Peneliti Tegaskan Lesi Kaki atau Chilblains Tidak Terkait dengan Covid-19

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Rabu, 08 Juli 2020 | 16:57 WIB
Peneliti Tegaskan Lesi Kaki atau Chilblains Tidak Terkait dengan Covid-19
Ilustrasi kaki. (Shutterstock)

Suara.com - Dalam serangkaian penelitian pada kasus 31 pasien menunjukkan, bahwa chilblains atau lesi dermatologis pada kaki tampaknya tidak terkait dengan Covid-19. Studi soal lesi kaki ini telah diterbitkan secara online pada 25 Juni di JAMA Dermatology.

Dilansir dari Medical Xpress, Anne Herman, M.D., dari Université Catholique de Louvain di Brussels dan rekannya memeriksa apakah chilblains yang dikaitkan dengan Covid-19 dalam serangkaian kasus monosentris di rumah sakit perawatan tersier. 

Tiga puluh satu pasien yang baru saja mengembangkan chilblains dimasukkan dalam penelitian ini. Para peneliti menemukan bahwa pasien umumnya dalam keadaan sehat dan kebanyakan remaja atau dewasa muda. 

Diagnosis chilblains dikonfirmasi dalam analisis histopatologis spesimen biopsi kulit dan sesekali fenomena limfositik atau mikrotothotik. 

Pada tujuh pasien, analisis imunofluoresensi menunjukkan vaskulitis pembuluh berdiameter kecil.

Sindrom pernafasan akut berat virus corona baru atau SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 tetap tidak terdeteksi oleh reaksi rantai balik transkriptase polimerase terbalik secara real-time pada apusan nasofaring dan pada sampel biopsi lesi kulit untuk semua pasien. 

Pada semua pasien, titer antibodi imunoglobulin M dan imunoglobulin G negatif untuk SARS-CoV-2. Tidak ada kelainan signifikan yang dicatat dalam hasil tes darah yang mengindikasikan penyakit sistemik.

Ilustrasi kaki. (Pixabay/films42)
Ilustrasi kaki. (Pixabay/films42)

"Kami melaporkan beberapa kasus chilblains yang terjadi terutama pada orang muda selama pandemi Covid-19," tulis para penulis.

"Kami berhipotesis bahwa lesi kulit ini mungkin disebabkan oleh perubahan gaya hidup yang disebabkan oleh pengendalian dan tindakan penguncian. 
Lesi dermatologis, bahkan jika semakin diamati selama pandemi saat ini harus ditafsirkan dengan hati-hati," imbuhnya.

Sebelumnya, pada April Dewan Umum Resmi Spanyol, Perguruan Tinggi Podiatris pun membagian pernyataan yang mengungkapkan bahwa beberapa pasien virus corona mengalami lesi pada kakinya.

"Bentuknya berupa lesi warna ungu (sangat mirip dengan cacar air, campak atau chilblains) yang biasanya muncul di jari kaki dan biasanya sembuh tanpa meninggalkan bekas," jelas Dewan Umum dikutip dari Mirror.

Menurut ahli kulit dan ahli penyakit kaki juga menambahkan bahwa gejala berupa lesi kaki ini juga ditemukan pada banyak pasien virus corona Covid-19 di Italia, Perancis dan Spanyol.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Batuk-batuk Disangka Covid-19, Ternyata Malah Didiagnosis Kanker

Batuk-batuk Disangka Covid-19, Ternyata Malah Didiagnosis Kanker

Health | Rabu, 08 Juli 2020 | 16:14 WIB

Hanya Satu Suntikan, Obat ARV Injeksi Baru Ini Dinilai Efektif Mencegah HIV

Hanya Satu Suntikan, Obat ARV Injeksi Baru Ini Dinilai Efektif Mencegah HIV

Health | Rabu, 08 Juli 2020 | 15:59 WIB

WHO Akui Adanya Risiko Penularan Virus Corona Lewat Udara

WHO Akui Adanya Risiko Penularan Virus Corona Lewat Udara

Health | Rabu, 08 Juli 2020 | 16:00 WIB

Terkini

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB