Golongan Darah O Berisiko Kecil Alami Covid-19 Parah, Bagaimana yang Lain?

Angga Roni Priambodo | Rosiana Chozanah | Suara.com

Kamis, 18 Juni 2020 | 17:54 WIB
Golongan Darah O Berisiko Kecil Alami Covid-19 Parah, Bagaimana yang Lain?
Ilustrasi golongan darah. (Pixabay/200 Degrees)

Suara.com - Satu kelompok ilmuwan yang melakukan analisis genetik pasien Covid-19 menemukan golongan darah tertentu dapat memengaruhi risiko seseorang terinfeksi penyakit pernapasan ini.

Penelitian yang terbit dalam New England Journal Medicine pada Rabu (17/6/2020) membandingkan gen-gen dari ribuan pasien di Eropa. Mereka menemukan, golongan darah A lebih mungkin mengalami penyakit parah, sedangkan golongan darah O sebaliknya.

Penelitian ini muncul setelah penelitian serupa dari China, yang terbit pada Maret lalu menemukan mereka bergolongan darah O mungkin lebih resisten terhadap SARS-CoV-2, sementara golongan darah A mungkin lebih berisiko.

"Sebagian besar dari kita mengabaikannya karena itu adalah penelitian yang sangat kasar," kata Dr. Parameswar Hari, seorang spesialis darah di Medical College of Wisconsin, mengomentari laporan dari China, dilansir Fox News.

Tapi setelah studi baru ini, dia mengaku percaya dan bisa menjadi data yang penting.

Medical ventilator yang sangat dibutuhkan para pasien Covid-19. Pabrikan otomotif juga akan menggarap ketersediaannya. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].
Ilustrasi pasien Covid-19 parah [Shutterstock].

Studi baru ini, yang terdiri dari para ilmuwan Italia, Spanyol, Denmark, Jerman, dan negara lain, membandingkan 1.980 pasien Covid-19 parah dengan beberapa ribu orang lain yang sehat atau hanya memiliki gejala ringan atau orang tanpa gejala.

Para peneliti menjalin variasi dalam enam gen dengan kemungkinan penyakit parah, mereka juga menjalin kelompok darah dengan risiko potensial.

Hari mengatakan orang bergolongan darah O lebih baik dalam mengenali protein tertentu sebagai 'makhluk' asing, yang dapat meluas ke protein pada permukaan virus.

Sebagai perbandingan, sebuah perusahaan 23andMe juga merilis penelitian untuk membantu ilmuwan memahami bagaimana genetika berperan dalam alasan beberapa orang terinfeksi virus dan menjadi sakit parah karenanya.

Namun, penelitian lebih besar memang menemukan golongan darah O, antara 9% hingga 18%, lebih kecil dites positif Covid-19 bila dibandingkan jenis darah lainnya

Direktur Institut Kedokteran Genetik di Universitas Johns Hopkins, David Valle, mengatakan golongan darah juga telah dikaitkan dengan kerentanan terhadap beberapa penyakit menular lainnya, termasuk kolera, infeksi saluran kemih berulang dari E. coli, dan serangga bernama H. pylori yang dapat menyebabkan bisul.

“Ini adalah studi provokatif. Menurut saya ini layak diterbitkan dan segera keluar. Tetapi perlu verifikasi pada lebih banyak pasien," kata Valle.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Sebut Obat Darah Tinggi Bantu Tekan Angka Kematian Covid-19

Studi Sebut Obat Darah Tinggi Bantu Tekan Angka Kematian Covid-19

Health | Jum'at, 05 Juni 2020 | 12:07 WIB

Serangan Virus di Pembuluh Darah Bisa Memicu Fase Kedua Covid-19 yang Fatal

Serangan Virus di Pembuluh Darah Bisa Memicu Fase Kedua Covid-19 yang Fatal

Health | Rabu, 03 Juni 2020 | 16:00 WIB

Kenapa Covid-19 Bisa Sebabkan Pembekuan Darah? Ahli Beberkan Sebabnya

Kenapa Covid-19 Bisa Sebabkan Pembekuan Darah? Ahli Beberkan Sebabnya

Health | Sabtu, 30 Mei 2020 | 17:10 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB