Berlebihan Mengonsumsi Makanan Sehat Justru Tidak Baik, Berikut 4 Contohnya

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Rabu, 24 Juni 2020 | 16:28 WIB
Berlebihan Mengonsumsi Makanan Sehat Justru Tidak Baik, Berikut 4 Contohnya

Suara.com - Makanan sehat seperti buah-buahan dan sayuran sangat baik bagi tubuh. Namun jika tidak ada variasi dan konsumsi makanan sehat berlebihan, justru akan menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan.

Dilansir dari Medical Daily, ada beberapa makanan sehat di luar sana yang dapat menyebabkan efek tidak diinginkan jika dikonsumsi berlebihan. Berikut beberapa di antaranya.

1. Ubi jalar
Ubi jalar adalah alternatif yang lebih sehat daripada kentang putih bertepung biasa karena mengandung banyak nutrisi, termasuk vitamin C, vitamin B, tembaga dan mangan.

Namun, kadar beta-karoten yang tinggi (memiliki sifat anti-penuaan) akibat terlalu banyak mengonsumsi sayuran akar manis berwarna oranye ini dapat mengubah warna kulit Anda menjadi oranye. Kondisi ini disebut sebagai karotenemia. Mengurangi ubi, wortel, dan makanan kaya beta-karoten lainnya akan membantu kulit Anda kembali ke rona normalnya.

2. Kacang polong
Kacang-kacangan seperti kacang hitam, kacang merah hingga buncis dikenal karena kandungan seratnya, yang membantu membuat kenyang lebih lama.

Namun jika berlebihan mengonsumsinya, ada efek samping berupa gas dan kembung. Selain itu asupan serat yang berlebihan dapat menghambat penyerapan zat besi, magnesium, seng, kalsium dan nutrisi lainnya. Untuk menghindari efek samping serat, seimbangkan asupan kacang dengan minum banyak air.

Kacang polong. (Sumber: Shutterstock)
Kacang polong. (Sumber: Shutterstock)

3. Tahu
Tahu adalah alternatif non-daging terbaik dalam hal kebutuhan protein harian Anda karena mengandung semua sembilan asam amino esensial. Selain itu, produk berbasis kedelai ini juga kaya akan kalsium, mangan dan selenium serta vitamin lainnya.

Tapi konsumsi kedelai yang berlebihan (lebih dari 4 porsi setiap hari) dapat mencegah protein diserap dan diproses oleh tubuh Anda. Semua ini disebabkan oleh tingginya kadar trypsin dan protease inhibitor legum.

4. Jeruk bali
Merujuk pada sarapan sehat, jeruk bali tidak hanya baik untuk sistem kekebalan tubuh, tetapi juga memiliki kadar gula yang rendah. Selain itu, mengandung vitamin C, likopen, kalium dan serat, yang semuanya membantu kesehatan jantung.

Namun jika Anda sedang mengonsumsi obat resep tertentu, Anda mungkin ingin menghindari makan buah ini. Sebab dapat mengganggu enzim di jalur usus, menyebabkan efek dari beberapa obat ini menjadi berlebihan.

Ilustrasi cabai. (Sumber: Shuttertsock)
Ilustrasi cabai. (Sumber: Shuttertsock)

5. Cabai
Mayoritas orang Indonesia tidak bisa hidup tanpa sambal atau cabai. Makanan yang memiliki tingkat antioksidan yang tinggi ini mampu meningkatkan kekebalan Anda dan membantu membalikkan efek penuaan.

Kandungan capsaicin dalam cabai pun jika dikonsumsi secara teratur mengurangi risiko penyakit jantung sambil menurunkan tekanan darah.

Tapi Anda mungkin ingin membatasi konsumsi saus pedas saat sarapan atau makan siang, karena capsaicin dapat memicu lonjakan suhu tubuh, mengganggu siklus tidur alami tubuh Anda. Selain itu, terlalu banyak dapat menyebabkan mual, diare dan sakit perut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Sepelekan Ubi Jalar, Bisa Bantu Redakan Sakit Punggung, Lho

Jangan Sepelekan Ubi Jalar, Bisa Bantu Redakan Sakit Punggung, Lho

Jogja | Rabu, 24 Juni 2020 | 12:40 WIB

Konsumsi Ubi Jalar Bisa Bantu Redakan Nyeri Punggung

Konsumsi Ubi Jalar Bisa Bantu Redakan Nyeri Punggung

Health | Rabu, 24 Juni 2020 | 11:15 WIB

Resep Kacang Panjang dan Tahu Bumbu Kuning, Kuahnya Gurih

Resep Kacang Panjang dan Tahu Bumbu Kuning, Kuahnya Gurih

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2020 | 07:00 WIB

Terkini

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB