Lebih Intens dari Mimpi Buruk, Kenali Teror Malam yang Terjadi pada Anak

Angga Roni Priambodo, Rosiana Chozanah

Kamis, 11 Juni 2020 | 07:34 WIB
Lebih Intens dari Mimpi Buruk, Kenali Teror Malam yang Terjadi pada Anak
Seorang bayi alami night terror. [shutterstock]

Suara.com - Bagi orang tua, keselamatan dan kesejahteraan buah hati mereka merupakan hal penting. Namun, ada hal-hal yang tentunya masih di luar kendali mereka, termasuk gangguan tidur pada anak.

Memang menjadi kondisi yang mengkhawatirkan ketika anak bangun ketakutan akibat mimpi buruk, Tapi night terrors atau teror malam dinilai lebih buruk.

Jika sang anak bangun karena mimpi buruk, mungkin mereka akan menangis dan Anda dengan mudah menghiburnya agar ia kembali tidur.

Tapi teror malam tidak sesederhana itu, kondisi ini dapat menimpa anak dengan intensitas yang jauh lebih besar.

Berdasarkan Hello Sehat, night terrors atau teror malam merupakan gangguan tidur yang umumnya terjadi beberapa jam pertama setelah anak tertidur.

Ilustrasi anak yang mengalami mimpi buruk. (Shutterstock)
Ilustrasi anak yang mengalami night terror. (Shutterstock)

Tanda anak mengalami teror malam

Kondisi ini juga dikenal sebagai teror tidur. Teror malam biasanya terjadi sekitar dua hingga tiga jam setelah anak tertidur, yaitu selama tahap tidur paling dalam.

Dilansir The Health Site, biasanya anak usia tiga hingga 12 tahun mengalaminya, yang mungkin disertai dengan episode menjerit, meronta, menangis, atau ketakutan selama tidur.

Ketika anak mengalaminya, detak jantung mereka bisa berdegup cepat, pernapasan cepat, berkeringat, hingga pupil mata melebar.

baca juga

Terkadang, anak-anak yang mengalami teror malam mungkin duduk di tempat tidur, terlihat bingung dan tetapi tidak berbicara. Meski terjadi beberapa menit, kemungkinan dibutuhkan 30 menit bagi mereka untuk tidur kembali.

Walau tidak berbahaya, bahkan cenderung dilupakan, teror makam dapat terjadi berulang kali setiap malam. Baik bagi anak-anak maupun orang dewasa.

Penyebab teror malam

Faktor genetika memainkan peran besar dalam pengalaman teror malam. Jadi, ada kemungkinan anak mewarisinya dari anggota keluarga.

Pemicu lain untuk teror malam termasuk stres, kecemasan, demam, perubahan rutin, terlalu banyak kafein, kurang tidur, dan obat-obatan yang memengaruhi sistem saraf pusat (otak).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banyak Orang Mimpi Buruk Terkait Virus Corona, Ini Kata Analis Mimpi!

Banyak Orang Mimpi Buruk Terkait Virus Corona, Ini Kata Analis Mimpi!

Health | Jum'at, 05 Juni 2020 | 17:58 WIB

Anak Berisiko Cemas dan Mimpi Buruk akibat New Normal, Ini Kata Ahli!

Anak Berisiko Cemas dan Mimpi Buruk akibat New Normal, Ini Kata Ahli!

Health | Kamis, 04 Juni 2020 | 14:22 WIB

Sering Mimpi Buruk atau Kena Insomnia Saat di Rumah Aja? Ini Alasannya!

Sering Mimpi Buruk atau Kena Insomnia Saat di Rumah Aja? Ini Alasannya!

Lifestyle | Rabu, 15 April 2020 | 16:33 WIB

Terkini

Kalau Terdaftar Judol, Apa yang Harus Dilakukan?

Kalau Terdaftar Judol, Apa yang Harus Dilakukan?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Dijejali Jargon NKRI tapi Warga Perbatasan Melarat: Di Mana Keadilan Itu?

Dijejali Jargon NKRI tapi Warga Perbatasan Melarat: Di Mana Keadilan Itu?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:15 WIB

5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas

5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:12 WIB

Bosan dengan Olahan Sosis yang Itu-Itu Saja? Coba Kreasi Ini Buat Menu Makin Bervariasi

Bosan dengan Olahan Sosis yang Itu-Itu Saja? Coba Kreasi Ini Buat Menu Makin Bervariasi

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:09 WIB

Gibran Sayangkan Denny Indrayana Cabut Gugatan: Kami Sudah Siap Buka-bukaan

Gibran Sayangkan Denny Indrayana Cabut Gugatan: Kami Sudah Siap Buka-bukaan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:07 WIB

Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki

Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:06 WIB

3 Alternatif Pengganti Pembalut Sekali Pakai, Lebih Hemat Bebas PPN 11 Persen!

3 Alternatif Pengganti Pembalut Sekali Pakai, Lebih Hemat Bebas PPN 11 Persen!

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:02 WIB

Gratiskan Ongkos Transportasi Pencari Kerja di Jakarta Mulai 2027, Pramono: Ingat Masa Susah

Gratiskan Ongkos Transportasi Pencari Kerja di Jakarta Mulai 2027, Pramono: Ingat Masa Susah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:01 WIB

Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan

Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Melawan Tekanan Jam Sosial: Hak Perempuan Menentukan Pernikahan dan Masa Depan

Melawan Tekanan Jam Sosial: Hak Perempuan Menentukan Pernikahan dan Masa Depan

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:00 WIB

×