Sama Berisikonya, Apa Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan 2?

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Rabu, 15 Juli 2020 | 09:49 WIB
Sama Berisikonya, Apa Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan 2?
Ilustrasi diabetes. (Shutterstock)

Suara.com - Secara umum, diabetes adalah penyakit yang menggangu produksi insulin dalam tubuh. Insulin sendiri membantu tubuh Anda mengubah gula dari makanan menjadi bahan bakar untuk sel-sel. Hal ini yang bisa membuat gula darah tetap meningkat pada tingkat yang sangat berbahaya. 

"Komplikasi jangka panjang ini bisa parah dan dapat menyebabkan kebutaan, borok kaki, gangren yang membutuhkan amputasi, dan gagal ginjal," kata Arnold Saperstein, MD, FACP, seorang ahli endokrinologi dan kepala medis di Cecelia Health pada Insider.

Lalu apa bedanya diabetes tpe 1 dan 2? Dilansir dari Insider, berikut adalah perbedaan diabetes tipe 1 dan 2 yang perlu Anda kenali, antara lain:

Diabetes tipe 1

Sekitar 5-10 persen penderita diabetes digolongkan sebagai tipe 1. Diabetes tipe 1 adalah ketika tubuh tidak dapat memproduksi insulin sendiri. Jenis ini lebih sering didiagnosis selama masa kanak-kanak atau remaja daripada orang dewasa.

"Para peneliti belum mengetahui penyebab pasti diabetes tipe 1," kata Saperstein. 

Banyak yang percaya penyakit ini mungkin disebabkan oleh reaksi autoimun di mana tubuh menyerang sel-selnya sendiri dan karenanya tidak dapat memproduksi insulin. 

Namun, para peneliti tahu ada faktor-faktor risiko tertentu seperti riwayat keluarga dengan diabetes tipe 1, serta riwayat infeksi virus seperti enterovirus yang biasanya meliputi gejala pernapasan.

Saperstein mengatakan faktor-faktor ini dapat memicu kurangnya produksi insulin sehingga tubuh berjuang untuk mengatur glukosa darah.

baca juga

Diabetes Tipe 2

Hampir 90-95 persen penderita diabetes adalah diabetes tipe 2 dan mayoritas penderitanya orang dewasa. Jenis ini terjadi ketika tubuh tidak dapat memetabolisme insulin dengan baik dan progresif yang berarti sering memburuk dari waktu ke waktu jika tidak diobati.

Diabetes tipe 2 juga memiliki komponen genetik. Tetapi faktor risiko lain juga bisa berperan, seperti riwayat kelebihan berat badan, tidak banyak gerak, hingga kurangnya akses ke perawatan kesehatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awas, Konsumsi Protein di Malam Hari Juga Bisa Tingkatkan Kadar Gula Darah

Awas, Konsumsi Protein di Malam Hari Juga Bisa Tingkatkan Kadar Gula Darah

Health | Selasa, 14 Juli 2020 | 14:10 WIB

Studi: Tingkatkan Kebiasaan Minum Kopi Bisa Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2

Studi: Tingkatkan Kebiasaan Minum Kopi Bisa Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2

Health | Selasa, 14 Juli 2020 | 11:55 WIB

Studi: Vitamin D Bisa Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2

Studi: Vitamin D Bisa Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2

Health | Senin, 13 Juli 2020 | 13:51 WIB

Terkini

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:32 WIB

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:18 WIB

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Video | Minggu, 20 September 2026 | 21:01 WIB

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 20:58 WIB

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:51 WIB

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

Sulsel | Minggu, 20 September 2026 | 20:48 WIB

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

Jatim | Minggu, 20 September 2026 | 20:33 WIB

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:32 WIB

×