Sering Dianggap Remeh, Preeklampsia Jadi Sebab Kematian ke-3 Pada Ibu Hamil

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 15 Juni 2020 | 18:50 WIB
Sering Dianggap Remeh, Preeklampsia Jadi Sebab Kematian ke-3 Pada Ibu Hamil
Ilustrasi gangguan kehamilan preeklampsia. (Shutterstock)

Suara.com - Ibu hamil yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi berisiko mengalami penyakit preeklampsia.

Gangguan kehamilan itu sebaiknya jangan dianggap remeh karena bisa menyebabkan kematian pada ibu hamil dan bayinya.

Dokter spesialis kandungan dan kebidanan rumah sakit Eka Cibubur Dr. Alexander Mukti, Sp. OG menyampaikan bahwa lima sampai sepuluh persen ibu hamil di dunia mengalami preeklampsia.

Ilustrasi ibu hamil. (sumber: visualphotos)
Ilustrasi ibu hamil. (sumber: visualphotos)

"Sampai saat ini penyebab kematiannya mencapai 14 persen di seluruh dunia. Sekitar 70 ribu sampai 80 ribu ibu hamil meninggal per tahun akibat preeklampsia," kata Eka dalam webinar bersama media, Senin (15/6/2020).

Sementara angka kematian bayi akibat preeklampsia justru lebih besar, yaitu 500 ribu per tahun.

"Karena biasanya bayi lahir prematur. Otomatis dia tidak bisa bertahan di luar dunia karena memang organnya belum lengkap," tambah Eka.

Menurut Eka, preeklampsia menjadi penyebab kematian ibu hamil dan bayi ketiga setelah faktor penyakit penyerta si ibu dan pendarahan.

Preeklampsia akan muncul ketika usia kehamilan di atas lima bulan juga tiga bulan pasca melahirkan.

Eka menjelaskan, salah satu gejala yang bisa ditimbulkan adalah tensi darah ibu naik hingga 140/90 mmHg dan terdapat kandungan protein pada urin ibu.

"Yang paling ditakuti kalau ada gejala pada ibu dan bayi, terutama ibunya, semua organ tubuh bisa kena. Hati, ginjal, bisa juga ke paru-paru. Terhadap efek janin bisa menyebabkan perkembangan janin terhambat," katanya.

Gejala fisik lain yang bisa diderita ibu, lanjut Eka, timbul rasa nyeri kepala dibagian depan.

Hal itu biasanya telah terjadi perburukan preeklampsia. Juga penglihatan kabur, nyeri di ulu hati yang serupa dengan gejala sakit magh.

"Ada sebagian orang mengalami mual, muntah. Juga bisa menyerang paru-paru jadi sesak napas. Jadi kalau hamil sesak napas coba cek dulu siapa tahu tensi tinggi," ucap Eka.

Gejala lainnya juga jumlah kencingnya yang berkurang. hingga yang paling parah mengalami komplikasi dan kejang.

"Gak ada pilihan kita harus keluarkan bayi secepat mungkin jika sudah eklampsia," kata Eka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduh, Kematian Ibu Hamil karena Penyakit Kardiovaskular Naik 2 Kali Lipat!

Waduh, Kematian Ibu Hamil karena Penyakit Kardiovaskular Naik 2 Kali Lipat!

Health | Kamis, 07 Mei 2020 | 06:15 WIB

Wapres Ma'ruf: Buruknya Sanitasi Sebabkan Kematian Ibu dan Bayi

Wapres Ma'ruf: Buruknya Sanitasi Sebabkan Kematian Ibu dan Bayi

Health | Senin, 02 Desember 2019 | 19:36 WIB

Kondisi Geografis Berdampak pada Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia

Kondisi Geografis Berdampak pada Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia

Health | Kamis, 21 November 2019 | 13:30 WIB

Terkini

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB