Covid-19 Belum Selesai, PBB Peringatkan Munculnya Wabah dari Hewan Liar

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 08 Juli 2020 | 19:10 WIB
Covid-19 Belum Selesai, PBB Peringatkan Munculnya Wabah dari Hewan Liar
Ilustrasi kelelawar yang menyebabkan penyakit menular. (Shutterstock)

Suara.com - Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan tentang tren meningkatnya penyakit yang menyebar dari hewan liar ke manusia. Mereka menyebut hal itu kemungkinan didorong oleh degradasi lingkungan alam kita.

Dilansir dari New York Post, ilmuwan menyebutnya "penyakit zoonosis," yang meliputi Ebola, SARS, Zika, HIV / AIDS, demam Nil Barat dan sekarang Covid-19.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Mereka adalah infeksi yang melonjak antara hewan dan manusia, "beberapa di antaranya meninggalkan penyakit dan kematian di belakang mereka," menurut laporan Program Lingkungan PBB (UNEP) berjudul: Preventing the Next Pandemic: Penyakit zoonosis dan cara memutuskan rantai penularan.

“Ilmu pengetahuannya jelas bahwa jika kita terus mengeksploitasi satwa liar dan menghancurkan ekosistem kita, maka akan melihat aliran yang stabil dari penyakit ini melompat dari hewan ke manusia di tahun-tahun mendatang,” kata Direktur Eksekutif UNEP Inger Andersen.

Mereka melanjutkan, bahwa pandemi menghancurkan kehidupan dan ekonomi, Dari semua yang terdampak, yang paling menderita adalah yang termiskin dan paling rentan.

"Untuk mencegah wabah di masa depan, kita harus lebih berhati-hati dalam melindungi lingkungan alami kita."

Laporan baru ini memperingatkan bahwa wabah di masa depan akan terus muncul kecuali pemerintah di seluruh dunia mengambil langkah-langkah proaktif untuk membatasi penyakit zoonosis agar tidak masuk ke populasi manusia.

Penyakit-penyakit tersebut bertanggung jawab atas beberapa wabah paling mematikan di dunia, termasuk wabah pes pada akhir Abad Pertengahan dan pandemi influenza pada awal abad kedua puluh.

"Orang-orang melihat kembali ke pandemi influenza 1918-1919 dan berpikir bahwa wabah penyakit seperti itu hanya terjadi sekali dalam satu abad," kata Maarten Kappelle, kepala penilaian ilmiah di UNEP.

baca juga

"Tapi itu tidak lagi benar. Jika kita tidak mengembalikan keseimbangan antara dunia alami dan dunia manusia, wabah ini akan semakin lazim. "

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandemi Covid-19 Belum Usai, Begini Panduan Aman Periksa ke Dokter Gigi

Pandemi Covid-19 Belum Usai, Begini Panduan Aman Periksa ke Dokter Gigi

Health | Rabu, 08 Juli 2020 | 18:12 WIB

Apakah Zona Hijau Artinya Aman dari Covid-19?

Apakah Zona Hijau Artinya Aman dari Covid-19?

Jatim | Rabu, 08 Juli 2020 | 17:09 WIB

Peneliti Tegaskan Lesi Kaki atau Chilblains Tidak Terkait dengan Covid-19

Peneliti Tegaskan Lesi Kaki atau Chilblains Tidak Terkait dengan Covid-19

Health | Rabu, 08 Juli 2020 | 16:57 WIB

Terkini

Mahfud MD Tak Habis Pikir HP Prabowo Disadap Listyo: Kejahatan Terjahat Sepanjang Sejarah Polri

Mahfud MD Tak Habis Pikir HP Prabowo Disadap Listyo: Kejahatan Terjahat Sepanjang Sejarah Polri

News | Rabu, 04 November 2026 | 13:16 WIB

Mari Jaga Hutan Papua, Swasembada Energi atau Kedok Ekspansi Korporasi?

Mari Jaga Hutan Papua, Swasembada Energi atau Kedok Ekspansi Korporasi?

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 13:15 WIB

Nyaris Dua Tahun Sadap Prabowo, Berapa Lama Listyo Sigit Menjabat Kapolri?

Nyaris Dua Tahun Sadap Prabowo, Berapa Lama Listyo Sigit Menjabat Kapolri?

News | Rabu, 04 November 2026 | 13:14 WIB

Polda Riau Didesak Usut Dugaan Herri Pras Lecehkan UAS dan Ustaz Adi Hidayat

Polda Riau Didesak Usut Dugaan Herri Pras Lecehkan UAS dan Ustaz Adi Hidayat

Riau | Rabu, 04 November 2026 | 13:13 WIB

Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap

Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 13:11 WIB

Profil Juliati Sapta Dewi Magdalena, Istri Listyo Sigit Prabowo yang Jarang Tersorot

Profil Juliati Sapta Dewi Magdalena, Istri Listyo Sigit Prabowo yang Jarang Tersorot

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 13:10 WIB

Penydapan Prabowo hingga LSM, YLBHI: Kalau Terbukti, Ini Pelanggaran HAM

Penydapan Prabowo hingga LSM, YLBHI: Kalau Terbukti, Ini Pelanggaran HAM

News | Rabu, 04 November 2026 | 13:10 WIB

Penjualan Motor Indonesia Berpotensi Raih Rekor Tertinggi Sejak 2015

Penjualan Motor Indonesia Berpotensi Raih Rekor Tertinggi Sejak 2015

Otomotif | Rabu, 04 November 2026 | 13:10 WIB

GM FKPPI Jatim Desak Aktor Intelektual Dugaan Penyadapan Prabowo Dibongkar

GM FKPPI Jatim Desak Aktor Intelektual Dugaan Penyadapan Prabowo Dibongkar

Jatim | Rabu, 04 November 2026 | 13:06 WIB

Perjudian Yamaha Copot Mesin Bensin NMAX Demi Masuk Pasar Skuter Listrik

Perjudian Yamaha Copot Mesin Bensin NMAX Demi Masuk Pasar Skuter Listrik

Otomotif | Rabu, 04 November 2026 | 13:04 WIB

×