Jangan Takut, Anak-Anak Bukan Sumber Utama Penyebaran Virus Corona

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah
Jangan Takut, Anak-Anak Bukan Sumber Utama Penyebaran Virus Corona
Anak sekolah memakai masker. (Shutterstock)

Sebuah ulasan cepat membahas bahwa anak-anak bukanlah sumber utama penularan Covid-19.

Suara.com - Dampak Covid-19 pada anak-anak masih belum pasti. Sebagian besar penelitian menemukan anak-anak kurang rentan terhadap penyakit tersebut, sedangkan penelitian lain menyatakan mereka memiliki tingkat infeksi yang sama dengan orang dewasa.

Meski umumnya Covid-19 merupakan penyakit ringan pada anak-anak, ada laporan bahwa mereka mengalami komplikasi sindrom inflamasi langka.

Ketidakpastian tentang dampak penyakit pada anak-anak dan kemampuan mereka menularkan virus corona kepada orang lain telah menyebabkan kebingungan dan menimbulkan kekhawatiran tentang pembukaan sekolah kembali.

Terkait kekhawatiran ini, Pusat Kolaborasi Metode dan Alat Nasional (National Collaborating Centre for Methods and Tools atau NCCMT), di Ontario, Kanada, melakukan tinjauan bukti cepat.

Dalam ulasannya, mereka menemukan bahwa anak-anak bukanlah sumber utama penyebaran infeksi Covid-19 dan lebih mungkin tertular penyakit dari orang dewasa daripada ke anak-anak lain.

Ilustrasi Mengajarkan Disiplin pada Anak Jepang. (Shutterstock)
Ilustrasi anak sekolah. (Shutterstock)

Dilansir dari Medical News Today, secara keseluruhan penelitian yang dipublikasikan sejauh ini menunjukkan kemungkinan tertular dan menularkan Covid-19 masih dalam skala usia dan anak-anak kecil tidak mungkin menjadi sumber utama penularan.

"Intinya, sejauh ini, adalah anak-anak di bawah 10 tahun tidak mungkin mendorong wabah Covid-19 di tempat penitipan anak dan sekolah," kata asisten profesor Sarah Neil-Sztramko, dari NCCMT.

"Sampai saat ini, orang dewasa lebih mungkin menjadi penular infeksi daripada anak-anak," sambungnya.

Meski laporan ini konsisten, penulis mengatakan perlu adanya tinjauan lebih lanjut di masa yang akan datang, terutama jika ada temuan lain yang berubah.

Penulis juga memperingatkan bahwa beberapa studi yang mereka analisis belum ditinjau sejawat atau peer-review. Itu setidaknya mencapai 31 studi, termasuk 15 studi tunggal dan 16 sintesis.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS