Waspada Keputihan saat Hamil, Berisiko Lahirkan Bayi Prematur

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi
Waspada Keputihan saat Hamil, Berisiko Lahirkan Bayi Prematur
Ilustrasi vagina keputihan. (Shutterstock)

Keputihan pada saat hamil juga bisa memicu bahaya dan bisa mengancam perkembangan janin.

Suara.com - Keputihan bagi kebanyakan perempuan mungkin dianggap sebagai hal yang biasa. Ini karena keputihan merupakan cairan yang diproduksi kelenjar dan leher vagina yang membawa sel mati dan bakteri.

Keputihan juga bisa terjadi pada kehamilan. Tapi jangan sampai dianggap sepele, keputihan pada saat hamil juga bisa memicu bahaya dan bisa mengancam perkembangan janin.

Ilustrasi wanita hamil.[Pexels/Leah Kelley]
Ilustrasi wanita hamil.[Pexels/Leah Kelley]

Dokter Kulit dan Kelamin dr. Hanny Nilasari, Sp.KK (K), FINSDV, FAADV mengatakan terjadinya keputihan saat kehamilan perlu diwaspadai ekstra dua kali lipat.

"Pada ibu hamil itu harus lebih waspada, waspadanya lebih ditingkatkan, waspada pangkat 2, karena ada bayi yang ada di kandungnya," ujar dr. Hanny dalam LIVE IG Perdoski, Jumat (10/7/2020).

Ia mengatakan keputihan memang bisa memicu peradangan karena mengandung bakteri. Nah, peradangan itulah yang dikhawatirkan pada ibu hamil menginfeksi saluran vagina sampai mulut rahim. 

Setelah keputihan mencapai rahim, maka peradangan ini bisa menginfeksi air ketuban, dan merusak ketuban tempat bayi bertumbuh.

"Kalau infeksinya sampai di mulut rahim tentunya harus berhati-hati, nggak jauh dari situ ada ketuban. Nanti ketubannya bisa terinfeksi dan bayinya lahir prematur," jelasnya.

Dokter yang berpraktik di RS Cipto Mangunkusumo itu juga mengingatkan lebih waspada jika keputihan terjadi di usia kehamilan 6 bulan. Apalagi juga keputihan yang keluar cukup banyak.

"Jadi ibu-ibu yang hamil 6 bulan kemudian mengalami keputihan yang sangat banyak, seperti disampaikan gejala dan tandanya, curiga ke arah situ. Itu harus segera berobat ke dokter," tuturnya.

"Kalau misalnya tidak, itu bisa terjadi prematuritas, ketuban pecah dini, artinya bayinya lahir, atau bayinya ikut terinfeksi. Cairan ketubannya ikut terinfeksi sehingga bayinya juga ikut terinfeksi," sambungnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS