Peneliti: Pria dengan Gula Darah Tinggi Berisiko Meninggal akibat Covid-19!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Peneliti: Pria dengan Gula Darah Tinggi Berisiko Meninggal akibat Covid-19!
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Ada beberapa keluhan kesehatan umum yang bisa menggandakan risiko kematian pasien Covid-19, salah satunya diabetes.

Suara.com - Sebanyak lebih dari 500 ribu orang meninggal dunia akibat virus corona Covid-19 di seluruh dunia. Para ahli kesehatan telah memperingatkan bahwa ada banyak faktor yang meningkatkan risiko kematian pasien Covid-19.

Sebuah studi baru pun telah mengungkapkan faktor risiko yang bisa menggandakan risiko kematian pasien Covid-19. Pasien Covid-19 dengan kadar gula darah tinggi dua kali lebih mungkin meninggal dunia daripada lainnya.

Para peneliti yang bekerja di China melihat kembali pasien yang dirawat di rumah sakit berbeda di Wuhan. Terutama pasien dengan kadar gula darah tinggi yang meninggal dunia akibat Covid-19.

Studi sebelumnya telah menunjukkan hubungan antara gula darah tinggi yang tidak normal dan risiko kematian lebih besar akibat pneumonia, stroke, serangan jantung, trauma dan pembedahan.

Menurut tim Universitas Sains dan Teknologi Huazhong, hal itu juga telah menunjukkan hubungan antara diabetes dengan risiko kematian akibat Covid-19 yang lebih besar.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Para peneliti mengatakan temuan mereka menunjukkan bahwa diabetes tanpa diagnosis atau gula darah tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko kematian akibat virus corona Covid-19.

Mereka merekomendasikan rumah sakit melakukan skrinning kadar glukosa darah ketika pasien dirawat dengan gejala virus corona Covid-19.

Naveed Sattar, Profesor Pengobatan Metabolik, Universitas Glasgow pun mengatakan temuan laporan itu sesuai dengan harapannya.

"Kita bisa menjadi tahu bila mereka dengan kadar gula darah tinggi akan mengalami kondisi yang lebih parah. Karena, kondisinya bisa lebih parah akan menekan jalur metabolisme yang menyebabkan kadar gula meningkat," kata Naveed dikutip dari Express.

Tim China pun mengamati kadar glukosa darah orang pada 24 Januari 2020 hingga 10 Februari 2020 di dua rumah sakit di Wuhan, China.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS