Kontrol Dampak Radang Sendi dengan Minum Teh Hijau, Ini Manfaatnya!

Silfa Humairah Utami, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 16 Juli 2020 | 17:15 WIB
Kontrol Dampak Radang Sendi dengan Minum Teh Hijau, Ini Manfaatnya!
Ilustrasi nyeri sendi, radang sendi, terkilir, keseleo. (Shutterstock)

Suara.com -  Radang sendi atau Rheumatoid arthritis adalah suatu kondisi autoimun yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh yang sehat.

Sistem kekebalan ini biasanya membuat antibodi yang menyerang bakteri dan virus membantu melawan infeksi. Jika Anda menderita radang sendi, maka sistem kekebalam secara keliru akan mengirimkan antibodi ke lapisan sendi dan menyerang jaringan sekitarnya.

Menurut Mayo Clinic dilansir dari Express, kondisi ini menyebabkan lapisan tipis sel (sinovium) yang menutupi sendi menjadi sakit dan meradang. Lapisan itu akan melepaskan bahan kimia yang akhirnya bisa menghancurkan tulang rawan dan tulang di dalam sendi.

Sebenarnya tidak ada cara untuk menyembuhkan kondisi ini. Tetapi, langkah-langkah tertentu bisa dilakukan untuk mengurangi dampak radang sendi.

Beberapa makanan bisa membantu mengatasi kondisi ini, karena sifat anti-inflamasinya. Salah satu yang bisa Anda konsumsi adalah minum teh hijau.

Ilustrasi radang sendi (shutterstock)
Ilustrasi radang sendi (shutterstock)

Menurut Arthritis Foundation (AF), teh hijau kaya akan polifenol, yakni senyawa dari tanaman yang memiliki efek anti-inflamasi yang kuat.

Jenis teh lain juga memiliki polifenol. Tetapi, teh hijau dianggap paling unggul karena bahan aktifnya adalah polifenol yang dikenal sebagai pigallocatechin 3-gallate (EGCG).

"EGCG telah terbukti 100 kali lebih kuat dalam aktivitas antioksidan dibandingkan vitamin C dan E," jelas AF.

Antioksidan adalah senyawa yang melawan radikal bebas, yakni molekul tidak stabil dan diyakini berperan dalam peradangan yang disebabkan oleh radang sendi.

Menurut AF, penelitian menunjukkan EGCG juga membantu menjaga tulang rawan. Sebuah penelitian pada hewan membuktikan manfaat senyawa yang ditemukan dalam teh hijau.

Dalam studi yang dilakukan oleh tim peneliti di Washington State University (WSU) menyatakan senyawa itu tampaknya mengurangi pembengkakan pergelangan kaki pada tikus yang mengalami radang sendi.

"Temuan kami memberikan bukti untuk menargetkan TAK1 sebagai pengobatan radang sendi dengan EGCG," kata kata Salah-uddin Ahmed, Ph.D., dari WSU College of Pharmacy dan penulis utama studi tersebut.

Salah-uddin Ahmed, mencatat bahwa perawatan radang sendi lainnya mungkin efektif, tetapi juga bisa merusak sistem kekebalan tubuh jangka panjang.

Sehingga peneliti menyimpulkan bahwa senyawa dalam teh hijau ini mungkin menjadi alternatif yang menjanjikan dan aman untuk perawatan radang sendi. Selain minum teh hijau, Anda juga bisa olahraga teratur untuk mengelola dampaknya.

"Berolahraga secara teratur bisa membantu menghilangkan stres, menjaga sendi bergerak dan memperkuat otot-otot yang menopang sendi," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Obat Radang Sendi Disebut Bisa Turunkan Risiko Kematian Pasien Covid-19

Obat Radang Sendi Disebut Bisa Turunkan Risiko Kematian Pasien Covid-19

Health | Rabu, 15 Juli 2020 | 06:05 WIB

Ketahui Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan saat Minum Teh Hijau

Ketahui Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan saat Minum Teh Hijau

Health | Minggu, 12 Juli 2020 | 07:00 WIB

Teh Hijau Berpotensi Cegah Risiko Kematian Serangan Jantung dan Stroke

Teh Hijau Berpotensi Cegah Risiko Kematian Serangan Jantung dan Stroke

Health | Jum'at, 10 Juli 2020 | 08:05 WIB

Terkini

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:29 WIB

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB