Miris, Masih Ada 2,3 Juta Anak Buta Huruf di Indonesia

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 11 Juni 2020 | 20:46 WIB
Miris, Masih Ada 2,3 Juta Anak Buta Huruf di Indonesia
Anak menulis di buku. (Shutterstock)

Suara.com - Program wajib belajar 12 tahun rupanya belum mampu mengentaskan anak buta huruf di Indonesia. Buktinya, data Survei Sosial Nasional (Susenas) 2018 masih ada 4,3 persen anak berusia 15 tahun ke atas adalah anak buta huruf (ABH).

Jika berkaca dari data Bappenas 2018 ada sebanyak 70,49 juta anak berusia 0 hingga 14 tahun. Ini artinya ada lebih dari 2,3 juta anak berusia 15 tahun ke bawah mengalami buta huruf pada 2018.

Persentase ini didapatkan pada anak yang rata-rata sudah bersekolah selama 8,6 tahun.

"Untuk itu, kita harus meningkatkan pemahaman dan kapasitas orangtua dan keluarga untuk melakukan aksi nyata dalam peran pengasuhan. Hal ini bertujuan untuk mendorong anak agar berpendidikan lebih tinggi, memiliki gizi lebih baik, menekan angka perkawinan anak, memenuhi kepemilikan akta kelahiran anak, serta memenuhi hak-hak anak lainnya," ujar Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kemen PPPA, Lenny N. Rosalin dalam webinar, Rabu (10/6/2020).

Anak menulis di buku. (Shutterstock)
Anak menulis di buku. (Shutterstock)

Beruntung, angka ini cenderung lebih membaik dibanding pada 2017 ABH mencapai 10,53 persen. Tingginya ketidakmampuan baca tulis otomatis terpengaruhi tingginya angka buta huruf.

Lenny juga menyampaikan banyak hak-hak anak lainnya yang harus terpenuhi seperti mendapatkan kartu identitas anak, didampingi saat mengakses informasi, didengarkan suaranya, bermain di tempat yang aman, diawasi saat bermain, semua anak harus sehat.

Di usia 6 bulan ke bawah anak juga diusahakan mendapatkan ASI Eksklusif dan makanan pendamping ASI, diberikan imunisasi, diajarkan perilaku hidup bersih sehat, tidak terpapar rokok, mengembangkan bakat anak, dan memanfaatkan waktu luang anak dengan kegiatan-kegiatan yang positif, inovatif dan kreatif, serta melindungi dari berbagai tindak kekerasan, eksploitasi, diskriminasi dan perlakuan salah lainnya.

Tidak lupa di masa new normal ini hak pengasuhan dan kasih sayang dari orangtua dan keluarga di masa pandemi ini jangan diabaikan. Apalagi hingga kini anak-anak masih aktif belajar di rumah.

Anak membaca buku. (Shutterstock)
Anak membaca buku. (Shutterstock)

“Bentuk relasi yang dapat dibangun ayah dan ibu dalam keluarga, yaitu menyediakan afeksi, pengasuhan dan kenyamanan anak, mempromosikan kesehatan keluarga, menjadi role model yang positif bagi anak, menjadi guru yang kreatif mendampingi anak belajar di rumah, berkreasi membuat anak agar tidak bosan, menciptakan suasana menyenangkan dan gembira, menjadi sahabat bagi anak, kita harus dorong sebuah relasi yang positif,” tambah Lenny.

baca juga

Lebih lanjut Lenny menuturkan, anak adalah masa depan penerus bangsa. Peran orang dewasa sangatlah penting untuk berkontribusi membuat anak Indonesia menjadi lebih berkualitas.

"Kami mengajak semua pihak untuk memberikan pengasuhan yang baik dan berperan positif bagi kepentingan anak. Mari ciptakan anak Indonesia yang cerdas, berdaya saing, inovatif dan berkarakter dengan kunci utama melalui pengasuhan berbasis hak anak demi terwujudnya Indonesia Layak Anak (IDOLA) pada 2030 mendatang," pungkas Lenny.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Orang yang Buta Huruf Lebih Berisiko Terkena Demensia di Kemudian Hari

Orang yang Buta Huruf Lebih Berisiko Terkena Demensia di Kemudian Hari

Health | Rabu, 20 November 2019 | 20:00 WIB

Wagub Jabar : Hari Aksara Internasional Jadi Momentum Berantas Buta Huruf

Wagub Jabar : Hari Aksara Internasional Jadi Momentum Berantas Buta Huruf

News | Jum'at, 15 November 2019 | 07:57 WIB

Miris, Bocah SD Ini Tulis Surat Izin Sakit Sendiri karena Ibunya Buta Huruf

Miris, Bocah SD Ini Tulis Surat Izin Sakit Sendiri karena Ibunya Buta Huruf

Tekno | Selasa, 05 Maret 2019 | 19:20 WIB

Terkini

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×