Studi: 1,2 Juta Bayi Berpotensi Meninggal Karena Virus Corona

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Kamis, 02 Juli 2020 | 06:45 WIB
Studi: 1,2 Juta Bayi Berpotensi Meninggal Karena Virus Corona
Ilustrasi nayi meninggal. (Shutterstock)

Suara.com - Virus corona mudah menginfeksi kelompok rentan, termasuk anak-anak dan wanita hamil. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Lancet Global Health, sebuah model menunjukkan berapa banyak kematian tambahan yang terkait dengan Covid-19.

Studi ini mencakup peningkatan kematian ibu yang melahirkan saat pandemi. Hal itu dikarenakan kurangnya antibiotik dan lingkungan kelahiran. Sekitar 1,2 juta bayi juga 57 ribu ibu berpotensi meninggal di 118 negara dalam enam bulan terakhir karena hal tersebut.

Ilustrasi kelahiran seorang bayi. [Shutterstock/Gosphotodesign]
Ilustrasi bayi meninggal [Shutterstock/Gosphotodesign]

“Jika cek kesehatan rutin terganggu dan akses makanan sehat terganggu, peningkatan kematian anak dan ibu akan sangat berpengaruh," tulis studi tersebut dikutip dari Medical daily.

Dalam studi dari New England Journal of Medicine, ditemukan bahwa 3 dari 4 anak yang positif Covid-19 tidak memiliki penyakit penyerta tetapi dapat meningkatkan risiko kematian. 

Kondisi itu terkait dengan reaksi berbahaya terhadap sesuatu yang disebut sindrom inflamasi multisistem pada anak-anak atau dikenal sebagai MIS-C. Ini dilaporkan merupakan reaksi kekebalan terhadap infeksi.

Dalam studi tersebut, ditunjukkan bagaimana semua anak dengan kondisi tersebut menghadapi masalah pencernaan. Sekitar 80 persen memiliki masalah jantung dan masalah lain terkait dengan darah. Sebagian besar anak-anak dirawat di rumah sakit selama sekitar satu minggu dengan 80 persen dari mereka dirawat di perawatan intensif.

Gejalanya biasanya terjadi setelah dua hingga empat minggu pasca terinfeksi SARS-CoV-2. Meski begitu, gangguan ini jarang terjadi, hanya menyerang 2 dari 100 ribu anak. Warna kulit juga bisa menjadi faktor anak-anak berurusan dengan gangguan tersebut. 

Tampaknya lebih umum pada anak-anak berkulit hitam, Hispanik atau Asia Selatan,  tulis dalam hasil penelitian itu.

Gejala yang umum terjadi termasuk demam atau kedinginan dan detak jantung yang cepat. Juga 60 persen memiliki ruam dan beberapa menunjukkan mata kemerahan yang terkait dengan peradangan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sering Dianggap Berbahaya, Apa Itu Super Spreader dalam Virus Corona?

Sering Dianggap Berbahaya, Apa Itu Super Spreader dalam Virus Corona?

Health | Rabu, 01 Juli 2020 | 19:45 WIB

Viral Bayi Dilempar ke Kolam Renang Untuk Belajar, Dokter Angkat Suara

Viral Bayi Dilempar ke Kolam Renang Untuk Belajar, Dokter Angkat Suara

Health | Sabtu, 27 Juni 2020 | 18:55 WIB

Studi: Bayi dengan Covid-19 Mengembangkan Gejala Ringan, Kebanyakan Demam

Studi: Bayi dengan Covid-19 Mengembangkan Gejala Ringan, Kebanyakan Demam

Health | Minggu, 21 Juni 2020 | 07:22 WIB

Terkini

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21 WIB

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

×