri kesehatan Inggris, mengaku belum yakin bayi positif terinfeksi virus corona Covid-19 setelah lahir di Inggris.

Artinya, ada dua kemungkinan bahwa bayi sudah terinfeksi virus sejak dalam rahim atau ia terinfeksi beberapa saat setelah dilahirkan.

Ilustrasi bayi sakit (Pexels)
Ilustrasi bayi sakit (Pexels)

Hasil survei itu berasal dari data Sistem Obstetri Surveilans Inggris dan dana National Institute for Health Research dan National Epidemiology Unit Perinatal. Temuan ini pun akan diterbitkan oleh British Medical Journal minggu depan.

Profesor Marian Knight, dari Universitas Oxford, yang memimpin penelitian ini, mengatakan dirinya tidak bisa memastikan keenam bayi itu tertular virus setelah dilahirkan.

"Yang bisa kita katakan tentang 6 bayi ini adalah mereka masih dalam kondisi neonatus. Sehingga infeksi virus bisa terjadi sebelum atau sekitar kelahiran," jelas Marian Knight dikutip dari Telegraph.

Tapi, hanya 1 dari 6 bayi yang terinfeksi virus corona Covid-19 membutuhkan perawatan di unit neonatal. Saat ini belum ada tes cairan ketuban, darah tali pusat atau plasenta yang mungkin menularkan virus ke bayi saat dalam rahim.

Prof Knight dan timnya sudah melihat penelitian yang lebih luas pada kelompok bayi yang lebih besar untuk melihat awal mula mereka tertular virus. Prof Knight mengatakan tidak ada bukti bahwa bayi yang terinfeksi virus melalui ASI.

Ilustrasi bayi. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi bayi. (Sumber: Shutterstock)

"Bagi saya, peneliti ini tidak memberi bukti kuat tentang dampak kesehatan utama bagi bayi yang terinfeksi virus corona. Sehingga kami perlu memisahkannya dari ibu untuk menghentikan proses menyusui," jelasnya.

Prof Knight sama sekali tidak memiliki bukti bahwa virus terdapat dalam ASI. Sejauh ini, virus diyakini berasal dari tetesan cairan pernapasan tubuh. Karena itu, saran dari bidan di Royal Colleges bahwa ibu harus menggunakan masker ketika menyusui bayinya.

Dalam kasus ini, bayi terinfeksi virus corona Covid-19 masih sangat muda dan belum ada satu hari kelahiran. Sehingga Prof Knight meyakini bayi-bayi itu tidak terinfeksi virus dari ASI.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS