Hari Anak Nasional 2020: Usaha Keras Melindungi Anak dari Pandemi Covid-19

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 23 Juli 2020 | 08:05 WIB
Hari Anak Nasional 2020: Usaha Keras Melindungi Anak dari Pandemi Covid-19
anak di masa pandemi. (Shutterstock)

Temuan kasus baru setelah sekolah tatap muka kembali dibuka di beberapa negara, kata Anggraini juga menunjukkan penularan terjadi tidak hanya ke sesama siswa tapi juga guru dan orangtua.

"Simpanlah anak di rumah di garda yang pertahanan belakang, biarlah yang dewasa cari uang karena ekonomi dan harus menghidupi keluarganya, namun disiplin pencegahannya," sambungnya.

Di sisi lain, Jasra Putra juga menyoroti bagaimana dunia pendidikan serta anak, lekat dengan munculnya klaster baru penyebaran Covid-19. 

"Ada klaster Pondok Pesantren di Gontor, ada kalster panti asuhan di Kalsel ini. Ini yang jadi kekhwatiran kita. Zona hijau sekolan tatap muka mesti dicek betul sesuai protokol kesehatan, tersedia tidak infrastukturnya?" kata Jasra.

Alirkan Optimisme Pada Anak saat Pandemi

Stres meningkatkan risiko terkena Covid-19. (Shutterstock)
Covid-19. (Shutterstock)

Pada akhirnya, pandemi Covid-19 tak hanya mengusik kesehatan mental orang dewasa tetapi juga memberi tekanan batin pada anak.

Perempuan yang juga berprofesi sebagai Dokter Konsultan Spesialis Anak di Bandung tersebut meminta orangtua untuk mengubah keadaan yang serba sulit seperti saat ini dengan membangun nuansa energi positif demi anak.

Meski belajar serba terbatas dan harus tetap di rumah, orangtua diminta harus kreatif dalam mengajari anak menggunakan metode tidak biasa agar anak tetap gembira.

"Sebagai orangtua optimis, gembira, kreatif, dan bisa berdisiplin itu akan ditularkan, kita tularkan kegembiraan kepada anak," katanya.

baca juga

Anak-anak juga diharapkan bisa terangsang jiwa kreatifnya dan menemukan cara bertahan di tengah keterbatasan.

"Sehingga bisa lewati masa pandemi ini. Anggaplah suatu gelanggang latihan, baik untuk orangtua maupun anak untuk disiplin, nanti kapanpun anak-anak kita dewasa nanti, adalah anak-anak yang disiplin," tutup Anggarini.

Sebelumnya berbeda dengan data Gugus Tugas Covid-19, IDAI sempat merilis data bahwa hingga 18 Mei 2020 jumlah anak-anak yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 ada sebanyak 3.324 orang.

Dari jumlah tersebut 129 di antaranya meninggal dunia. Sementara jumlah anak yang terkonfirmasi positif Covid-19 ada sebanyak 584 anak dengan angka kematian 14 orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sudah 3 Kali Dites Corona, Presiden Brasil Tetap Positif Covid-19

Sudah 3 Kali Dites Corona, Presiden Brasil Tetap Positif Covid-19

News | Kamis, 23 Juli 2020 | 05:37 WIB

Save The Children: 3.000 Anak Jadi Korban Kekerasan Selama Pandemi

Save The Children: 3.000 Anak Jadi Korban Kekerasan Selama Pandemi

Health | Kamis, 23 Juli 2020 | 05:05 WIB

AS Teken Kontrak dengan Pfizer untuk Produksi 100 Juta Dosis Vaksin

AS Teken Kontrak dengan Pfizer untuk Produksi 100 Juta Dosis Vaksin

News | Rabu, 22 Juli 2020 | 22:25 WIB

Terkini

BRImo Hadirkan Promo Tiket ARTSUBS 2026 Rp5.000, Saatnya Jelajahi Seni Kontemporer

BRImo Hadirkan Promo Tiket ARTSUBS 2026 Rp5.000, Saatnya Jelajahi Seni Kontemporer

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Lawan Dehidrasi! 4 Barrier Sunscreen Lokal Buat Kulit Kering Tetap Lembap

Lawan Dehidrasi! 4 Barrier Sunscreen Lokal Buat Kulit Kering Tetap Lembap

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Penantian Panjang Warga Jakarta Berakhir, Masjid Apung Ancol Resmi Berdiri

Penantian Panjang Warga Jakarta Berakhir, Masjid Apung Ancol Resmi Berdiri

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Persija Terseret Insiden Bus Persib U-18, Ferry Paulus Dukung Erick Thohir soal Pengurangan Poin

Persija Terseret Insiden Bus Persib U-18, Ferry Paulus Dukung Erick Thohir soal Pengurangan Poin

Bola | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Wacana Gaji ASN Lewat Kopdes Dinilai Minim Urgensi, Ekonom UGM: Cuma Bikin Ruwet

Wacana Gaji ASN Lewat Kopdes Dinilai Minim Urgensi, Ekonom UGM: Cuma Bikin Ruwet

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Vicky Prasetyo Sentil Artis dan Influencer yang Diam soal Karhutla: Kalau Flexing Jari Kalian Lincah

Vicky Prasetyo Sentil Artis dan Influencer yang Diam soal Karhutla: Kalau Flexing Jari Kalian Lincah

Entertainment | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Soal Hak Angket Polemik Ijazah Gibran, Jokowi: Itu Hak Konstitusional Partai Politik di DPR

Soal Hak Angket Polemik Ijazah Gibran, Jokowi: Itu Hak Konstitusional Partai Politik di DPR

Surakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Petaka Ritual Healing yang Menghancurkan Persahabatan di Film Hasut

Petaka Ritual Healing yang Menghancurkan Persahabatan di Film Hasut

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Two Way Cake Hanasui Cocok untuk Kulit Apa? Kenali Formula, Shade, dan Hasil Akhirnya

Two Way Cake Hanasui Cocok untuk Kulit Apa? Kenali Formula, Shade, dan Hasil Akhirnya

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:25 WIB

PDIP Tegaskan Sanksi bagi Kader Usai Bupati Klaten Kena OTT KPK

PDIP Tegaskan Sanksi bagi Kader Usai Bupati Klaten Kena OTT KPK

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:23 WIB

×