Usai Pandemi Covid-19, Kondisi Ini Disebut Bisa Picu Penyakit Langka

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 09 Juni 2020 | 19:35 WIB
Usai Pandemi Covid-19, Kondisi Ini Disebut Bisa Picu Penyakit Langka
ilustrasi bakteri (shutterstock)

Suara.com - Saat ini wabah virus corona Covid-19 belum berakhir. Namun, perlu diwaspadai bahwa masa penguncian dan pembatasan sosial bisa menimbulkan masalah kesehatan lain setelah pandemi usai.

Hal itu karena semua orang akan kembali bekerja di kantor dan belajar di sekolah yang sudah tertutup lama akibat pandemi virus corona Covid-19.

Gedung perkantoran hingga sekolah yang tertutup lama disebut bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri penyebab masalah kesehatan, seperti penyakit legionnaire.

Profesor Anne Clayson mengatakan penyakit legionnaire terjadi akibat seseorang menghirup tetesan air yang mengandung bakteri legionella pneumophilia.

Penyakit legionnaire ini cukup langka. Sayangnya, masa penguncian yang membuat gedung tertutup lama berisiko meningkatkan risiko berkembang biaknya penyakit langka ini.

Ilustrasi gedung perkantoran (shutterstock)
Ilustrasi gedung perkantoran (shutterstock)

Penyakit ini juga bisa menyebabkan pneumonia berat. Bahkan, gejalanya bisa disalahartikan sebagai infeksi Covid-19 yang sudah menewaskan lebih dari 300 ribu orang di dunia.

Adapun gejala penyakit legionnaire termasuk demam, batuk kering, sesak napas dan nyeri otot. Kondisi tidak terdeteksi inilah yang bisa meningkatkan kasus orang menderita legionnaire.

Meski gejalanya mirip Covid-19, dilansir oleh The Sun, legionnaire tidak menyebar dari orang ke orang lain. Tetapi, penyakit ini bisa menyebabkan wabah besar melalui tetesan air udara yang terkontaminasi.

Sumber penyebaran penyakit legionnaire ini bisa melalui pancuran, keran, alat pendingin ruangan, alat pendingin udara, kolam, bak air panas hingga air mancur.

baca juga

Penyakit legionnaire ini juga bisa mematikan dan menginfeksi banyak orang sekaligus. Baru-baru ini di North Carolina, sudah ada 124 orang yang tertular penyakit legionnaire dan 4 orang meninggal setelah terinfeksi melalui kolam.

Bakteri ini diketahui hidup di lingkungan yang hangat dan memakan lumpur serta endapan pipa. Dengan kata lain, semua sistem air berisiko terkontaminasi bakteri ini.

Namun, gedung yang lama tertutup lebih berisiko menjadi tempat berkembangbiaknya bakteri tersebut. Karena, gedung dan peralatan kantor yang tidak terpakai bisa menimbulkan genangan air yang menjadi tempat berkembangnya bakteri itu.

Bakteri legionella biasanya tumbuh subur di musim panas. Hal itu karena kisaran optimal untuk bakteri berkembang adalah antara 20 hingga 45 derajat celcius.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa yang Lebih Dulu Bisa Dapat Vaksin Covid-19 Kalau Sudah Ditemukan?

Siapa yang Lebih Dulu Bisa Dapat Vaksin Covid-19 Kalau Sudah Ditemukan?

News | Selasa, 09 Juni 2020 | 18:52 WIB

Jubir WHO Tegaskan Wabah Virus Corona Covid-19 Belum Usai, Ini Sarannya!

Jubir WHO Tegaskan Wabah Virus Corona Covid-19 Belum Usai, Ini Sarannya!

Health | Selasa, 09 Juni 2020 | 18:35 WIB

Inggris Akan Buat Studi Penyebaran Virus Corona Covid-19 di Sekolah

Inggris Akan Buat Studi Penyebaran Virus Corona Covid-19 di Sekolah

Health | Selasa, 09 Juni 2020 | 17:01 WIB

Terkini

Wakili Keluarga di Pemakaman Guruh Soekarnoputra, Rano Karno: Mas Guruh Cinta Indonesia Tanpa Gaduh

Wakili Keluarga di Pemakaman Guruh Soekarnoputra, Rano Karno: Mas Guruh Cinta Indonesia Tanpa Gaduh

News | Sabtu, 26 September 2026 | 13:23 WIB

Menjaga RUU Perampasan Aset Tetap pada Tujuannya

Menjaga RUU Perampasan Aset Tetap pada Tujuannya

Opini | Sabtu, 26 September 2026 | 13:18 WIB

Menang Telak di Mahkamah Agung, Ki Kusumo Siap 'Bersih-bersih' dan Rangkul Anggota PARFI

Menang Telak di Mahkamah Agung, Ki Kusumo Siap 'Bersih-bersih' dan Rangkul Anggota PARFI

Entertainment | Sabtu, 26 September 2026 | 13:18 WIB

Akhirnya PBB Turun Tangan di Perang AS - Iran, Minta Rampungkan Konflik Selat Hormuz

Akhirnya PBB Turun Tangan di Perang AS - Iran, Minta Rampungkan Konflik Selat Hormuz

News | Sabtu, 26 September 2026 | 13:16 WIB

7 Inspirasi Lipstik OMG Ombre, dari Natural hingga Bold

7 Inspirasi Lipstik OMG Ombre, dari Natural hingga Bold

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 13:16 WIB

Mengapa Zodiak Gemini dan Scorpio Sering Mengalami Konflik dalam Pertemanan Jangka Panjang?

Mengapa Zodiak Gemini dan Scorpio Sering Mengalami Konflik dalam Pertemanan Jangka Panjang?

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 13:15 WIB

Volkswagen Recall 2,8 Juta Mobil Akibat Masalah Baut

Volkswagen Recall 2,8 Juta Mobil Akibat Masalah Baut

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 13:14 WIB

Covering Cream Viva untuk Apa? Ini Manfaat, Harga, dan Review Penggunanya

Covering Cream Viva untuk Apa? Ini Manfaat, Harga, dan Review Penggunanya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 13:05 WIB

Review Bisikan Desa Gringsing: Slow-Burn yang Bikin Misterinya Ngeri Banget

Review Bisikan Desa Gringsing: Slow-Burn yang Bikin Misterinya Ngeri Banget

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 13:00 WIB

How to Grow Old: Seni Menikmati Hari Tua Tanpa Rasa Takut

How to Grow Old: Seni Menikmati Hari Tua Tanpa Rasa Takut

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 12:30 WIB

×