Cara Nikmat Kontrol Gula Darah, Konsumsi Cokelat Hitam!

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana | Suara.com

Selasa, 21 Juli 2020 | 12:31 WIB
Cara Nikmat Kontrol Gula Darah, Konsumsi Cokelat Hitam!
Ilustrasi makan cokelat gelap (dark chocolate). (Shutterstock)

Suara.com - Cokelat hitam telah terbukti bermanfaat bagi kadar gula darah. Hal ini dinyatakan dalam sebuah studi yang telah diterbitkan pada tahun 2018.

Dilansir dari Express, sebuah studi enam bulan yang diterbitkan pada 2018 melihat hubungan antara konsumsi cokelat hitam biasa dan kadar glukosa darah di antara individu-individu Hispanik.

Penelitian itu menyarankan makan 48 gram 70 persen cokelat hitam setiap hari dapat membantu menurunkan kadar glukosa dan mengurangi resistensi insulin.

Cokelat hitam dipercaya bermanfaat bagi kadar gula darah karena mengandung kakao.

Cokelat kaya flavanol yang ternyata ampuh mengatasi darah tinggi. (Shutterstock)
Manfaat kesehatan makan cokelat. (Shutterstock)

Kakao adalah biji seperti kacang yang biasanya ditumbuk untuk menghasilkan bubuk yang terasa pahit untuk membuat cokelat. Kakao sendiri mengandung banyak nutrisi, termasuk epicatechin flavonoid yang dapat mengontrol kadar gula darah.

Sebuah ulasan yang diterbitkan pada 2017 melihat temuan beberapa studi kecil yang menyarankan kakao dapat membantu memperlambat perkembangan diabetes tipe 2 dan mengurangi resistensi insulin.

Sepotong cokelat hitam tinggi mengandung banyak komponen sehat.

"Antioksidan dalam cokelat membantu tubuh menggunakan insulinnya secara lebih efisien untuk membantu mengendalikan gula darah," kata Anna Simos, seorang manajer program pendidikan dan pencegahan diabetes di Stanford Health Care di Palo Alto, California.

"Ini pada gilirannya membantu menurunkan kadar gula darah secara alami dan benar-benar membantu tubuh Anda menggunakan insulin Anda Sebagai hasilnya, cokelat membantu mengurangi resistensi insulin, yang kita lihat pada diabetes tipe 2," imbuahmnya.

Tetapi penting juga untuk menghindari hal-hal yang meningkatkan kadar gula darah, seperti makanan dengan kandungan karbohidrat tinggi.

Karbohidrat dipecah menjadi glukosa relatif cepat dan karena itu memiliki efek lebih nyata pada kadar gula darah daripada lemak atau protein.

Ilustrasi Cokelat (Pixabay/AlexanderStein)
Ilustrasi Cokelat (Pixabay/AlexanderStein)

Penyebab terburuk adalah karbohidrat olahan seperti roti putih.

Dalam hal kolesterol, hindari lemak jenuh, seperti makanan olahan jika memungkinkan, karena lemak tidak sehat ini meningkatkan kadar kolesterol LDL.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), sangat penting untuk menjaga kadar gula darah dalam kisaran target untuk mencegah konsekuensi kesehatan serius jangka panjang.

Komplikasi kadar gula darah bisa memicu penyakit jantung, kehilangan penglihatan dan penyakit ginjal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti: Pria dengan Gula Darah Tinggi Berisiko Meninggal akibat Covid-19!

Peneliti: Pria dengan Gula Darah Tinggi Berisiko Meninggal akibat Covid-19!

Health | Minggu, 19 Juli 2020 | 17:28 WIB

Berkaca dari Penyebab Meninggalnya Omas, Ini Cara Turunkan Kadar Gula Darah

Berkaca dari Penyebab Meninggalnya Omas, Ini Cara Turunkan Kadar Gula Darah

Health | Jum'at, 17 Juli 2020 | 16:15 WIB

Penting, Ini Sebabnya Penderita Diabetes Harus Batasi Asupan Karbohidrat!

Penting, Ini Sebabnya Penderita Diabetes Harus Batasi Asupan Karbohidrat!

Health | Rabu, 15 Juli 2020 | 14:04 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB